Gara-gara (sok) sibuk, baru sekarang saya “menyempatkan” diri menulis catatan kecil Rakernas Rumah Zakat 2010. Undangan menghadiri Rakernas Rumah Zakat paling pantang saya lewatkan.
Bagaimana mungkin saya melewatkan isi-ulang energi perjuangan saya plus menambah ilmu dan hikmah walaupun hanya seharian saja? Tentu saja termasuk acara makan-makannya yang luar biasa, hehehe
Setiap tahun sejak 2009 saya menyaksikan bagaimana gelora optimisme dan energi positif perjuangan dihujamkan ke dalam kesadaran masing-masing orang yang hadir di majelis tersebut.
Badai boleh datang menerpa kapan saja.
Tapi bukankah badai itu yang akan memberikan nilai pada perjuangan yang kita lakukan saat mengarungi samudera luas dengan bahtera kebersamaan menuju Pulau Harapan?
Badai bukan menjadi alasan untuk surut melangkah dan menunda perjalanan. Badai hanya sekedar “pewarna” dalam perjalanan mengarungi samudera.
Selama kita menyiapkan kapal yang dirancang mampu menerjang badai, sistem organisasi dan manajemen awak kapal yang handal dan koordinatif, persiapan dan perencanaan yang matang maka menuju Pulau Harapan bukanlah sekedar angan-angan.
Lantas bagaimana jika ternyata kapal karam?
Sayangnya bayangan tersebut tidak tercetus dalam pikiran para pejuang peradaban ini.


