Entah dinyana darimana..
Tiba-tiba saja muncul sebuah sosok yang datang menghampiri si Budi yang langsung bertanya, “Budi, apakah kamu tahun ini ikut memberikan qurban pada Idul Adha nanti?”
Dengan terbata-bata si Budi menjawab, “Soriii.. kayaknya tahun ini nggak bisa.. gua nggak punya duit buat bayar qurban..”
“Haahhh.. kamu nggak bisa bayar qurban?” tiba-tiba saja sosok putih melayang di depan si Budi mendadak menjadi sangar dan terlihat begitu besar.
“Beneran.. gua nggak punya duit.. by the way.. loe siapa ya?” sergah si Budi yang menjadi ketakutan melihat sosok putih itu menjadi sangar dan terlihat begitu besar di hadapannya.
“Saya Malaikat Maut! Saya akan cabut ruh kamu seketika saat perintah eksekusimu ditetapkan oleh-Nya!” bentak sosok putih tersebut yang mengaku sebagai Malaikat Maut.
“Waduh.. plisss.. gua masih belum turun kan perintah eksekusinya?” tanya si Budi yang semakin ketakutan.
“Itu tidak penting! Sekarang jawab dulu mengapa kamu nggak bisa bayar qurban tahun ini!” sergah Sang Malaikat Maut.
“Wah.. repot nih.. gaji gua nggak cukuplah buat bayar qurban..” balas si Budi.
“APAA?? Gaji kamu yang sejuta sebulan itu nggak cukup buat bayar qurban?”
“Kamu merokok saja sehari habis sebungkus.. berarti sebulan habis sekitar 180 ribu.. berarti setahun kamu sudah membuang uang yang diamanatkan oleh Alloh SWT sekitar 2 juta rupiah!!!”
“Padahal harga seekor kambing di sebuah lembaga amil zakat saja hanya 850 ribu rupiah! Masih berani kamu ngomong nggak punya uang buat bayar qurban?!!??”
“Hanya menyisihkan setengah dari harta yang dimubazirkan saja kamu tidak mau??!!??”
“Kamu ini benar-benar keterlaluan!!!”
Si Budi semakin ketakutan melihat Malaikat Maut murka terhadap ketololannya.
“Tapi gimana nih.. gua kan bentar lagi mau mati.. gimana mau bayar qurban..” celetuk si Budi mencoba mencari dalih.
“Siapa bilang kamu akan mati sekarang? Untung Alloh SWT belum memberi perintah pencabutan nyawa kamu! Ayo sekarang segera bangun dari mimpi kamu dan tunaikanlah qurban kamu tahun ini!” sergah Sang Malaikat Maut.
Tiba-tiba saja si Budi terbangun dari tidurnya dan bisa bernafas lega karena ternyata kejadian tadi hanya mimpi.
Apakah si Budi akan membayar qurban tahun ini?
Entahlah.. karena ternyata saat ini pun saat terbangun dari tidurnya dia membakar sebatang rokok dan menghisapnya
Popularity: 6% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Qurban, Perayaan Multi-Dimensional
- Ngapain Kamu Sholat?
- Pria Tangguhkah Kamu?
- Selamat Tahun Baru 1429H (Heran, kok nggak ada sidang isbat yaa??)
- Masihkah Ada Alasan untuk TIDAK Berkurban?
- Kenapa Nggak Pakai Nama Domain Indonesia?
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?
- Nggak Malu Ribut Melulu Ngomongin Hak?
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- Mas.. Saya Kena PHK.. Terus Bagaimana Saya Mencari Nafkah?
- Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
- Polemik “Jangan Percaya Semua yang Kamu Baca” & “Validitas Informasi di Wikipedia”
- Kok AKKBB Nggak Membela Bupati Simon Hayon?
- Seandainya Saya yang Isro Mi’roj (pasti nggak mau balik lagi ke dunia..)
- Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)

kalo si budi mau nanya lembaga yang jual 850 rebu per ekor nya (Murah loh sekarnag aja banyak yang jual 1.5 juta) , bisa hubungi saya mas … pasti ngak akan mubadzir …
Pantang Mubadzir.
-VDE-
@ Virda Dimas:
Siap Bos!
Jangan lupa fee marketingnya ya, hihihi..
Hari gini ada Lembaga yg nyediain program Qurban seharga 850.000 buat seekor kambing!!!
Dengan program yg menjadikan kurban Pantang Mubasir!!
Ooo saya tau lembaganya…
Mau????
Top banget…..
Buat ngingetin semua orang, banyak melakukan hal mubadzir…
Sementara hal yang perlu dilakukan ditinggalkan.
kocak habis ceritanya, namun sangat menginspirasi. I Like it