Saya pertama kali berkenalan dengan aplikasi free software pada tahun 1998.
Waktu itu Linux sedang ramai diperbincangkan di lingkungan kampus.
Tapi saya sendiri malah lebih dulu berkenalan dengan aplikasi free software sistem operasi FreeBSD.
Sistem operasi FreeBSD dikenalkan oleh sekondan saya Bagus Narendro Utomo yang sering ngerjain proyekan bareng-bareng saya sejak tahun 2000
Proyek implementasi open source saya dimulai tahun 2000 dengan mengerjakan situs web Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akhirnya jadi kehebohan nasional dimana-mana
Kemudian di tahun yang sama, situs web Pemerintah Provinsi Riau juga mengimplementasikan open source.
Mengenang proses pengenalan open source di klien-klien saya sejak tahun 2000 menyimpan banyak cerita.
Terlebih saat saya waktu itu menawarkan konsep web base application untuk menggantikan aplikasi berbasis Windows.
Banyak orang tidak percaya bahwa platform teknologi Internet dapat diimplementasikan di tingkat jaringan lokal.
Bayangan mereka, aplikasi layanan Internet hanya dapat berjalan di jagad maya saja dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan jaringan lokal (Intranet).
Tapi setelah saya buktikan dengan mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), Sistem Informasi Pelayanan Satu Atap (Siyantap), dsb di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Provinsi Riau maka keraguan itu terkikis.
Bahkan akhirnya mereka menetapkan standar tersebut bagi pengembangan-pengembangan aplikasi di lingkungan internalnya.
Sebuah catatan yang membuat langkah saya memastikan diri mengembangkan open source adalah fakta saat mengembangkan aplikasi software di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dari rentang tahun 2000-2005.
Saat itu, server-server saya yang diinstalasi dengan FreeBSD tidak pernah down apalagi sampai harus instal ulang sejak tahun 2000 hingga 2003.
Padahal bisa dibilang pengelolaan serta pemeliharaan yang dilakukan oleh SDM lokal lumayan barbar
Sedangkan server-server yang mengoperasikan aplikasi berbasis Windows setiap bulan harus di-patch bahkan ada yang akhirnya harus diinstal ulang
Melihat kondisi tersebut maka akhirnya mereka pun sepakat untuk menggunakan open source di seluruh lini servernya.
Walaupun tetap saja di tiap-tiap komputer klien masih menggunakan Windows, hehehe..
Alhamdulillah, akhirnya banyak klien-klien saya yang bersedia bermigrasi ke platform open source.
Terutama di lingkungan lembaga pemerintah.
Semoga dengan semakin banyaknya institusi domestik di negeri ini yang mengimplementasikan open source akan meningkatkan daya saing industri kita serta menekan terbangnya devisa ke luar negeri.
Popularity: 8% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Fakta Tentang Kehandalan FOSS (Free Open Source Software)
- MetaCare: Road to INAICTA 2010 Open Source Category Winner
- Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?
- Open Source Software Hanya Tren (alias nanti bakalan hilang)?
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Memori Ramadhan 20 Tahun Lalu
- Saya Anti Microsoft?
- Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
- Kritikan terhadap UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
- Selamat Tahun Baru 1429H (Heran, kok nggak ada sidang isbat yaa??)
- Posisi Penting SME (Subject Matter Expert) dalam Pengembangan Aplikasi Sofware
- Menyusun Proposal Teknis Pengembangan Aplikasi Software
- Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?
- Mengapa Tidak Ada Harga Standar Pembangunan Software Komputer?
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian V)

Maaf sebelummnya, saya mau tanya SIM Kepegawaian harganya berapa?
Software yang digunakan apa saja? Berapa lama membuatnya? Komponen-komponen apa saja yang ada dalam aplikasi tersebut??
Data yang saya perlukan untuk keperluan tugas akhir saya.
Terima kasih sebelumnya.
@ dede:
Halo Mas Dede,
Untuk harga negotiable
Kebetulan yang kami kembangkan berbasis FOSS (Free Open Source Software).
Proses pengembangannya hingga dapat diimplementasikan minimal satu bulan.
Komponen standarnya biodata, jenjang karier, pendidikan, dsb.
Semoga informasi dapat membantu dan terima kasih kembali.