Che Guevara.. tokoh kontroversial yang dipuja sekaligus dihujat yang meneriakkan slogan itu.
Bagi Amerika Serikat yang “merasa sebagai utusan Tuhan” dalam demokrasi, Che adalah sosok paling dibenci. Padahal apa yang diperjuangkan oleh Che dan teman-temannya adalah demokrasi yang memang menjadi tidak bersesuaian dengan kepentingan demokrasi Amerika Serikat plus sekutunya.
Ya, akhirnya apa yang diperjuangkan oleh setiap manusia adalah “kepentingan” yang harus dipenuhi. Kepentingan dalam bentuk maupun basis apapun, entah itu ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.
Sayangnya, kepentingan kita pada dasarnya lebih dipengaruhi oleh “dorongan primitif” yang sama, yaitu “harta, tahta dan seks”. Dibalut dengan slogan dan jargon apapun, dipoles dengan propaganda ideologi, kampanye politik, penguasaan sumber ekonomi, perluasan pengaruh sosial, peningkatan pengaruh budaya, penguatan basis pertahanan maupun ketakutan atas ancaman keamanan, dasarnya selalu sama.. harta, tahta dan seks.
Sehingga semboyan semacam “Hasta la victoria siempre! Sampai kemenangan abadi nanti!” mungkin hanya sekedar kemenangan ego kita yang terpuaskan, tanpa peduli apakah ego itu sesuai dengan kepentingan pihak lain.
Bahkan yang lebih penting lagi, sebagai manusia yang mengaku memiliki keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepentingan itu pun menjadi tidaklah penting, apakah sesuai dengan kepentingan Tuhan atau tidak.
Popularity: 18% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Minimnya Pendidikan Politik Etis Formal dan Dampaknya pada Krisis Demokrasi
- Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
- Qurban, Perayaan Multi-Dimensional
- Open Source Software Hanya Tren (alias nanti bakalan hilang)?
- Benarkah Tuhan Saya adalah Alloh SWT?
- Benarkah Alloh adalah Tuhan Kita?
- Sujud – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (8)
- Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi
- Demokrasi Hanya Sekedar Buying Trance?
- Hikayat Tafsir Mimpi 7 Ekor Sapi Nabi Yusuf
- Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Review Buku: “Hebron Journal”
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?

10 Komentar Terakhir