Tadi pagi, saya diundang oleh CEO Rumah Zakat Indonesia (jazakumulloh Kang Virda) untuk hadir di penutupan acara Rakernas RZI (Rapat Kerja Nasional Rumah Zakat Indonesia).
Sebuah pengalaman yang buat saya pribadi meninggalkan kesan yang sangat mendalam sekaligus mengisi-ulang energi mental yang sudah terlalu lama terkuras.
Berawal dari chatting iseng-iseng ngobrolin skirmish rutin grupnya Kang Virda sampai tiba-tiba muncul undangan untuk menghadiri acara penutupan rakernas di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah.
Undangan yang tentu saja tidak mungkin saya lewatkan.
Sebagai “newbie” di lingkungan RZI, tentu saja saya harus banyak-banyak berinteraksi dan menyerap nilai-nilai yang dikembangkan di keluarga besar tersebut.
Nilai-nilai yang menjadi dasar dan modal utama keluarga besar tersebut mengalami kemajuan yang spektakuler, baik sebagai organisasi nirlaba maupun bisnis.
Diawali dengan doa dan tilawatil qur’an, acara langsung menggebrak dengan pemaparan dari Ustadz Abu Syauqi yang inspiratif dan memporakporandakan kemapanan mental kita.
Sebelumnya ada momen yang tidak akan bisa saya lupakan.
Berhubung saya telat karena nyari-nyari koteka di anjungan Papua buat dress-code pertemuan ini (nggak dink.. hihihi.. dress-code stelan jas resmi) maka saya pun disusupkan ke dalam ruangan oleh Manajer ISD (Information System Development) RZI, Kang Ipan dan Manager System Networking (Kang Deni).
Yang mengejutkan ternyata saya yang kutukupret ini dipersilahkan duduk di di tengah-tengah jajaran BOD!
Plus sambutan hangat dengan pengumuman dari MC “kalau saya telat”.. hihihi
Nggak dink.. sambutan meriah sebagai Konsultan IT yang sangat mengagetkan sampai-sampai saya cuma bisa terduduk bengong bloon seperti kesamber petir di siang bolong
Menyaksikan kerapihan dan keteraturan keluarga besar ini merencanakan target serta strategi untuk mencapainya bagi saya adalah hal yang luar biasa untuk sebuah organisasi yang berangkat dari sebuah lembaga amil zakat.
Lingkungan yang dibangun dengan semangat kekeluargaan pun berkembang dengan hangat disini.
Setiap orang dihargai setara.
Bahkan salah satu anggota satpam didaulat untuk menyampaikan puisi gubahannya sendiri yang menggambarkan keprihatinan dan doa atas tragedi yang menimpa saudara-saudara kita di Gaza yang disambut dengan standing applause.
Ah, begitu banyak yang saya terima selama diajak bergabung di dalam keluarga besar ini.
Padahal belum ada hal apapun yang bisa saya berikan termasuk dalam kapasitas saya sebagai konsultan jika dibandingkan dengan jajaran konsultan di RZI yang luar biasa kontribusi dan pengabdiannya.
Jazakumullohu khoiron katsiroo..
Topik yang mungkin Terkait:
- Catatan Kecil Rakernas Rumah Zakat 2010
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Catatan Kecil Milad II TDA
- Kompetisi Antar Lembaga Amil Zakat
- Indonesia Punya Posisi Tawar yang Kuat Terhadap Amerika Lhoo..
- Sebuah Catatan Serampangan Mengenai Sabdo Palon
- Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008
- Alhamdulillah.. Mulai Belajar Jadi Social Entrepreneur
- Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje
- Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!
- Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terbaik
- Ribut-Ribut Blokir Situs Porno
- Ulasan Buku: “Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami”


