Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Pilih Durinya atau Dagingnya?

Saya adalah penggemar ikan, terlebih ikan bandeng. Padahal ikan bandeng terkenal durinya banyak dan kecil-kecil sehingga lumayan merepotkan waktu memakannya.

Tapi karena saya sangat menggemarinya, tidak ada masalah dengan kerepotan harus memisahkan duri-duri tersebut waktu memakannya.

Sebenarnya dengan ikan bandeng ini saya punya kenangan tentang pelajaran hidup yang sampai sekarang sangat berbekas dalam hati.

Waktu kecil dulu, saya pernah mengeluh pada ibu saya karena memakan ikan bandeng sangat merepotkan.

“Terlalu banyak durinya, jadi susah makan dagingnya,” gerutu saya pada ibu.

Ibu saya hanya tersenyum kemudian duduk di sebelah saya. Diraihnya potongan ikan bandeng di piring saya kemudian dengan telaten dipisah-pisahkannya duri dari dagingnya.

“Nah, kalau kamu lebih memperhatikan dagingnya dan membayangkan enaknya makan ikan bandeng, pasti nggak ada masalah dengan duri-durinya yang bisa kamu pisahkan,” cetus ibu saya sambil memberikan serpihan-serpihan daging ikan bandeng yang sudah dipisahkan dari durinya kepada saya.

Kemudian sambil menemani saya makan ibu saya berkata, “Hidup itu harus melihat yang baik-baik dan menyenangkan hati. Segala sesuatu itu pasti ada yang nggak enaknya dan ada yang enaknya.

Pilihannya ada sama kita sendiri. Mau ambil yang enak-enaknya apa yang nggak enaknya.

Kalau kamu lebih fokus dengan duri ikannya, pasti kamu jadi malas buat makan dagingnya. Padahal dagingnya kan enak sekali dan membersihkan duri-durinya juga kan nggak terlalu lama dibandingkan enaknya.

Malahan kalau mau lebih enak dan gampang lagi, tinggal beli yang bandeng presto sudah bisa dimakan dengan durinya sekalian. Nggak repot lagi.”

“Trus, kenapa ibu nggak beliin yang bandeng presto? Kan lebih enak makannya bu,” balas saya sambil masih mengunyah makanan.

“Bandeng presto lebih mahal, hehehe.. udah gitu kalau dikasih yang presto kamu nggak akan belajar kalau hidup ini harus mau usaha, biarpun cuma sedikit saja,” balas ibu saya sambil mengelus kepala saya.

Kejadian di atas sangat membekas di ingatan saya, sekalipun mungkin redaksi kalimat di percakapan tersebut tidak persis sama.

Pelajaran berharga dari seorang wanita yang sangat saya cintai dan hormati, ibu saya. Beliau bukan seorang trainer motivasi/pengembangan diri, walaupun saya yakin bakalan laku keras kalau beliau membukanya.

Beliau tidak memberikan petuah-petuah ala akademisi sekalipun mempunyai gelar sarjana pendidikan. Segala sesuatu disampaikannya dengan cara yang sederhana namun membekas dalam dalam ingatan, seperti nasihat di atas.

Hidup memang harus dihadapi dengan sikap positif. Sikap positif akan mendorong kita menjadi lebih kreatif, produktif hingga akhirnya selalu mensyukuri apa yang kita terima dalam hidup ini.

Jika Alloh SWT saja sangat mencintai proses, sudah sewajarnya jika kita sebagai umat-Nya pun selalu mencintai proses dalam hidup ini.

Popularity: 3% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Pilih Durinya atau Dagingnya?
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. KEDEWASAAN: Deret Angka atau Deret Kematangan EIS (Emosi, Intelektual, Spiritual)?
  2. Ngapain Kamu Sholat?
  3. Ditindas atau Bangkit Melawan (Jilid 2)
  4. Pria Tangguhkah Kamu?
  5. Mencari Tuhan
  6. Dialog Nasib & Takdir
  7. Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
  8. Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
  9. Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
  10. Ditindas atau Bangkit Melawan!!
  11. Dibuka Aib Kemana-Mana? Bersyukurlah..
  12. Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
  13. Anda Kurang Usaha Demi Mencapai Kebebasan Finansial dan Pensiun di Usia Muda
  14. Mas.. Saya Kena PHK.. Terus Bagaimana Saya Mencari Nafkah?
  15. Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008

1 comment to Pilih Durinya atau Dagingnya?

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>