Seringkali kita mendefinisikan EFEKTIF = EFISIEN. Padahal hal tersebut adalah sesuatu yang bertolak-belakang.
Di lingkungan global yang sangat kompleks dan penuh dengan tekanan ini maka tuntutan atas sikap mental EFEKTIF adalah lebih penting dibandingkan dengan EFISIEN.
Sikap mental EFEKTIF adalah kemampuan berfikir obyektif yang langsung mengarah pada sasarannya bukan pada prosesnya. Namun orang dengan kemampuan berfikir EFEKTIF akan mampu berfikir EFISIEN.
Bertolak belakang dengan sikap berfikir EFEKTIF, orang dengan pola mental EFISIEN cenderung melakukan sesuatu dengan pola/ritme/aturan/prosedur yang sudah tetap.
Gambaran berikut ini mungkin dapat memberikan gambaran mengenai perbedaan antara pola mental EFEKTIF dan EFISIEN.
Buya memanggil Budi dan Aris untuk membereskan tumpukan bata yang baru dicetak dari pabrik untuk dikirim ke pelanggan.
Budi dan Aris masing-masing sudah diberi petunjuk kapan dan dimana bata-bata tersebut harus ditumpuk dengan rapi.
Setelah memberikan tugas pada Budi dan Aris, Buya kemudian melakukan cek rutin ke pabrik bata. Berselang 10 menit kemudian Buya kembali ke Budi dan Aris untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka.
Ternyata Budi sudah dari 5 menit yang lalu selesai mengerjakan tugasnya sedangkan Aris masih terlihat mengangkut lima tumpukan bata terakhir yang harus dirapihkan.
“Bud, kenapa kamu bisa bekerja lebih cepat?” tanya Buya setelah Budi dan Aris menyelesaikan pekerjaannya.
“Ya, saya sih gampang saja Buya. Setelah Buya menyuruh mengangkut dan membereskan bata tadi, saya langsung mencari dan mengambil gerobak untuk membawanya ke depan,” jelas Budi pada Buya.
“Ris, kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama?” tanya Buya kepada Aris.
Aris pun menjawab, “Ah, repot buya.. daripada saya pusing-pusing nyari gerobak, lebih baik saya angkut saja batanya bolak-balik. Belum tentu juga ada gerobak yang tidak terpakai.”
“Tapi kan kamu belum mencoba? Dan kenapa tidak bergantian dengan Budi menggunakan gerobaknya?” tanya Buya kepada Aris.
Dari cerita di atas dapat dilihat bahwa Budi sudah memiliki pola mental yang relatif EFEKTIF dibandingkan dengan Aris yang masih berpola mental EFISIEN.
Orang yang berpola mental EFEKTIF akan cenderung memiliki keunggulan-keunggulan berikut:
- Berfikir di luar kotak
- Kreatif
- Mampu mengelola konflik dengan baik
- Mampu bekerja sama dengan baik
- Mampu bekerja di bawah tekanan dengan baik
- Dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan dengan baik
Secara alami, orang-orang dengan pola mental EFEKTIF akan mencari jalan tercepat untuk mencapai sasarannya. Dengan demikian mereka akan cenderung berfikir di luar kotak dengan mencari bahkan merekayasa alternatif-alternatif pemecahan atas masalah yang ada.
Terkait dengan kemampuannya berfikir di luar kotak maka orang-orang berpola mental EFEKTIF akan memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Salah satu faktor pendorongnya adalah naluri untuk selalu mencari secara jeli celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai sasaran-sasarannya.
Karena selalu memiliki kemampuan dalam mencari alternatif-alternatif pemecahan masalah untuk mencapai obyektifnya, orang dengan pola mental EFEKTIF akan mampu mengelola konflik yang muncul dengan baik.
Alternatif-alternatif solusi atas masalah yang ditemukan oleh mereka dapat menjadi faktor-faktor pendukung dalam pengelolaan konflik yang baik.
Sehubungan dengan kemampuannya mengelola konflik dengan baik maka orang-orang dengan pola mental EFEKTIF akan mampu bekerja sama dengan baik. Tim yang terdiri atas orang-orang berpola mental EFEKTIF akan dapat menciptakan sinergi dan memberikan energi positif yang luar biasa sehingga dapat menghasilkan ide/karya yang inovatif.
Terkait dengan hal-hal sebelumnya maka orang-orang dengan sikap mental EFEKTIF akan mampu bekerja di bawah tekanan dengan baik. Kemampuan ini muncul karena didorong oleh sikap optimis mereka bahwa akan selalu ada alternatif solusi atas masalah yang ada.
Dengan terbentuknya sikap-sikap alami yang telah disebutkan sebelumnya, orang-orang berpola mental EFEKTIF akan relatif sukses menyesuaikan diri terhadap perubahan. Mereka memiliki kesadaran yang tinggi akan kenyataan yang ada sehingga tidak pernah ragu untuk melakukan perubahan atas sasaran-sasaran yang ingin dicapai secara lebih realistis.
Maka dapat dilihat bahwa orang-orang dengan pola mental EFEKTIF akan memiliki kemampuan untuk bekerja lebih cerdas bukan lebih keras.
Jadi mari kita ganti slogan kerja kita dengan “BEKERJALAH LEBIH CERDAS.. BUKAN LEBIH GIAT..
”
Popularity: 5% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Tips Berkomunikasi Efektif
- Tips Metode Selalu Menjadi Kreatif
- Empati: “Kunci Pemasaran Efektif”
- Ayo kita belajar ihsan..
- Panglima Itu Tidak Perlu Mengetahui Semuanya Tapi Harus Bisa Mengendalikan Semuanya
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Neo NATO… No Action Think Only..
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Hidup Ini Memang Tidak Adil
- Pentingnya Mengingat Nama Orang/Kenalan
- Kerikil dan Hati
- Tips Wawancara Kerja Versi Pengusaha
- Bangkitkan Naluri Anda!!
- Mendengar: Modal Berkomunikasi Kelas Tinggi
- Wirausahawan Banyakan Nongkrong di Kantor? BAHAYA!

[...] Berfikir Efektif VS Berfikir Efisien [...]
Sebenarnya pola pikir Si aris juga gak bisa dikatakan salah..
Masalah nya adalah keberanian mengambil resiko. Resiko disini adalah WAKTU.
Ketika si Budi berani mengambil resiko mencari gerobak dulu dan itu membutuhkan WAKTU, tetapi ketika gerobak ada, maka Budi tentu saja bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Tetapi kalo kejadiannya gerobak gak ada. Maka Budi boleh di bilang rugi waktu dalam mencari gerobak.
Jadi budi itu orang yang berani mengambil resiko sedangkan aris gak.. hehehhe
nuhun ahh
btw, keren euy!!!