Anda ingin memiliki sebuah portal site sejenis Amazon, eBay, Bhineka, dsb dalam mendukung bisnis yang sekarang sedang dijalankan?
Banyak sekali solusi yang ada yang dapat Anda pilih dalam mewujudkannya.
Namun biasanya solusi-solusi tersebut menurut Anda terlalu rumit dan memerlukan investasi yang tidak kecil serta cenderung beresiko tinggi.
Benarkah demikian?
Berikut ini akan mari kita diskusikan beberapa tips dan pemecahan atas masalah yang biasanya timbul dalam pengembangan On-line Transaction Portal.
- Masalah & Solusi Nama Domain Internet
- Masalah & Solusi Investasi Perangkat Keras
- Masalah & Solusi Investasi Perangkat Lunak
- Masalah & Solusi Biaya Rutin Internet
- Masalah & Solusi Keamanan
- Masalah & Solusi Legalitas
- Masalah & Solusi Pembayaran dari Pelanggan
Nama domain internet adalah hal terpenting dalam pembangunan sistem transaksi on-line Anda.
Anda dapat memilih untuk menggunakan domain yang bernaung di bawah IDNIC (seperti co.id, net.id, or.id, dsb) yang dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia) atau Internic (seperti .com, .net, .org, dsb) yang dikelola oleh beberapa registrar seperti Domain Registry.
Apapun pilihan Anda, hal penting yang harus diingat adalah “KEPEMILIKAN/PENGUASAAN NAMA DOMAIN”.
Saat ini banyak kasus penyanderaan nama domain oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai alasan/faktor.
Jadi sebaiknya Anda melakukan proses pendaftaran dan pembelian nama domain secara langsung. Jika diwakilkan kepada pihak kedua, buatlah kontrak legal yang jelas yang menekankan bahwa kepemilikan nama domain tersebut adalah mutlak milik Anda tanpa syarat dan kondisi apapun.
Sebenarnya proses pendaftaran pun sekarang sudah cukup mudah dan prosesnya pun sudah relatif cukup cepat.
Saran saya sih sebaiknya menggunakan nama domain IDNIC jika di kemudian hari terjadi masalah hukum maka dapat diselesaikan menggunakan aturan hukum dan lembaga peradilan di Indonesia.
Selain itu nilai iuran tahunan untuk nama domain Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan nama domain Internic yang menggunakan mata uang US$.
Seringkali banyak konsultan/vendor aplikasi software yang merekomendasikan bahkan mewajibkan para pemilik bisnis yang ingin membangun situs e-Commerce-nya untuk membeli minimalnya satu unit perangkat komputer server.
Haruskah kita memilikinya?
Jawabannya adalah TIDAK.
Sebagai tahap awal Anda dapat menggunakan layanan web hosting yang disediakan oleh berbagai penyedia layanan tersebut.
Anda dapat memilih perusahaan hosting yang berkompeten dengan membandingkan layanan-layanan yang disediakan oleh mereka. Tentunya pilih sesuai kebutuhan dan spesifikasi software yang dikembangkan.
Pilih yang paling kecil kapasitas ruang sewa hosting saja dulu karena sejalan dengan makin meningkatnya transaksi maka kita dapat meningkatkannya.
Jika memang jumlah pengunjung dan transaksi di situs kita sudah banyak, dapat melakukan co-location server.
Di Jakarta terutama di perusahaan-perusahaan yang berkantor di Gedung Cyber, sudah banyak yang menawarkan biaya sewa sekitar $US 100/bulan untuk satu server milik pelanggan dengan lebar bandwidth rata-rata 128 KBps.
Nah, Anda dapat melihat sendiri bahwa investasi dapat dilakukan secara proporsional dengan perkembangan bisnisnya sendiri kan?
Saat ini perkembangan software berbasis FLOSS sudah mulai marak digunakan.
Untuk penjelasan mengenai penghematan investasi di sisi software dengan memanfaatkan FLOSS dapat Anda lihat di sini.
Sedangkan untuk membangun aplikasi software website-nya sendiri Anda dapat menggunakan jasa pihak kedua untuk melaksanakannya.
Saat ini sudah banyak aplikasi-aplikasi CMS (content management system) untuk aplikasi berbasis web populer yang tidak berbayar seperti Mambo Open Source, Joomla, Drupal, Xaraya, dsb.
Jika ada waktu Anda dapat mempelajarinya sendiri dan membangun situs sendiri menggunakan salah satu dari aplikasi-aplikasi di atas.
Menghitung biaya rutin bulanan yang harus Anda keluarkan untuk akses internet harus dihitung berdasarkan tingkat tingginya transaksi yang harus diproses.
Jika pemakaian internet Anda sudah melebihi lima jam per hari dan digunakan setidaknya lima hari dalam seminggu maka penggunaan sambungan internet tetap untuk akses tidak terbatas (unlimited access) seperti SPEEDY adalah relatif lebih murah.
Namun kalau masih kurang dari itu sih mungkin sebaiknya gunakan dial-up saja.
Atau solusi berikut mungkin dapat Anda gunakan:
Ajaklah tetangga Anda (baik di rumah atau di kompleks toko/kantor) untuk berbagi-pakai (sharing) koneksi internet.
Secara kapasitas bandwidth, akses internet SPEEDY dapat dibagi-pakai untuk sekitar 25 komputer (ini sudah dibuktikan di kantor saya) sehingga dengan demikian setidaknya Anda dapat mengajak sekitar 10 tetangga Anda untuk patungan akses internet.
