Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

    Berikut ini adalah daftar blog yang ditangkap oleh feed agregator blog ini dari sekitar 500 blog yang menarik saya.

    Daftar ini hanya menampilkan blog yang memiliki posting sesuai dengan tanggal hari ini dan dimutakhirkan setiap 30 menit.

    Selamat menikmati tulisan-tulisan menarik dari daftar berikut:

Mengembangkan dan Mempertahankan Industri Kreatif

Industri kreatif saat ini sedang menjadi primadona para pelaku usaha di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Banyak bukti suksesnya industri kreatif yang relatif hanya bermodalkan “otak” dengan sumber daya seminimal mungkin tetapi mampu mengumpulkan kapitalisasi yang luar biasa dibandingkan jenis industri yang padat modal dan sumber daya.

Sebagai contoh, Microsoft Corp mampu menjadi perusahaan terbesar dan terkaya di dunia dengan aset dan jumlah sumber daya yang relatif kecil dibandingkan dengan sebuah perusahaan eksplorasi minyak sekelas Exxon.

Belum lagi contoh-contoh sukses lainnya seperti Google, Oracle atau di skala nasional ada Sudarpo Informatika, Zahir Accounting, Andal Software, dsb.

Dari sekian banyak industri kreatif yang ada, seluruhnya mencirikan satu hal yang sama “otak adalah aset utama”.

Maksudnya?

Ya.. aset utama dari industri kreatif adalah “brainware” dari para pelaku di dalam perusahaan tersebut.

Brainware alias perangkat benak ini lah yang menjadi kunci sukses sebuah industri kreatif.

Tentu saja dukungan modal dan manajemen yang memadai merupakan elemen yang sangat penting tetapi sering dilupakan para pelaku industri kreatif.

Namun kekuatan utama untuk bertahan di dalam sebuah industri kreatif adalah aset berupa para konseptor, kreator dan inovator dari mulai lini top manajemen hingga pegawai yunior.

Maka dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika sampai terjadi eksodus para pegawai di bidang industri kreatif dari sebuah perusahaan.

Eksodus mereka tentunya sangat merugikan perusahaan yang ditinggalkan karena “aset utama” yang ada di dalam otak masing-masing pegawai juga ikut dibawa.

Karena itu upaya untuk menjaga loyalitas para pegawai maupun manajemen puncak adalah sebuah hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi perusahaan di bidang industri kreatif.

Berbagai cara digunakan untuk “mengikat” para personil strategis tersebut.

Mulai dari gaji yang tinggi, fasilitas yang melimpah, bonus yang menggiurkan hingga memperoleh porsi saham perusahaan.

Tapi seringkali yang dilupakan oleh para pemilik perusahaan itu adalah “kebutuhan dasar” mereka sebagai manusia kreatif dan inovatif.

Bagi mereka kebutuhan diapresiasi dengan layak atas karya-karyanya hingga kebebasan mengeksplorasi segala sumber daya serta suasana kerja yang kondusif adalah lebih penting daripada hal-hal tersebut di atas.

Popularity: 8% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Mengembangkan dan Mempertahankan Industri Kreatif
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Tips Metode Selalu Menjadi Kreatif
  2. Sebenarnya Apa Sih ERP Itu? Plus Apa Manfaatnya?
  3. 5 Elemen Kunci Internal Control
  4. Posisi Penting Seorang CIO
  5. Belajar dari Model Bisnis Nokia
  6. Perbandingan Fokus Internal Control antara CoBIT, eSAC dan COSO
  7. Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian II
  8. Dagang Ayam Goreng Aja Pake IT!
  9. Perbedaan CIO dan CTO
  10. Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda
  11. Penerapan IT Management Tools di Indonesia
  12. Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”
  13. Apakah Manfaat Sistem Informasi Bagi Bisnis Anda?
  14. Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik
  15. Kuasai Informasi untuk Kuasai Dunia!

2 comments to Mengembangkan dan Mempertahankan Industri Kreatif

  • Bagi mereka “kebutuhan diapresiasi dengan layak atas karya-karyanya hingga kebebasan mengeksplorasi segala sumber daya serta suasana kerja yang kondusif” adalah lebih penting daripada hal-hal tersebut di atas

    apaan tuh bos ? : gak begitu jelas nih,… bisa lebih terbuka berikut contoh contoh nya, agar lebih brmanfaat ilmunya,..thanx
    1. diapresiasi tuh gimana ? apakah dengan dipuji, dibuat seminarnya, dicantumkan pembuatnya or bgmn ?
    2.kebebasan ekplorasi tuh bgmn ? apakah boleh seenaknya jam kerja, atau bgmn ?
    3. suasana kerja yg kondusif tuh bgmn ?
    ada angelina sondakh ? ada es kelapa muda tiap hari ? or bgmn ?

    trims bos atas sharing nya

  • @ sutatosa:

    Halo Pak,

    Bagi mereka “kebutuhan diapresiasi dengan layak atas karya-karyanya hingga kebebasan mengeksplorasi segala sumber daya serta suasana kerja yang kondusif” adalah lebih penting daripada hal-hal tersebut di atas

    apaan tuh bos ? : gak begitu jelas nih,… bisa lebih terbuka berikut contoh contoh nya, agar lebih brmanfaat ilmunya,..thanx
    1. diapresiasi tuh gimana ? apakah dengan dipuji, dibuat seminarnya, dicantumkan pembuatnya or bgmn ?

    Pada dasarnya, setiap manusia apapun latar belakangnya ingin sebuah “pengakuan”.

    “Pengakuan” ini tentu saja terkait dengan penghargaan atas karya dan keberadaan mereka.

    Contoh apresiasi yang mungkin terlihat sepele tapi sangat berharga adalah ucapan terima kasih atas dedikasi mereka hingga menghasilkan prestasi kerja yang baik.

    Atau seperti mengakui karya mereka di publik.

    Hal yang sangat jarang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di kita.

    Padahal jika melihat salah satu contohnya Adobe, kita akan melihat saat loading produk aplikasi softwarenya selalu muncul daftar anggota tim yang terlibat mengembangkannya.

    2.kebebasan ekplorasi tuh bgmn ? apakah boleh seenaknya jam kerja, atau bgmn ?

    Inti dari eksplorasi adalah mengembangkan ide-ide yang ada dalam benaknya.

    Selama ini dalam banyak kasus, demi alasan standardisasi, banyak perusahaan mengekang hal tersebut.

    Hingga akhirnya karyawan diperlakukan hanya sebagai “mesin” dari kebijakan perusahaan.

    3. suasana kerja yg kondusif tuh bgmn ?
    ada angelina sondakh ? ada es kelapa muda tiap hari ? or bgmn ?

    Angelina Sondakh mungkin saja bisa menjadi “penyegar” suasana di kantor hingga menginspirasi banyaknya ide :smile:

    Suasana kerja yang kondusif tentu saja bermula dari kebersamaan di lingkungan internal anggota tim itu sendiri.

    Tanpa “spirit” yang sama maka tentu saja agak sulit menyatukan langkah dan menciptakan suasana kondusif di lingkungan kerja.

    Spirit kebersamaan dalam visi dan misi itulah yang harus dikembangkan secara bersama-sama sehingga akhirnya masing-masing anggota tim merasa menjadi bagian di dalamnya.

    trims bos atas sharing nya

    Sama-sama Pak, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>