Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Ulasan Buku: Blink * Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir

Buku yang menarik tentang mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan yang didukung oleh pengamatan dan pemahaman sekejap yang diproses oleh kemampuan bawah sadar kita.

Buku ini ditulis oleh Malcolm Gladwell yang versi saduran Bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama di tahun 2005 dengan ISBN 979-22-1472-0.

Buku ini sangat menakjubkan karena memberikan contoh-contoh tentang kehebatan snap judgment dan thin slicing. Antara lain kemampuan pakar seni yang mampu mengindetifikasi sebuah benda seni palsu dalam sekali lihat, pakar kuliner yang mampu membedakan kripik dari berbagai produksi pabrikan serta banyak contoh lainnya lagi.

Namun dalam buku ini pun Malcolm Gladwell memberikan gambaran akan bahayanya membuat kesimpulan/asumsi cepat seperti pemasar yang mampu memanipulasi kesan pertama konsumen, polisi yang salah tembak atau peserta pemilihan presiden yang salah coblos karena ternyata pilihannya hanya sekedar ganteng namun tidak mampu bekerja :smile:

Buku berjudul Blink mengungkap rahasia orang-orang yang pandai mengambil keputusan yang tepat ternyata bukanlah yang mengolah informasi yang sebanyak-banyaknya dengan menggunakan waktu yang paling lama.

Ternyata mereka adalah orang-orang yang telah melatih diri untuk menyempurnakan thin slicing (seni membuat cuplikan tipis) yaitu kemampuan menyaring sesedikit mungkin faktor-faktor terpenting dari sejumlah kemungkinan yang menggunung.

Pendahuluan dalam dimulai dengan kasus sebuah kouros yang dibeli oleh Museum J. Paul Gety di California. Kouros adalah jenis patung pualam yang dipahat berbentuk sosok pemuda telanjang sedang berdiri dengan kaki kiri di depan dan kedua lengan merapat di samping badan.

Diyakini di seluruh dunia hanya ada sekitar 200 kouros yang mayoritas sudah ditemukan dalam kondisi rusak berat atau terpotong-potong dari hasil penggalian di berbagai situs purbakala.

Nah, kouros yang dibeli oleh Museum Gety tersebut kondisinya nyaris terpelihara dengan sempurna dengan pendar cerah sehingga nampak sungguh berbeda dengan benda-benda purbakala lainnya yang seringkali sudah berwarna kusam dimakan usia.

Kouros tersebut dibeli dari Gianfranco Becchina seharga sekitar hampir US$ 10 juta. Namun proses pembeliannya pun melalui penelitian hukum atas dokumen-dokumennya dan fisik yang melibatkan banyak ahli serta memakan waktu sekitar 14 bulan lamanya.

Ternyata setelah dibawa ke Yunani, patung tersebut diklaim sebagai kouros palsu oleh seluruh ahli benda purbakala dan seni di sana.

Akhirnya penemuan yang mengagetkan tersebut menyebabkan di dalam katalog Museum Gety tertulis di bawah gambar kouros tersebut: “Dari masa sekitar 530 tahun SM atau dari sebuah bengkel patung modern”.

Hal menarik dari cerita tersebut adalah fakta adanya kemampuan para ahli purbakala Yunani yang mampu dalam waktu 2 detik saja mengambil kesimpulan bahwa kouros tersebut palsu. Padahal para ahli dari berbagai disiplin ilmu/keahlian yang sebelumnya dipekerjakan oleh Museum Gety sudah melakukan berbagai penyidikan multi-aspek dan menyatakan bahwa kouros tersebut asli.

Malcolm Gladwell pun kemudian membahas tentang blink yang memfokuskan topik pada penggalian dan pemanfaatan lebih mendalam/luas atas 2 detik pertama tersebut.

Kemampuan blink tersebut melibatkan dua aspek penting dalam otak kita yaitu aspek psikologi kognitif yang oleh Gerd Gigerenzer disebut sebagai fast and frugal (cepat dan murah).

