Ada cerita menarik saat selesai mengantar isteri saya periksa rutin ke rumah sakit.
Kebetulan yang memeriksanya salah seorang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Dinan S.Bratakoesoema,dr, SpOG-K.
Seperti biasa, mumpung diperiksa seorang profesor dan dokter senior, isteri saya tidak melewatkannya buat bertanya macam-macam (sayang udah bayar mahal katanya.. hehehehe…)
Salah satu topik pertanyaan terkait kejadian yang pernah dialami oleh isteri saya dan isteri salah seorang staf di kantor yang baru terjadi beberapa minggu yang lalu.
Mereka pernah mengalami flek saat kehamilan di minggu-minggu awal.
Prosedur yang ditempuh pun relatif sama.
Saat diperiksa oleh dokter spesialis kandungan, kondisi janin diperiksa menggunakan USG.
Dan menunjukkan kondisi bahwa janin tidak berkembang serta tidak memiliki denyut jantung.
Hanya saja waktu itu dokter kandungan isteri saya masih menenangkan dan memintanya untuk full bed-rest selama 2 minggu.
Setelah 2 minggu akan diperiksa lagi kondisi janinnya.
Jika memang tidak berkembang maka akan dikeluarkan.
Sedangkan yang dialami oleh isteri staf saya langsung dilakukan kuret tanpa menjalani prosedur yang serupa.
Isteri saya pun menanyakan hal tersebut kepada Prof. Dr. Dinan S.Bratakoesoema,dr, SpOG-K mengenai hal tersebut.
Menurut beliau, sebenarnya prosedur yang harus dilakukan sebaiknya seperti dokter kandungan isteri saya.
Bagaimanapun, alat medis secanggih apapun tetap memiliki keterbatasan termasuk kemampuannya mendeteksi denyut jantung janin bayi tersebut.
Karena ada kemungkinan memang denyut jantungnya sangat lemah sehingga tidak terdeteksi oleh alat tersebut.
Sehingga cara paling baik adalah melihat dulu perkembangan dalam waktu sekitar 2 minggu dengan harapan janin lebih besar dan tentunya akan memiliki denyut yang lebih kuat.
Lantas bagaimana dengan kasus yang terjadi dengan isteri staf saya?
Menurut beliau, kemungkinan memang janin benar-benar sudah tidak bisa terselamatkan.
Atau dokter kandungannya tidak ingin kerepotan menunggu hingga 2 minggu ke depan, kalau pada akhirnya tetap saja harus dikeluarkan juga (waduh.. nyawa manusia dibikin nggak mau repot..
)
Sebuah pengalaman berharga, bahwa sebaiknya kita sebagai pasien menggunakan hak kita untuk mengambil pendapat kedua dari dokter lain.
Popularity: 6% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Jangan Batasi Akses Internet di Kantor!
- Polemik “Jangan Percaya Semua yang Kamu Baca” & “Validitas Informasi di Wikipedia”
- AWAS, Jangan Terjebak Harga Aplikasi Software Murah!!
- Pahami Dulu, Baru Ambil Kesimpulan..
- Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
- Pola Tidur Sehat dan Fenomena di Balik Kedasyatan Sholat Malam
- 5 Elemen Kunci Internal Control
- Ayam Panggang Larasati
- Waduh… THR Kok Diributin
- Luar Biasa.. Majalah Playboy dijual di Kaki5!!
- Pria Tangguhkah Kamu?
- Napas Perut: Alternatif Solusi Hidup Sehat nan Murah & Mudah
- 5 Tips Berhenti Merokok (Buat yang Niat) dan Faktor Pendorong Berhenti Merokok (Buat yang Belum Niat)
- Iga Bakar Si Jangkung

Hidup sehat lebih berharga dari harta, jaga lah kesehatan dengan baik. Kurangi mengkonsumsi TEH, Jangan membiasakan memakan roti yg telah dipanggang. Jaga jarakmu dari telepon genggam DALAM KONDISI DI CHARGE, Minum banyak AIR pagi hari, kurangi minum pada malam hari, Jangan meminum kopi DUA KALI satu hari, Kurangi makanan BERMINYAK, Waktu tidur terbaik dari 10pm sampai 6am, Jangan makan BESAR setelah 5pm, Jangan minum alkohol lebih dari satu gelas satu hari Jangan meminum pil dgn air DINGIN, Jangan langsung berbaring setelah minum obat, Ketika baterai LOW jgn menjawab telpon, radiasi yg dihasilkan bisa 1000x, Jangan Menjawab telpon dgn TELINGA KANAN karena akan merusak otakmu secara langsung, Jangan mempergunakan headphone dlm jangka waktu yang LAMA