“Lho.. kambing kok disuruh bertelur!” sergah seorang ayah kepada anaknya yang masih kecil.
“Ya ayaah.. masa ayam saja bisa bertelur.. tapi kambing yang lebih gede nggak bisa bertelur..” celetuk sang anak sambil terus memaksa kambing di halaman rumahnya bertelur.
“Ya iyalah Nak.. mana ada kambing bertelur. Sekalipun badannya lebih besar dibandingkan ayam, kambing tidak bertelur. Mau kamu paksa-paksa dia bertelur pun percuma saja,” balas sang ayah sambil tertawa menyaksikan kekonyolan anaknya.
Konyol?
Sebenarnya kita pun sering melakukan hal yang mirip dengan kelakuan anak kecil itu.
Bahkan sebenarnya yang sering kita lakukan lebih parah dari itu.
Jika kepada ayam saja kita mau berusaha menyelami profilnya dan tidak memaksanya mengikuti kehendak kita demi memperoleh telur.
Tapi kepada manusia kita sering bersikap sebaliknya.
Berusaha menuntut manusia berubah sesuai keinginan kita tanpa peduli apa yang menjadi kemauannya.
Ironi?
Ya.. tapi sayangnya kita seringkali bersikap masa bodoh.
Masa bodoh dengan mengikuti alter-ego dalam diri sendiri.
Padahal menurut ilmu kesehatan jiwa, sikap tersebut adalah sebuah penyakit mental yang berbahaya dan cenderung semakin merusak.
Ah, masih layakkah kita menyebut diri sehat jasmani dan ruhani?
Popularity: 6% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Daftar Contoh Makanan dan Kandungan Kolesterolnya
- Ditindas atau Bangkit Melawan!!
- Haruskah Menjadi Wirausahawan?
- Masihkah Pembeli adalah Raja?
- Hikayat Tafsir Mimpi 7 Ekor Sapi Nabi Yusuf
- Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
- Benarkah Alloh adalah Tuhan Kita?
- Benarkah Tuhan Saya adalah Alloh SWT?
- Ayam Panggang Larasati
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Sate Madura Baros
- Profit Oriented VS Berkah Oriented
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja

10 Komentar Terakhir