Sedangkan aspek lainnya adalah pemanfaatan bawah sadar bersesuaian (adaptive unconscious) yang ada dalam otak kita.

Kemampuan fast and frugal dapat digambarkan sebagai kemampuan psikologi kognitif dalam pikiran kita dimana pada saat berhadapan dengan suatu obyek, kita akan membiarkan bagian tertentu dalam otak melaksanakan serangkaian kalkulasi cepat sebelum pikiran sadar manapun muncul.

Dalam kondisi tersebut mereka seperti merasakan sesuatu, seperti misalnya munculnya komentar aneh segar yang tiba-tiba muncul dalam benak atau adanya gelombang penolakan naluriah atau kondisi yang sederhana contohnya adalah telapak tangan tiba-tiba basah oleh keringat.

Sedangkan bawah sadar bersesuaian adalah salah satu bidang studi psikologi modern paling penting yang terkait dengan kemampuan pengambilan keputusan.

Kemampuan bawah sadar bersesuaian ini jangan dirancukan dengan pengertian bawah sadar menurut pakar psikologi Sigmund Freud. Dimana pengertian bawah sadar menurut dia adalah sebuah tempat gelap dan suram yang penuh dengan hasrat, ingatan dan khayalan yang terlalu rumit untuk dipikirkan secara sadar.

Sedangkan pengertian bawah sadar bersesuaian ini dapat digambarkan sebagai komputer raksasa yang dengan cepat dan secara diam-diam mengolah data yang rumit dan banyak yang diperlukan agar kita dapat tetap berfungsi sebagai manusia.

Contoh sederhana adalah pada saat kita sedang menyeberang jalan dan tiba-tiba muncul mobil dengan kecepatan tinggi menghampiri. Secara cepat kita mengambil keputusan yang sebenarnya sedemikian rumit dan penuh perhitungan untuk menghindari kendaraan tersebut dengan menggunakan kemampuan bawah sadar bersesuaian tersebut.

Buku Blink ini mengajak kita untuk berpikir ulang tentang pola pikir yang sudah terbentuk selama ini. Pola pikir yang mengajarkan bahwa kualitas sebuah keputusan berbanding lurus dengan lamanya waktu dan kerasnya usaha yang kita lakukan.

Blink menggugah kesadaran kita bahwa seringkali keputusan yang diambil dalam sekejap dapat memiliki kualitas yang minimalnya sama dengan keputusan yang dilakukan dalam waktu yang lama dan usaha yang keras.

Namun Blink juga mengajarkan cara-cara mengendalikan kemampuan pengambilan kesimpulan sekejap (snap judgement) supaya tidak terjebak dalam prasangka serta mewaspadai kemungkinan kesalahan dalam penggunaannya.

Selama ini kita mengganggap kemampuan keputusan secara naluriah dengan hasil yang berkualitas (kalau tidak mau disebut tepat) ini adalah bakat alami seseorang. Padahal kemampuan ini dapat dipelajari dan dikembangkan ke setiap orang.

Banyak hal-hal menarik yang dapat kita ambil hikmahnya dari buku ini. Dengan model penulisan yang diawali dengan contoh kisah-kisah nyata terkait, pikiran kita dipicu untuk menemukan status AHA-nya.

Popularity: 4% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Ulasan Buku: Blink * Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
  2. Review Buku: Sukses Tanpa Batas
  3. Ulasan Buku: “Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami”
  4. Ulasan Buku: Rahasia Bisnis Orang Jepang
  5. Kemampuan Kita Ternyata Tak Terbatas
  6. Resensi Buku “Hypnotic Writing”
  7. Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
  8. Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
  9. Bangkitkan Naluri Anda!!
  10. Resensi Buku “The Real Dezperate Housewives”
  11. Resensi Buku: “Home Schooling Keluarga Kak Seto”
  12. Review Buku “Rencana Bisnis Lengkap”
  13. Review Buku “Blue Ocean Strategy”
  14. Review Buku “The Art of Innovation”
  15. Review Buku “Kantongi Sang Gajah”

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>