Terus bagaimana untuk pengaturan akses internetnya?
Di modem ADSL standar yang digunakan SPEEDY sudah tersedia software berbasis web yang bisa diatur untuk berbagi-pakai internet.
Anda tinggal membeli modem ADSL, kabel UTP, connector RJ-45 dan hub untuk membangun LAN (local area network) sendiri.
Sulit memasang konektor RJ-45 ke kabel UTP-nya? Beli saja yang sudah jadi atau minta dibuatkan ke tukang kabel juga bisa kok.
Nah, kapan lagi bisa akses internet dengan akses tak terbatas (unlimited access) hanya seharga Rp 75.000,-/bulan?
Masalah keamanan sistem yang Anda bangun adalah hal penting dan kritis yang harus diperhatikan.
Dengan maraknya kegiatan cracking yang dapat menjatuhkan kredibilitas bisnis Anda, hal di atas seharusnya menjadi bagian yang diperhatikan secara serius dan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi memadai di bidang tersebut.
Anda tentunya tidak ingin data-data elektronik pelanggan situs portal e-commerce milik perusahaan Anda dipublikasikan/digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab kan?
Solusi paling efektif adalah tentunya melibatkan pihak yang memiliki kompetensi di bidang keamanan sistem komunikasi data elektronik.
Sekalipun tidak ada jaminan adanya sistem yang 100% aman dan tidak bisa dibobol cracker, langkah-langkah antisipasi dan disaster recovery secara responsif adalah hal yang sangat diperhatikan oleh para pelanggan kita.
Masalah legalitas/status hukum dari transaksi yang diproses melalui situs portal e-commerce milik Anda adalah hal yang sering diabaikan (mungkin juga karena kurangnya pemahaman).
Perlindungan atas data pelanggan/pemesan, pertanggungjawaban atas pengiriman pesanan dan sistem pembayaran adalah hal yang sangat bersinggungan dengan aspek hukum (sekalipun Rancangan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) masih belum juga disahkan oleh DPR sejak tahun 2001).
Karena itu penetapan aturan transaksi yang jelas dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku pada situs portal e-commerce Anda adalah hal yang sangat penting adanya.
Masalah pembayaran dari pelanggan pun merupakan hal yang harus diperhatikan. Cara paling mudah memang para pelanggan harus melakukan transfer ke rekening perusahaan Anda.
Namun hal ini masih menimbulkan ganjalan di pihak pemesan/pelanggan karena ketidakpastian kapan dananya efektif diterima oleh Anda (kecuali Anda membuka rekening di setiap bank sehingga setiap transaksi dapat dilakukan real-time antar rekening di bank yang sama).
Hal tersebut masih belum dapat menjadi solusi yang efektif jika pelanggan/pemesan Anda berdomisili di luar negeri.
Menggunakan kartu kredit adalah salah satu solusinya. Hanya saja solusi ini akan menjadi sangat mahal dan sulit dilaksanakan bagi usaha kelas kecil dan menengah.
Sebenarnya ada solusi menggunakan jasa pihak ketiga seperti PayPal. Tapi disebabkan maraknya kegiatan fraud di Indonesia, pihak PayPal hanya membatasi penerimaan transaksi saja dan tidak memberikan layanan penarikan dana dari Indonesia.
Semoga saja ke depan dengan semakin tingginya penegakan hukum maka semakin banyak perusahaan-perusahaan pembayaran sejenis PayPal memberikan dukungan penerimaan dan penarikan dana dari Indonesia.
OUTSOURCING SEBAGAI SOLUSI YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
Pusing?
Bingung?
Membuat Anda jadi mundur untuk membangun situs portal e-commerce untuk mendukung bisnis?
JANGAN.. KARENA SETIAP MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA
Outsourcing adalah salah satu jawaban yang paling efektif dan efisien.
Dengan memanfaatkan jasa outsourcing dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kompetensi di bidang tersebut maka Anda tidak perlu lagi dipusingkan dan direpotkan dengan hal-hal di atas.
Anda cukup berfokus pada kegiatan bisnis inti sedangkan untuk urusan operasional dan penerapan teknologi informasi dilaksanakan 100% oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing tersebut.
Bingung mencari perusahaan penyedia jasa outsourcing yang kompeten, memiliki reputasi, kredibilitas dan kapasitas yang baik?
Insya Alloh PT. AWAKAMI bisa membantu Anda
Popularity: 4% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Harga BBM Melangit? Buka Toko On-line Saja!
- Tips Mengukur Kualitas Aplikasi Perangkat Lunak untuk “Orang Awam”
- Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda
- Apakah Manfaat Sistem Informasi Bagi Bisnis Anda?
- Tips Memilih Kontraktor IT di Organisasi/Perusahaan Anda
- SSL dan CA, Aspek Penting yang Sering Dilupakan Saat Membangun e-Commerce
- Tinjauan Buku “Blog Marketing”
- Kenapa Nggak Pakai Nama Domain Indonesia?
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Tanggapan Pribadi Atas Internet Marketing & Motivasi Gabung dengan TDA
- Ngeblog yang (Relatif) Aman dan Mandiri
- Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
- Outsourcing: Trend Bisnis Mutakhir?
- Step by Step Build Online Store for Dummies
- Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik

Hi. saya ingin tanya untuk buat program toko one line kira2 berapa pak, makasih
@Sakdullah:
Bisa disurvey di internet Pak Sakdullah.
Doakan tim saya bisa segera launching produk e-marketplace berbasis komunitas toko online terintegrasi dengan akunting & inventori.