Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Haruskah Kita Menjadi Kaya?

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan beberapa orang teman lama. Mereka mengeluh (kalau tidak mau disebut memaki :wink: ) seminar-seminar yang mereka ikuti.

Seminar-seminar tersebut dalam iklannya mempromosikan tips bagaimana menjadi kaya dengan cepat di jaman ini. Sayangnya kebanyakan seminar-seminar berharga mahal itu (bagi kami uang sebesar minimal 2 juta rupiah nilainya besar sekali) ujung-ujungnya malah menawarkan produk-produk si pemakalah alias dagang barang.

Sedangkan seorang teman yang lain mengeluh karena ditipu oleh sebuah perusahaan yang mengiming-imingi kerjasama dengan bagi hasil yang aduhai..

Belum lagi cerita-cerita di media massa tentang orang-orang yang tertipu oleh dukun yang mengaku mampu melipatgandakan uang yang dititipkan padanya. Padahal secara akal sehat jika memang dia punya kemampuan seperti itu kenapa bukan uang milik si dukun itu sendiri yang dilipatgandakan?

Dan tentunya masih banyak lagi cerita lain tentang orang-orang yang berusaha menjadi kaya dengan cara yang cepat plus mudah.

Jaman sekarang memang menuntut segala sesuatu harus praktis, instan dan mudah diperbarui. Tidak jarang hal tersebut mendorong kita untuk bersikap apatis dan cenderung menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

Padahal tidak ada hal yang lebih indah daripada menjalani suatu proses untuk mencapai hasil yang kita dambakan.

Apakah seorang pendaki akan merasa puas dan bahagia jika mampu mencapai puncak gunung yang didakinya padahal jika sekedar ingin sampai disana kita tidak perlu bersusah payah dengan menggunakan helikopter misalnya?

Sukses adalah proses, bukan hasil akhir yang dicapai. Proses kita menjadi semakin baik adalah lebih penting daripada besarnya harta yang bisa kita raih.

Jika target tidak bisa dicapai maka kita harus bisa menerima kenyataan tersebut dan mengubah tujuan pencapaian kita.

Kitalah yang harus mengatur hidup kita bukan hidup yang kemudian mengatur kita karena Sang Maha Pencipta menciptakan setiap manusia dengan segala pilihan kemungkinan.

Seorang Warren Buffett yang memiliki kekayaan hampir senilai US$ 52.4 milyar lebih memilih menyumbangkan 83% dari nilai tersebut kepada sebuah yayasan kemanusiaan. Memilih menggunakan mobil yang sederhana dan terbang dengan pesawat di kelas ekonomi.

Seorang Abu Bakar menyumbangkan seluruh hartanya kepada Rosululloh SAW untuk mendukung dakwah Islam dan menolak digaji pada saat menjadi Kepala Pemerintahan hingga akhirnya Umar bin Khatab meminta baitul mal untuk memberi tunjangan bagi keluarga beliau.

Kita memang harus bisa menjadi orang yang kaya..

Karena dengan kekayaan kita bisa membantu lebih banyak orang dan mencegah kekayaan tersebut disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namun jika kemudian kekayaan kita jadikan tolok ukur kesuksesan kita, apa yang bisa menjadikan kita lebih mulia dari seekor semut?

Seekor semut bekerja tiada henti demi menghidupi masyarakatnya bukan demi kenikmatan dirinya sendiri. Sedangkan kita bekerja mati-matian demi sekedar menumpuk dan menikmatinya sendiri serta kemudian membangga-banggakannya setiap saat.

Popularity: 2% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Haruskah Kita Menjadi Kaya?
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Haruskah Menjadi Wirausahawan?
  2. Betapa Rapuhnya Kekayaan Harta Kita
  3. Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
  4. Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
  5. Kaya Bukan Berarti Sejahtera
  6. Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
  7. Mengapa Saya Lebih Memilih Menjadi Wirausahawan
  8. Tips Metode Selalu Menjadi Kreatif
  9. Bisakah Kita Ubah Dunia?
  10. Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Seminar (padahal beberapa kali jadi pembicara di seminar)
  11. Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
  12. Sebuah Pelajaran Bisnis Berharga dari Seorang Diyan Marandi
  13. Kemampuan Kita Ternyata Tak Terbatas
  14. Behind the Process… Buku “Buktikan..! Anda Pasti Kaya-Raya”
  15. Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>