Pengalaman saya sebagai wirausahawan kelas bengek, sempat mengalami sindrom zona nyaman yang sangat berbahaya.
Sindrom zona nyaman ini tanpa sadar terbentuk karena saya “terlalu” sering nongkrong di ruangan yang memang “diatur” nyaman.
Kursi beroda empuk, akses internet kencang, ber-AC plus office boy yang selalu mengisi ulang cangkir kopi saya
Ternyata kondisi tersebut membuat tumpul mental dan kecerdasan saya yang memang dasarnya pas-pasan
Plus tentu saja membuat kebugaran fisik semakin payah.. hehehe
Setelah sekian lama dijerat sindrom ini, akhirnya saya tersadarkan dengan laporan keuangan dari akuntan yang membuat adrenalin saya sekejap naik.
Ternyata tanpa sadar, secara perlahan saya terserang sindrom zona nyaman dan mengalami degradasi kehidupan yang parah.
Mewaspadai lena sindrom zona nyaman ini sebenarnya cukup mudah.
Saat Anda merasa lebih betah dikungkung oleh kotak ruang kantor/tempat kerja maka bersiagalah.
Tapi sebenarnya hal yang terpenting adalah kesadaran dari bahaya sindrom zona nyaman ini.
Sebagai seorang wirausahawan, proses pembelajaran tiada henti adalah kebutuhan primernya.
Tanpa etos belajar yang tinggi, mustahil seorang wirausahawan mampu bersaing dan melakukan diversifikasi usahanya.
Padahal menjadi pemimpin pasar dengan laba yang proporsional adalah hal penting saat menjalankan bisnis.
Sayangnya, setiap ide dan daya kreasi kita lebih banyak dirangsang oleh apa yang terespon otak dari lingkungan kita.
Sehingga sangat wajar jika kemudian ide-ide banyak bermunculan saat kita melakukan eksplorasi di luar diri kita.
Eksplorasi yang dilakukan dengan banyak cara seperti bersilaturahmi, membaca, menghadiri forum-forum komunitas, berolah-raga, menonton konser musik kelas dunia, aktivitas kesenian, dsb.
Hingga jangan heran jika kita lihat banyak konglomerat yang lebih banyak main golf, melukis, ngumpul-ngumpul, menghadiri seminar-seminar atau selalu ditemani setumpuk buku.
Karena memang kegiatan-kegiatan seperti itu yang akan selalu menyegarkan ulang seluruh energi mental kita.
Sehingga pola mental kita akan selalu berada di luar kotak alias “out of the box”.
Suatu hal yang akan selalu menjadikan kita seorang pemenang di era persaingan yang semakin menggila dan di luar nalar ini.
Popularity: 96% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Haruskah Menjadi Wirausahawan?
- Mengapa Saya Lebih Memilih Menjadi Wirausahawan
- Belajar dari Model Bisnis Nokia
- Jangan Batasi Akses Internet di Kantor!
- Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
- Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
- Kerikil dan Hati
- Mendengar: Modal Berkomunikasi Kelas Tinggi
- Berfikir Efektif VS Berfikir Efisien
- Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Seminar (padahal beberapa kali jadi pembicara di seminar)
- Neo NATO… No Action Think Only..
- Sebuah Pelajaran Bisnis Berharga dari Seorang Diyan Marandi
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- I Love You Mom(s)..
- Resensi Buku “Hypnotic Writing”

bener sekali pak.. sangat setuju.. selain itu tubuh kita lebih sehat karena lebih aktif beraktifitas, jiwa lebih semangat, dan pikiran selalu penuh dengan ide ide segar..
wah makasih Pak, bener2 menginspirasi,,oya salam kenal ya dari Adan tmnnya Agah..
btw mo minta ijin untuk mengutip ato copas tulisannya dari Pak Tia untuk dShare dNotes facebook bolah g??
makasih banyak sebelumnya
@ adaNada:
Silahkan Kang Adan, semoga bisa lebih banyak yang memperoleh manfaatnya.