Setelah menonton sebuah acara debat di sebuah televisi swasta tentang pihak yang pro dan kontra terhadap RUU Pornografi, perasaan saya menjadi semakin iba dengan kondisi bangsa ini.
Bagaimana tidak.
Urusan moralitas yang sebenarnya sangat standar digunakan oleh seluruh agama di negeri yang berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa ini menjadi sedemikian pelik dan berlarut-larut penyelesaiannya.
Pornografi dan pornoaksi adalah penyakit sosial yang tentu saja sudah disadari oleh seluruh komponen masyarakat di belahan bumi manapun sebagai perusak mental.
Namun ironisnya, berkedok di belakang kebebasan berekspresi, keindahan seni dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal maka para penggagas maupun pelaku pornografi pun pornoaksi menyuarakan hak untuk dibiarkan tumbuh.
Sebenarnya jika sampai pornografi dan pornoaksi harus sedemikian tinggi kelasny hingga harus dikelola melalui sebuah undang-undang maka hal tersebut mencerminkan betapa parahnya penyakit sosial maupun mental ini mewabah di masyarakat.
Lantas, apakah dengan dibuatnya sebuah undang-undang maka selesai sudah masalahnya?
Berabad-abad bangsa ini hidup dalam pola represif pemerintahannya.
Sehingga sangat wajar jika kemudian kita lebih memilih “takut” kepada aparat daripada membangun kesadaran di dalam diri.
Dilarang seperti apapun, pornografi dan pornoaksi akan selalu menjadi komoditas di setiap jaman.
Hanya kesadaran dari setiap anggota masyarakat yang akan menutup perkembangannya.
Membangun kesadaran ini adalah hal paling utama yang harus dilakukan.
Sehingga seperti apapun, pada akhirnya benteng terakhir yang ada dalam setiap individulah yang akan bertahan.
Tapi apakah ini berarti hukum yang bertugas mengawasi, mengontrol dan memberikan sanksi menjadi tidak penting?
Tentu saja penting!
Hanya saja rumusannya adalah hasil mufakat semua pihak.
Sehingga jangan sampai terjadi niat baik ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang sengaja mengambil kesempatan dengan melemparkan fitnah dimana-mana.
Kepada sahabat-sahabat yang Muslim, mereka melemparkan fitnah bahwa ada kelompok-kelompok Nonmuslim yang sengaja menolak sehingga muncul pemikiran bahwa agama selain Islam menjadi pendukung pornografi dan pornoaksi.
Sedangkan kepada sahabat-sahabat yang Nonmuslim, mereka melemparkan fitnah bahwa jika RUU ini disahkan maka akan menjadi jalan bagi para kelompok Islam fundamentalis untuk memuluskan rencananya menjadikan syariat Islam sebagai asas hukum dan ideologis di negeri ini.
Saya percaya, tidak ada satupun elemen yang masih memiliki nurani di negeri ini yang tidak ingin generasi mudanya dirusak oleh pornografi dan pornoaksi.
Sehingga sebaiknya kita duduk bersama dalam suasana kekeluargaan untuk menyusun tata aturan baru yang lebih berimbang dan tentu saja menjunjung tinggi keadilan.
Jangan pernah berikan kesempatan para bajingan moral merusak negeri ini dengan mengadu-domba kita!
Popularity: 7% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Ribut-Ribut Blokir Situs Porno
- Berita Basi: Ribut-Ribut IPDN (Kok Akabri Nggak Pernah Ribut yaa??)
- Ribut-Ribut Gratis ups.. Gratifikasi
- Nggak Malu Ribut Melulu Ngomongin Hak?
- Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Kerikil dan Hati
- Catatan Kecil Rakernas Rumah Zakat 2010
- Kompetisi Antar Lembaga Amil Zakat
- Data Lebih Lengkap Soal Razia Illegal Software Di Tempat Publik
- Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
- Kritikan terhadap UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
- Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Metamorfosis Tukang Obat Keliling Gaya Baru

Salam semuanya,
.


Yah saya setuju juga dengan pendapat anda, tapi saya malah sedih mengapa pemerintah membahas yang tidak karuan kayak bikin RUU Pornografi??? Perut rakyat masih lebih penting dari pada masalah RUU Pornografi hiks menyedihkan saya melihat negri ini
Bisa jadi RUU Pornografi juga dibuat hanya sekedar mencoba pengalihan kasus yang sedang disorot rakyat.
Padahal, letaknya pornografi itu dimana sih?? jelas2 pribadi masing2 juga, kalo orang itu otaknya beres yah liat hal2 yang berbau porno saya rasa ga masalah, yah biasa2 ajalah.
Tapi kalo orang otak bawaannya udah ga beres, liat sapi bugil aja juga saya rasa dah ga karuan pikirannya
Jadi tentang pornografi saya rasa tergantung kesehatan otak pribadi ajalah, kenapa harus menyalahkan sebuah benda?? yang salah yah orangnya, sapa suruh mikir ga karuan. kalo semua hal yang dipikir tidak senonoh di hilangkan, saya rasa akan muncul hal-hal yang tidak baik lainnya, itu sih sudah merupakan hukum alam, ada yang hilang yah ada yang muncul, lalu pertanyaanya, mau sampe kapan kita sweeping?? seperti penyakit lah misalnya, kita kena penyakit A lalu di obatin akhirnya kena penyakit B lalu di obatin lagi, yang terpenting itu bukan pada obatnya tapi bagaimana kita menjaganya, penyakit sih biar dilarang atau diobatin juga ada aja, kenapa repot2 dengan penyakit??? harusnya bagai mana kitanya ajalah, itukan memang masalah pribadi masing2, kalo mental kt tidak sanggup dengan A yang jangan coba2 mencari si A, kalo kita memang ga masalah dengan si A yah liat2 si A juga ga ngefek.
Sebetulnya mengapa harus larang ini dan itu, tinggal tanya aja pada diri kita masing2 membawa kebaikan atau tidak?? kalo tidak membawa kebaikan tinggal jauhin tanpa ngurusin pribadi yang lain.
Menurut saya, yang paling penting adalah, bagaimana orang tua mendidik putra dan putrinya dalam keluarga.
Kalo masing2 keluarga sudah beres memiliki putra putri yang bermoral tentu lingkungan pun juga tenang, jika lingkungan baik tentu negara juga tenang.
Kita lihat para kriminal pembuat masalah, cobalah tengok cara keluarganya mendidik orang2 macam itu, cobalah survei lingkungan sekitar jika ada anaknya yang bikin pusing lingkungan, pasti dah jelas keluarganya masa bodo ama putra putri mereka, yah jelaslah putra putri mereka bikin kisruh lingkungan RT sekampung.
Saya malah terbahak-bahak melihat berita di TV tentang RUU Pornografi, ya elahh….negara lagi kacau2 begini, ekonomi hancur, perdagangan dalam negri sedang runyam, saham negara sedang hancur, rupiah melemah disaat dolar US hancur, barang2 pada naek, harga GAS naek, minyak entah kemana ehhhh….. ini malah bikin RUU Pornografi malah pada rebut2 kayak kentut
kalo saja pahlawan bangsa ini pada hidup kembali, dijamin pada muntah darah melihat hasil perjuangannya jadi kacau begini hiks
semoga bangsa ini menjadi pada sehat, makmur sejahtera dan waras otak para pejabatnya…..amien
seberapa banyak RUU yang dibuat tp kl yang banyak melanggar tdk ditindak tgs bhkan ada jg yg melindungi ,yaaah nonsen