Kemarin seorang teman memamerkan aplikasi software akunting yang baru dia beli. Aplikasi software akunting tersebut legal dan harganya sekitar 300 ribu rupiah. Instalasi dan setup aplikasi software-nya pun relatif mudah.
Saya pun bertanya lebih jauh mengenai aplikasi software akunting tersebut.
“Platform sistem operasinya apa?”
“Microsoft Windows..”
“Databasenya pakai apa?”
“Microsoft Access tapi kalau mau dikembangkan lagi bisa pakai Microsoft SQL Server”
“Untuk dukungan teknis dan layanan purna jualnya bagaimana?”
“Itu dikenakan ongkos setiap ada permintaan.”
Ah, rupanya teman saya itu terjebak pada harga murah dari sebuah paket aplikasi software.
Kemudian saya pun menjelaskan mengenai biaya-biaya tersembunyi yang kalau dihitung-hitung sebenarnya membuat harga aplikasi sofware itu tidaklah semurah aslinya.
Coba sekarang kita lihat pada tabel berikut ini mengenai biaya-biaya tersembunyi tersebut:
| JENIS PERANGKAT LUNAK | NAMA PRODUK | HARGA (Rp) |
| Operating System | Windows Vista Business | 2.675.090 |
| Office Application | Microsoft Office Small Business 2007 + Microsoft Access 2007 | 6.600.000 |
| TOTAL INVESTASI | 9.275.090 | |
Anda dapat lihat bahwa sebenarnya harga yang harus dikeluarkan untuk pembiayaan aplikasi software itu adalah sebesar Rp 300.000 + Rp 9.275.090 = Rp 9.575.090,- untuk setiap unit komputer!
Mengapa?
Karena lisensi untuk satu 1 CD aplikasi software adalah hanya untuk satu unit komputer saja.
Harga yang harus Anda bayar tersebut masih belum menghitung biaya-biaya untuk dukungan teknis dan layanan purna jual.
Tips berikut mungkin bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih produk aplikasi software:
- Legalitas software yang digunakan untuk membangun produk tersebut
- Visual FoxPro
- Visual Basic
- Borland Delphi
- Visual C++
- Clipper
- Sybase PowerBuilder
- Kemampuan dukungan teknis dan layanan purna jual
- Berapa lama garansi atas produk tersebut.
- Perbaikan jika ada bug pada aplikasi software tersebut
- Update dan upgrade produk tersebut
- Kemudahan instalasi dan pengoperasian
- Fasilitas uji coba aplikasi software
- Lisensi dari aplikasi software
- Portfolio produk dan perusahaan
- Tanya ahlinya
Setiap produk aplikasi software dibangun menggunakan language programming (bahasa pemograman) yang dikembangkan oleh perusahaan dan/atau komunitas pengembang software.
Pada saat Anda hendak membeli produk aplikasi software jangan lupa tanyakan language programming yang digunakan untuk membangunnya. Secara hukum Anda berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai hal tersebut.
Jika yang digunakan termasuk dalam kelompok proprietary software (perangkat lunak lisensi berbayar), pastikan bahwa mereka menggunakan lisensi yang legal.
Memang secara hukum nasional Anda tidak menanggung resiko atas pelanggaran hak cipta tapi siapa tahu ke depan terjadi perubahan aturan yang lebih keras. Selain itu secara etika moral tentunya Anda tidak mau kan membeli barang yang diproduksi menggunakan bahan curian?
Berikut ini daftar language programming populer yang sering digunakan dalam pengembangan aplikasi software di Indonesia yang termasuk kategori proprietary software:
Dapatkan informasi yang jelas dari dukungan teknis dan layanan purna jual mengenai:
Jika kurang dari satu tahun maka sebaiknya Anda mencari produk lainnya saja.
Apakah akan diperbaiki dan biaya yang harus dikeluarkan (jika ada). Jika untuk perbaikan bug harus membayar sebaiknya Anda mencari produk dari vendor lain saja, apalagi kalau tidak ada perbaikan atas bug.
Mintalah keterangan yang jelas atas fasilitas update dan upgrade dari aplikasi software yang akan dibeli. Tanyakan fasilitas tersebut menggunakan koneksi internet atau dengan dilakukan kunjungan dari tim teknis vendor.
Untuk update seharusnya termasuk dalam layanan purna jual dan bebas biaya sedangkan upgrade sangat wajar jika dikenakan biaya tambahan.
