Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Prosedur PHK yang (Diharapkan) Obyektif

“Kang, pernah punya pengalaman mecat karyawan?” tanya seorang sahabat dekat saya via YM.

“Pernah, beberapa minggu yang lalau saya baru PHK seorang karyawan,” balas saya.

“Tapi maaf nih, saya nggak bisa jelasin kenapa saya PHK karyawan itu,” jelas saya.

Kira-kira seperti itu dialog yang terjadi beberapa hari lalu tersebut.

Memang masalah prosesi pemutusan hubungan kerja seringkali mengundang dilema buat kita.

Bagaimanapun juga kita kan masih punya nurani saat harus mengambil kebijakan tersebut.

Namun di sisi lain sebagaimana terjadinya hubungan tersebut maka sudah pasti ada akhir yang memang harus terjadi.

Hanya saja, bagaimana supaya kita bisa obyektif saat melakukannya?

Tentu saja supaya obyektif harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Dimana masing-masing pihak mengerti hak dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri.

Termasuk sanksi dan faktor yang dapat diterima hingga terjadinya PHK.

Sehingga saat kita harus mengambil keputusan maka ukuran yang digunakan bukan lagi sekedar emosi atau perasaan belaka.

Saat melakukan PHK kita dapat bersikap bijak dan terukur.

Demikian pula di sisi karyawan, mereka dapat menerimanya karena memang ada klausul-klausul dalam kesepakatan atau aturan kerja yang “disepakati” dapat menyebabkan terjadinya PHK.

Sehingga sangat penting untuk Anda membuat kontrak kerja yang jelas dan terperinci terutama masalah hak serta kewajiban masing-masing.

Popularity: 7% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Prosedur PHK yang (Diharapkan) Obyektif
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Bingung Menetapkan Kriteria Manajer Proyek yang Baik? Ini Tips Menentukannya!
  2. Waduh… THR Kok Diributin
  3. Prosedur Pemasangan Iklan
  4. Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik
  5. Ngeblog yang (Relatif) Aman dan Mandiri
  6. Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian III
  7. Nilai proyek CMS website Pemda yang pantas?
  8. Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
  9. Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
  10. Mencari yang Mau Menerima Kebaikan Saja kok Susah..
  11. Sisindiran, Kesenian Tradisional Sunda yang Dilibas Rap
  12. Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)
  13. Kesejahteraan VS Kekayaan = Target Infaq VS Income yang Harus Dicapai
  14. Hidupilah Komunitas bukan Hidup dari Komunitas!
  15. Jangan Batasi Akses Internet di Kantor!

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>