80 tahun yang lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, berbagai perwakilan pemuda dari seluruh tanah air Indonesia berkumpul melaksanakan sebuah kongres.
Kongres yang diilhami oleh gerakan intelektual kaum muda 20 tahun sebelumnya dalam wadah Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.
Ternyata sejarah panjang bangsa, tanah air dan bahasa Indonesia sudah ditancapkan dengan kokoh oleh “kaum muda” sejak 80 tahun yang lalu.
Tanpa pemikiran dan kerja keras intelektual muda tersebut, rasanya berdirinya Republik Indonesia adalah sebuah kemustahilan.
Lantas, apa yang sudah dilakukan para pemuda saat ini?
Di satu sisi, saya bangga melihat para pemuda berprestasi di berbagai bidang bahkan tanpa peduli apakah kerja keras mereka kemudian diapresiasi dengan layak oleh bangsanya sendiri.
Di lain sisi, saya miris melihat makin meningkatnya korban maupun pelaku kejahatan narkoba, seks bebas maupun penyakit-penyakit mental maupun sosial lainnya.
Apa yang salah?
Tidak ada.
Kesalahan terbesar adalah dilemahkannya posisi para intelektual muda dari tatanan elit strategis negeri ini.
Dalam beberapa dekade ini, kaum muda dipinggirkan dengan alasan minim pengalaman dan kelabilan mental.
Padahal begitu banyak contoh dalam sejarah revolusi ataupun reformasi di dunia dipelopori oleh kaum muda.
Apalagi jika melihat catatan tinta emas sejarah negeri ini.
Setiap perubahan yang terjadi selalu melibatkan kepeloporan kaum cendikiawan muda.
Tapi yang harus diingat adalah “mereka bukan menunggu kesempatan tetapi segera menciptakan peluang”.
Jika saja para pemuda saat itu taat menunggu proses sidang BPUPKI dan tidak mengamankan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, mungkin proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak akan pernah terwujud.
Maka sudah waktunya kita, kaum muda negeri ini menciptakan banyak peluang emas di segala peran yang sedang kita geluti demi kejayaan negeri ini.
Terdengar membual, mengkhayal, dsb?
Kata-kata negatif semacam itu pula yang pernah disampaikan kepada para pemuda terbaik bangsa ini yang pernah menancapkan tonggak sejarah Indonesia!
Popularity: 7% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Nostalgia Memasarkan Open Source 8 Tahun Lalu..
- Memori Ramadhan 20 Tahun Lalu
- Apa yang Terjadi Setelah Seabad Kebangkitan Nasional?
- Kemana Nih LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) Cs?
- Surat Terbuka untuk Yang Mulia Para Petinggi Negeri
- Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Selamat Tahun Baru 1429H (Heran, kok nggak ada sidang isbat yaa??)
- Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
- Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?
- Romadhon… Sekedar Ajang Menabung Pahala? (Demi Menebus Dosa Sepanjang Tahun)
- Megalomania: Penyakit yang Mewabah di Negeri Ini..
- Mengapa Sejarah Itu Penting?
- Mohamad Toha: “Pahlawan Nasional Tanpa Tanda Jasa”
- Waterloo – Juni 1815

10 Komentar Terakhir