Pada presentasi di sebuah rumah sakit swasta yang akan membangun sistem informasi manajemennya saya secara tersirat oleh salah seorang yang hadir dituding sebagai anti Microsoft.
Tudingan tersebut muncul karena dalam presentasi tersebut saya (katanya) satu-satunya perusahaan dalam beauty contest dari lima perusahaan lain yang menawarkan solusi pemanfaatan open source software.
Sebenarnya sebagai seorang professional system developer, saya harus mampu mengakomodir seluruh keinginan pengguna jasa perusahaan kami. Jika klien menginginkan sistem yang dibangun menggunakan proprietary software (perangkat lunak berbayar) maka tentunya saya harus mengikuti keinginannya (lha, kan mereka yang punya uang).
Sebenarnya alasan utama saya selalu menawarkan solusi pemanfaatan open source software kepada para klien ataupun prospek lebih karena alasan penghematan investasi dan keunggulan teknis. Dimana hal ini pernah dibahas di dalam posting saya terdahulu.
Jika muncul keraguan akan kualitas software berbasis open source tentunya hal tersebut dapat dimaklumi. Pada saat Microsoft Windows pertama kali diluncurkan ke pasar, banyak orang mencemooh aplikasi perangkat lunak tersebut dan menyebutnya jiplakan dari software Mac.
Namun pada kenyataannya saat ini produk-produk Microsoft merajai pasar perangkat lunak komputer di seluruh dunia hingga menyebabkan selama beberapa tahun pendirinya, Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia.
Sebenarnya secara bisnis, banyak inspirasi yang bisa kita peroleh dari perbandingan sistem bisnis open source software dan proprietary software.
Mayoritas pengembang open source software berorientasi kepada kebermanfaatan dari produk yang mereka kembangkan. Idealisme mereka yang menginginkan supaya masyarakat dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari sebuah aplikasi perangkat lunak berkualitas adalah hal yang luar biasa.
Rasmus Lerdorf, mastermind pengembangan PHP (bahasa pemograman web paling populer saat ini) menyatakan bahwa, “saya yakin segenap kebaikan yang saya lakukan akan kembali lagi kepada saya.”
Pernyataan tersebut dia sampaikan pada saat ditanya mengenai motivasi apa yang mendorongnya membangun PHP menjadi berbasis open source software.
Pada kenyataannya apa yang diyakini olehnya terbukti dengan banyaknya donatur yang mendukung proyeknya hingga bisa dikatakan secara finansial dapat dikelompokkan sebagai golongan kaya di Amerika Serikat
Di sisi lain, saya pun mengagumi kemampuan Microsoft membaca dan memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu, dari sisi dukungan dan layanan purna jual pun perusahaan ini memiliki sistem yang sangat baik menurut saya.
Produk-produk yang mereka kembangkan pun selalu ramah pengguna sehingga mudah dan nyaman digunakan. Hal mana yang sering diabaikan oleh produk-produk aplikasi perangkat lunak yang dibuat oleh vendor lainnya.
Oleh karena sangat wajar jika kemudian para pengembang open source software pun membangun aplikasi-aplikasinya untuk mampu secara tampilan pengguna sangat menyenangkan saat digunakan.
Dogma bahwa sebuah software berkualitas tinggi haruslah membumi sehingga akhirnya banyak dimanfaatkan oleh berbagai pengguna dengan tingkatan keahlian.
Jadi, apakah saya anti Microsoft?
Popularity: 3% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Hal-Hal yang Ingin Saya Sampaikan (kalau) Bertemu Bill Gates di Indonesia
- Fakta Tentang Kehandalan FOSS (Free Open Source Software)
- Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
- Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?
- AWAS, Jangan Terjebak Harga Aplikasi Software Murah!!
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian V)
- Open Source Software Hanya Tren (alias nanti bakalan hilang)?
- Mengapa Saya dan Teman-Teman Berbisnis di Bidang Teknologi Informasi
- Menyusun Proposal Teknis Pengembangan Aplikasi Software
- Mas.. Saya Kena PHK.. Terus Bagaimana Saya Mencari Nafkah?
- Legalkah Polisi Merazia dan Menyita serta Menahan Pemilik Software Bajakan?
- Nostalgia Memasarkan Open Source 8 Tahun Lalu..
- Tinjauan Buku “Blog Marketing”
- Tinjauan Beberapa Pemimpin Produk ERP (Enterprise Resources Planning)
- Mengembangkan dan Mempertahankan Industri Kreatif

pengalaman selama ini dengan open source, dokumentasi mereka (help, books online) selalu bikin frustasi. tidak teratur, tidak lengkap, sangat basic dan navigasinya membingungkan. memang ada google, forum dan milis tapi memperoleh jawaban dari situ butuh waktu padahal justru itu yang kita tidak punya.
di sisi ini two thumbs up saya masih untuk microsoft karena pendokumentasian mereka yang amat-sangat rapi dan terorganisir.
cheers,
ricky
@ Ricky:
Karena itu bisnis konsultan & support untuk OSS menjadi prospek bisnis yang cerah.
Sebenarnya kasusnya hampir sama dengan propietary sofware vendor. Software vendor tersebut tetap harus memiliki rekanan di ujung tombak pelayanan kepada para pelanggannya.
saya mempunyai teman yang sejak kenal pertama kali komputer, pakainya Unix/Linux. Saat dia disodori Ms. Windows, dia bilang “ribet”, “ruwet”, “susah” dll
Kan cuman soal kebiasaan aja … mudah atau sulit itu relatif …