Tentunya Anda ingin aplikasi software yang dibeli user friendly (ramah pengguna) kan? Pastikan bahwa tidak hanya mudah pada saat mengoperasikan produk tersebut tapi juga pada saat proses instalasinya.
Biasanya produk-produk yang berkualitas dilengkapi dengan user manual baik dalam format elektronik (CD, help menu pada aplikasi, web) maupun buku.
Jika tidak tersedia user manual yang memadai sebaiknya Anda mencari produk dari vendor lain saja. Selain itu dalam aturan pemerintah yang sekarang setiap produk yang dijual di wilayah Indonesia wajib memberikan informasi dan cara pemakaiannya dalam Bahasa Indonesia.
Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan produk aplikasi software tanyakan fasilitas uji cobanya.
Vendor-vendor dengan kualifikasi baik biasanya menyediakan layanan demo maupun shareware untuk pemakaian selama jangka waktu tertentu.
Sebaiknya jika tidak ada fasilitas uji coba dari vendor produk aplikasi software tersebut Anda menggunakan produk dari vendor lain saja.
Pastikan dengan jelas mengenai aturan lisensi penggunaan dan kepemilikan dari produk aplikasi software yang Anda beli.
Dalam kegiatan pengembangan software ada source code (kode sumber) yang oleh kebanyakan vendor tidak didistribusikan kepada penggunanya dan memang secara hukum adalah hak cipta dari pengembangnya.
Jika memang source code dari program aplikasi software komputer tersebut dapat diperoleh apalagi menjadi milik Anda maka di hal tersebut adalah keuntungan yang luar biasa.
Dengan memiliki source code tersebut maka Anda dapat melakukan modifikasi dan kustomisasi atas aplikasi software tersebut secara mandiri atau tidak harus selalu melibatkan kembali vendor produsennya.
Biasanya jika aplikasi software yang dibeli termasuk dengan source code-nya, harga dari produk tersebut menjadi lebih mahal daripada jika membeli versi yang hanya dikompilasi.
Ini merupakan hal yang penting dan sering dilupakan orang. Padahal deretan portfolio dari suatu produk dan perusahaan tersebut setidaknya dapat menjadi gambaran kualitas serta kualifikasinya.
Jangan hanya percaya dengan kalimat “sudah banyak atau sudah ribuan pelanggan” dalam testimonial produk atau perusahaan tersebut.
Carilah referensi sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya mengenai produk dan perusahaan tersebut.
Masih ragu atas keputusan Anda memilih produk aplikasi perangkat lunak?
Tanya ahlinya!
Anda dapat melakukannya melalui berbagai media atau bisa kirim pesan melalui japri (jaringan pribadi) saya.
Sekalipun saya sih belum ahli-ahli banget tapi lumayanlah buat nambah-nambah referensi dan yang penting “FREE OF CHARGE”.
Sebenarnya saya pernah membahas mengenai penghematan investasi di bidang teknologi informasi dalam posting Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
Hal penting yang harus Anda pahami adalah produk aplikasi software bukanlah produk keras dan nyata (brick) yang mana di dalamnya terdapat komponen-komponen abstrak seperti ide, kreativitas, seni, buah pikiran, dsb.
Komponen-komponen abstrak itulah yang sering dilupakan orang dan akhirnya terbentuk suatu penyamarataan terhadap seluruh produk aplikasi perangkat lunak.
Mungkin sebagai contoh perbandingan sederhana adalah produk seni seperti lukisan.
Lukisan naturalis karya Basuki Abdullah bisa berharga ratusan juta rupiah sedangkan lukisan karya pelukis lain hanya beberapa puluh ribu rupiah saja.
Topik yang mungkin Terkait:
- Mengapa Tidak Ada Harga Standar Pembangunan Software Komputer?
- Menyusun Proposal Teknis Pengembangan Aplikasi Software
- Harga BBM Melangit? Buka Toko On-line Saja!
- Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?
- Pemanfaatan CMM (Capability Maturity Model) Dalam Pengembangan Aplikasi Software
- Fakta Tentang Kehandalan FOSS (Free Open Source Software)
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian V
- Posisi Penting SME (Subject Matter Expert) dalam Pengembangan Aplikasi Sofware
- Legalkah Polisi Merazia dan Menyita serta Menahan Pemilik Software Bajakan?
