Gara-gara sebuah fatwa yang mengharamkan bersikap golput alias tidak menggunakan hak pilih saat pelaksanaan pemilihan umum atau presiden/kepala daerah, saya jadi mengerutkan kening karena merasa bodoh.
Ya, betapa bodohnya saya karena dengan daya ingat yang terbatas ini tidak mampu menangkap di bagian mana di dalam al-Qur’an dan hadits yang terkait haramnya sikap untuk tidak memilih.
Bukankah kita punya “hak” untuk tidak memilih?
Jika saya dihadapkan pada sekeranjang apel busuk (apalagi sudah berulat-berbelatung), apakah saya harus memaksakan memilih salah satunya dan menanggung resiko sakit perut setelah memakannya?
Bukankah lebih baik menunggu disuguhi sekeranjang apel yang layak untuk dikonsumsi?
Lantas apakah saya harus mati kelaparan?
Tidak juga, saya yakin masih banyak alternatif selain apel untuk saya makan dan menegakkan pinggang untuk terus berkarya dalam hidup
Topik yang mungkin Terkait:
- Haruskah Menjadi Wirausahawan?
- Haruskah Kita Menjadi Kaya?
- Surat Terbuka untuk Yang Mulia Para Petinggi Negeri
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Tips Memilih Kontraktor IT di Organisasi/Perusahaan Anda
- Catatan Kecil Rakernas Rumah Zakat 2010
- Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Kok AKKBB Nggak Membela Bupati Simon Hayon?
- Demokrasi Hanya Sekedar Buying Trance?
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Megalomania: Penyakit yang Mewabah di Negeri Ini..
- Apa yang Terjadi Setelah Seabad Kebangkitan Nasional?
- 5 Tips Berhenti Merokok (Buat yang Niat) dan Faktor Pendorong Berhenti Merokok (Buat yang Belum Niat)




Mas Aries, saya juga ngga setuju kalau golput itu haram…
Dari apa yang pernah saya dengar, bangsa maju seperti Amerika memiliki tingkat pemakai hak pilih yang masih rendah. Jadi, tinggi rendah pemilih bukan faktor penyebab majunya suatu bangsa.
Tapi menurut saya lebih baik berusaha memilih daripada tidak…toh, memilih atau tidak akan tetap ada pemimpin yang harus dilantik
haaha…
betul itu
:
btul juga….solusi selalu ada dengan sllu berusaha mencarinya…hehe