Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?

Gara-gara sebuah fatwa yang mengharamkan bersikap golput alias tidak menggunakan hak pilih saat pelaksanaan pemilihan umum atau presiden/kepala daerah, saya jadi mengerutkan kening karena merasa bodoh.

Ya, betapa bodohnya saya karena dengan daya ingat yang terbatas ini tidak mampu menangkap di bagian mana di dalam al-Qur’an dan hadits yang terkait haramnya sikap untuk tidak memilih.

Bukankah kita punya “hak” untuk tidak memilih?

Jika saya dihadapkan pada sekeranjang apel busuk (apalagi sudah berulat-berbelatung), apakah saya harus memaksakan memilih salah satunya dan menanggung resiko sakit perut setelah memakannya?

Bukankah lebih baik menunggu disuguhi sekeranjang apel yang layak untuk dikonsumsi?

Lantas apakah saya harus mati kelaparan?

Tidak juga, saya yakin masih banyak alternatif selain apel untuk saya makan dan menegakkan pinggang untuk terus berkarya dalam hidup :mrgreen:

Popularity: 99% [?]

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Haruskah Menjadi Wirausahawan?
  2. Surat Terbuka untuk Yang Mulia Para Petinggi Negeri
  3. Haruskah Kita Menjadi Kaya?
  4. Megalomania: Penyakit yang Mewabah di Negeri Ini..
  5. Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
  6. Catatan Kecil Rakernas Rumah Zakat 2010
  7. Tips Memilih Kontraktor IT di Organisasi/Perusahaan Anda
  8. Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi
  9. Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
  10. Kok AKKBB Nggak Membela Bupati Simon Hayon?
  11. Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
  12. Apa yang Terjadi Setelah Seabad Kebangkitan Nasional?
  13. Ribut-Ribut Blokir Situs Porno
  14. Demokrasi Hanya Sekedar Buying Trance?
  15. 5 Tips Berhenti Merokok (Buat yang Niat) dan Faktor Pendorong Berhenti Merokok (Buat yang Belum Niat)

2 comments to Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?

  • Mas Aries, saya juga ngga setuju kalau golput itu haram…

    Dari apa yang pernah saya dengar, bangsa maju seperti Amerika memiliki tingkat pemakai hak pilih yang masih rendah. Jadi, tinggi rendah pemilih bukan faktor penyebab majunya suatu bangsa.

    Tapi menurut saya lebih baik berusaha memilih daripada tidak…toh, memilih atau tidak akan tetap ada pemimpin yang harus dilantik :oops:

  • N

    haaha… :razz:

    betul itu

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>