- Tips Menghitung Anggaran Biaya Software Development/Engineering
- Tips Mengukur Kualitas Aplikasi Perangkat Lunak untuk “Orang Awam”
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian VI
- Data Lebih Lengkap Soal Razia Illegal Software Di Tempat Publik
- Fenomena “nyantai aja” pake software bajakan..
- Saya Anti Microsoft?




@ juli:
Lho, kenapa tertawa?
Ada sesuatu yang lucukah?
Atau menurut Anda pendapat saya ini mengada-ada?
Salam kenal. Bagaimana kalo mau membangun perusahaan software house yang baru didirikan dengan baik dan benar ? Agar tidak mengecewakan pelanggan.
maklum mas harga murah…
soale masih baru merintis jadi technopreneur…
Saya setuju dengan artikel ini, sering kali client saya menanyakan terkadang kok bisa mahal ya ? nah inilah peran kita sebagai developper, agar mampu menjelaskan konsep, kenapa bisa mahal. Alasan yang paling mendasar adalah: perbedaan yang sangat besar antara produksi jasa dan barang.
Dimana jasa diciptakan dengan hasil kreatifitas, sedangkan barang dengan objek real / nyata.
Thanks
sorry ni mas buya. mau revisi bentar. kebetulan ak juga programmer yang bikin aplikasi sederhana untuk internal perusahaan. yang dimaksud aplikasi tersebut mempergunakan microsoft accees, adalah aku sangat yakin bahwa yang dipakai hanyalah file MDB saja. tidak perlu harus sampai membeli Office Application, Microsoft Office Small, Business 2007 + Microsoft Access 2007, atau keluarga office lainnya. jadi aplikasi tersebut di link dan terpasang dengan activex/komponen untuk mengakses office, sudah dapat membuka file MDB tanpa harus menginstal keluarga office. yang perli dibeli hanya lisensi windows saja, itu jg tidak perlu canggih2 sampai ke vista, cukup xp juga sudah bisa.
@ uray:
Terima kasih masukannya Pak.
Memang jika sekedar mengakses informasi berdasarkan database yang dikelola oleh aplikasi software yang dibangun “cukup” membeli lisensi MS-Access saja.
Tapi hal yang ditekankan adalah adanya “biaya tambahan” untuk aplikasi software yang kita beli.
Nah, biaya tambahan ini yang seringkali lupa disampaikan atau sulit dipahami oleh para pengguna akhir.
Salam
Kalau model penawaran software model sewa seperti Telkom SIAP Online (www.siap-online.com) dapat dipercaya apa tidak yah?
Kalo mw aman u seller dan user ya pake yg cross-platform. Misal .NET : ada versi visual studio gratis (express edition), produk akhir jalan di windows dan linux (via mono), database pake sqlite, atau web platform (php, jsp, asp.net).
Kalo user mampu beli lisensi windows, ya bagus, kalo ga mampu ya pake linux
hehehe. maksudnya si uray saya ngerti dec. kebetulan kita di kantor juga pakai aplikasi yang dimaksud. emang aplikasi bisa jalan hanya dengan windows aja, tanpa install office.
emang kalau belum nyoba gak tau. makanya mas buya coba dulu de, mungkin uhda lama di linux. lupa dengan windows.
@ tukangbaca:
Hehehe.. saya kebetulan development juga untuk produk2 berbasis propietary software bahkan perusahaan saya jadi salah satu ISV resmi mitra Microsoft.
Posting ini saya maksudkan untuk menambah wawasan para pengguna software.
Makasih Banget Mas,Artikelnya bagus banget Pas dengan apa yg saya butuhkan..sukses slalu.
300k untuk harga software apa nggak kemurahen pak?…
padahal programnya dibangun lebih dari 2 bulan.
apakah yg murah2 misal mulai dari harga 100k itu kodingnya cuman kopi paste dari source2 yg dibagikan diluaran sana?..
“Lukisan naturalis karya Basuki Abdullah bisa berharga ratusan juta rupiah sedangkan lukisan karya pelukis lain hanya beberapa puluh ribu rupiah saja.”
Menurut saya ini analogi yang “sangat cocok” untu menggambarkan produk software berkualitas dan bereputasi baik. Ijin untuk men-copas kata-kata Bapak ini dalam booklet katalog produk kami ya Pak Setiabudi. Salam sukses!
(www.titansystems.biz)