Apa yang ada dalam pikiran Anda saat melihat sebuah lukisan seorang pria mengenakan sorban dan berjanggut?
Seorang alim ulama? Seorang sufi?
Lantas, apa yang terlintas dalam pikiran Anda saat melihat sebuah foto seorang laki-laki sedang bergaya mengenakan jaket kulit di atas sebuah motor besar?
Seorang biker? Seorang eksekutif puncak yang kebanyakan uang dan ingin bergaya?
Hmm.. apakah asumsi Anda memang sesuai dengan faktanya?
Bagaimana tanggapan Anda jika ternyata lukisan pria bersorban dan berjanggut itu ternyata adalah Abu Lahab?
Sesosok manusia yang sedemikian bencinya kepada Islam hingga akibat kerusakannya diabadikan oleh Alloh SWT dalam sebuah surat khusus di dalam al-Qur’an?
Kemudian, foto pria yang sedang bergaya di atas motor besar itu ternyata adalah foto KH. Abdullah Gymnastiar?
Hmmm.. ternyata asumsi kita banyak dipengaruhi oleh referensi dan preferensi yang terkumpul serta terbentuk dalam pikiran kita selama ini.
Padahal seringkali asumsilah yang kita gunakan dalam mengambil keputusan di saat-saat kritis dengan sedemikian banyaknya tekanan dan minimnya masukan.
Ternyata berpikir dan bersikap terbuka adalah sebuah sikap yang bijaksana terutama pada saat harus mengambil keputusan di saat genting.
Mengamati dan mempertimbangkan seluruh aspek pada saat akan mengambil keputusan adalah sebuah langkah yang relatif aman dalam mengambil keputusan yang (juga relatif) paling tepat.
Popularity: 6% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan
- Hati-Hati dengan Pembajakan Alamat E-mail
- Berhati-hati dengan Personal Branding
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Kerikil dan Hati
- Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
- Mungkinkah Ada Makan Siang Gratis dengan Iblis?
- Bangkitkan Naluri Anda!!
- Tahukah Anda Seorang Penerbang Menggantungkan Hidupnya pada Sebatang Jarum?
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda
- Apakah Manfaat Sistem Informasi Bagi Bisnis Anda?
- Review Buku: “Rich Game – Cara Kaya dengan Investasi”
- Panglima Itu Tidak Perlu Mengetahui Semuanya Tapi Harus Bisa Mengendalikan Semuanya
- Tanggapan Pribadi Atas Internet Marketing & Motivasi Gabung dengan TDA

Salam Hangat
Yah begitulah, kadang-kadang banyak sebagian orang yang menilai sesuatu itu hanya berdasarkan jubah dan nama, padahal jubah tidak meng-identikan seseorang dan apalah artinya sebuah nama pula, yang putih belum tentu malaikat dan yang hitam belum tentu juga iblis.
Jika kita mengkaji sesuatu dari ukuran jubah atau nama saja, jelas masukan untuk pengetahuan kt hanya sebatas itu saja. Padahal benar juga dalam hal-hal genting kt perlu berfikir secara cepat dan tepat jangan asal pikir dan cuma ikut-ikutan atau hanya sekedar kata si A atau si B.
Berfikir bijaksanalah yang paling penting, saya rasa berfikir bijak dilandasi dari pengalaman pribadi tentang nilai dari sebuah permasalahan.
Berfikir bijaksana bukan juga main benar dan salah tapi diatas itu semua, artinya kita harus tau benar apa yang harus kita lakukan.
Misalkan begini, Jika kita sedang berlima entah dengan teman, saudara atau dengan yang lain, kita memiliki sepotong roti, maka pemikiran kita BENAR tidak yah kalo saya bagi rata? dan pertanyaan lain SALAH tidak yah kalo saya tidak bagi?
Akan tetapi coba bayangkan anda sekarang sendirian tidak ada siapa2, Adakah pertanyaan benar dan salah muncul??
Jadi yang paling penting dalam mengambil sebuah keputusan, cobalah tanya pada diri kita sendiri apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan bukan sekedar kata BENAR dan SALAH