Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

    Berikut ini adalah daftar blog yang ditangkap oleh feed agregator blog ini dari sekitar 500 blog yang menarik saya.

    Daftar ini hanya menampilkan blog yang memiliki posting sesuai dengan tanggal hari ini dan dimutakhirkan setiap 30 menit.

    Selamat menikmati tulisan-tulisan menarik dari daftar berikut:

Kesejahteraan VS Kekayaan = Target Infaq VS Income yang Harus Dicapai

Hampir setiap ahli bisnis, keuangan dan manajemen memberikan masukan kepada kita untuk menetapkan target besaran kekayaan dalam nominal uang dan jumlah aset yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Target berapa jumlah nominal kekayaan yang harus terkumpul menjadi semacam magnet mengenai kesuksesan seseorang dalam berbisnis. Sehingga secara tidak sadar mindset para pebisnis menjadi terpaku bahwa indikator sukses adalah jika rekening di bank dipenuhi dengan deret angka minimal 11 digit dan memiliki aset yang bertebaran dimana-mana.

Secara pribadi sih saya nggak ada masalah dengan prinsip dan falsafah bisnis seperti itu. Hanya saja kalau hal tersebut bagi saya menjadi bertolak belakang dengan ajaran-ajaran dari para guru bisnis saya.

Rosululloh SAW adalah pebisnis hebat. Namun bagi beliau bisnis bukanlah usaha untuk sekedar mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya dengan menetapkan batas laba yang sebesar-besarnya.

Beliau mencontohkan bahwa kekayaan yang kita kumpulkan haruslah bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat di sekitarnya.

Dengan kata lain bisnis tujuannya adalah kesejahteraan sedangkan kekayaan adalah amanah dari Alloh SWT yang harus dikelola dengan baik sesuai pedoman-Nya.

Sehingga sangatlah wajar jika kemudian Alloh SWT memberikan perintah kepada kita untuk berdoa supaya dilimpahi dengan kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak oleh-Nya.

Konteks dari perintah dan doa tersebut akan berdampak pada niat dan usaha kita dalam melaksanakan aktivitas hidup seluas-luasnya termasuk dalam menjemput rizki melalui bisnis yang dijalankan.

Dengan niat dan usaha yang fokus, konsisten, ulet dan sungguh-sungguh maka diharapkan tujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama dapat diwujudkan.

Wujud dari kesejahteraan tersebut tentunya bukanlah sesuatu yang bisa dibatasi oleh seberapa besar kekayaan yang bisa dikumpulkan tapi seberapa besar kontribusi kekayaan tersebut dapat didistribusikan bagi kesejahteraan orang banyak secara proporsional.

Rosululloh SAW adalah pebisnis handal yang berhasil dan tentunya pasti kaya-raya. Namun kekayaannya tersebut tidak dijadikan ajang pemuasan ego pribadinya, hasil dari keberhasilan bisnis beliau selalu dengan segera didistribusikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan kekayaannya tidak menyebabkan beliau membangun istana yang megah, bahkan setiap tahun tidak kurang dari 600 ekor unta diinfaqkan kepada masyarakat.

Sehingga mungkin kita sebaiknya dalam menetapkan target yang besaran infaq yang harus kita serahkan kepada masyarakat daripada besarnya income yang harus kita raih dalam tenggat waktu tertentu.

Jadi kapan ya target infaq 1.000.000.000.000.000 rupiah saya dapat terwujud?

Popularity: 2% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Kesejahteraan VS Kekayaan = Target Infaq VS Income yang Harus Dicapai
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Betapa Rapuhnya Kekayaan Harta Kita
  2. Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
  3. Dukun Kode Buntut dan Konsultan Akselerasi Kekayaan
  4. Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
  5. Polemik Malaysia “Mengakui Angklung Sebagai Kekayaan Budaya Mereka”
  6. Panglima Itu Tidak Perlu Mengetahui Semuanya Tapi Harus Bisa Mengendalikan Semuanya
  7. Mencari yang Mau Menerima Kebaikan Saja kok Susah..
  8. Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
  9. Ngeblog yang (Relatif) Aman dan Mandiri
  10. Haruskah Menjadi Wirausahawan?
  11. SSL dan CA, Aspek Penting yang Sering Dilupakan Saat Membangun e-Commerce
  12. Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik
  13. Hal-Hal yang Ingin Saya Sampaikan (kalau) Bertemu Bill Gates di Indonesia
  14. Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
  15. Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)

1 comment to Kesejahteraan VS Kekayaan = Target Infaq VS Income yang Harus Dicapai

  • Alinggar Pranata Kusuma

    Saya setuju denga konsep Kesejahteraan (Welfare) drpd Kekayaan (Welath). Lebih mjd bangsa yg sejahtera drpd bangsa yg kaya (secara materi). JIka mengedapankan kesejahteraan, maka sejatinya tidak ada rakyat yg kelaparan, tertindas, gelandang, miskin, bodoh, dll..

    bangsa yg kaya (secara materi). tentunya hanya sebagian saja yg sejahtera… lihatlah amerika dan inggris (mungkin sebagian orang menganggap mereka adalah bangsa yg kaya, secara materi lho…), apakah di sana tidak ada rakyat yg kelaparan? miskin? Bodoh? Gelandangan?.. apakah benar2 tidak ada??

    Coba kita tengok ke belakang ke zaman Rasulullah SAW serta Kekhalifahan ( Umar, Abu BAkar, UTsman dan Ali) yg mengedapankan kesejahteraan, tentu tidak ada golongan manusia yg sya sebutkan di atas. karena mengedapankan kesejahteraan drp kekayaan. karena ditunjan dengan pelaksanaan ZIS (Zakat Infaq, Sodaqoh) bukan pajak..

    karena Pajak unsurnya pakssan sementara ZIS adalah KEikhlasan (demi mencapai Ridho Allah swt)

    Dalam Ekonomi ISlam, selain mekanisme pasar ( BUkan pasar bebas), mekanisme non-pasar juga dikedepankan.. yaitu distribusi yg tidak sangkut pautnya dengan masalah untung rugi tetapi distribusi ZIS tadi adalah menjadi poin penting dalam mencapai tujuan Ekonomi Islam.
    Bisa di baca Q.S. At Taubah Ayat 60, Al-ISra’ ayat 26-30, An- Nisa 29-30.

    Poin pentingnya adalah segala sesuatu harus dicapai demi kesejahteraan semua bkn kekayaan semata. karena kalau mengejar unsur kekayaan semata tentunya praktik-pratik hitam dan putih itu ada da bisa bercampur.
    Contoh saja Bakri & Brothers yg tidak mau bertanggung jawab atas kasusu LAPINDO krn takut kekayaan mereka akan bekurang bahkan habis..

    Sesungguhnya Mereka (Bakrie) LUpa atas siapa yg memberikan Rizqi kepada mereka,,

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>