Wah, tentunya ini jadi berita buruk buat orang-orang yang doyan clubbing. Terutama buat teman-teman saya yang nggak pada ingat umur (tobat man, tobaaat..
)
RNID (The Royal National Institute for Deaf People) sebuah lembaga swadaya masyarakat di Inggris yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan pendengaran melansir beberapa laporan hasil survey dan jajak pendapat mengenai bahaya tempat-tempat hiburan malam bagi kesehatan pendengaran para pengunjung serta pekerjanya.
RNID yang didukung oleh Pemerintah dan Kerajaan Inggris ini didukung juga oleh beberapa pesohor internasional asal Inggris seperti Sir Paul McCartney (the Beatles), Emma B (Spice Girls), Phil Collins, Midge Ure (Thin Lizzy and Ultravox Band), DJ Paul Kaye, dsb.
Banyak sekali laporan yang disampaikan oleh RNID terkait dengan gaya hidup yang memiliki dampak negatif pada kesehatan pendengaran manusia.
Laporan-laporan tersebut banyak mengulas tentang bahaya pemutaran musik dengan tingkat suara yang keras. Tingkat suara musik yang diperdengarkan di tempat-tempat hiburan malam di beberapa kota besar di Inggris tersebut biasanya berada di tingkat kebisingan 125 dB (bandingkan misalkan dengan suara bor beton yang hanya bernilai 110 dB atau suara mesin pesawat udara pada saat take-off dengan tingkat kebisingan sebesar 110 dB).
Dari hasil penelitian RNID pun dipaparkan hasil bahwa tempat-tempat di sekitar lantai dansa seringkali memiliki tingkat kebisingan yang lebih tinggi dibandingkan lantai dansanya sendiri
Pendapat Dr. John Low (RNID Executive Officer) yang mengomentari bahayanya ketidakpedulian masyarakat atas masalah kesehatan pendengaran berikut seharusnya patut kita perhatikan,
“The lack of adequate chillout space for clubbers is worrying as it means that people aren’t able to take breaks from loud noise even if they want to. Since the launch of RNID’s Don’t Lose the Music campaign last year, we’ve been advising people to protect themselves against the cumulative effects of loud music by taking regular breaks and by using the chillout areas to give their ears a break. This new survey shows that clubbers following our advice are being let down by club owners who are failing to provide this space.”
Jadi sebaiknya sih sudah waktunya mulai menjaga kesehatan pendengaran kita demi kenyamanan hidup di kemudian hari.
Buat yang masih hobi clubbing sebaiknya sering-sering mengistirahatkan pendengarannya setiap jam selama lima menit. Syukur-syukur dikurangin atau berhenti clubbing-nya
Untuk informasi lebih lanjut bisa akses ke pranala-pranala berikut:
- ‘Ear-splitting’ music deafening bar and club workers – local authorities failing to enforce noise at work legislation – 07 December 2004
- 24 hour opening means workers at greater risk of hearing loss warns RNID and the TUC – 21 October 2005
- “danger danger, high volume!” new report reveals truth about britain’s nightclubs – 05 May 2004
- Rnid research reveals huge risk of hearing loss among young people – 08 May 2003
- Don’t lose the music helps protect the plymouth sound – 10 February 2004
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Seminar (padahal beberapa kali jadi pembicara di seminar)
- Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!
- Saya Jadi Mentor Wirausaha? Aya-Aya Wae..
- Maulid Nabi.. Kok Cuma Jadi Libur Nasional?
- Alhamdulillah.. Mulai Belajar Jadi Social Entrepreneur
- Napas Perut: Alternatif Solusi Hidup Sehat nan Murah & Mudah
- Fluoride, Menyehatkan atau Meracuni?
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian II)
- Kedaulatan Ada di Tangan Parpol
- Pola Tidur Sehat dan Fenomena di Balik Kedasyatan Sholat Malam
- Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
- Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
- Minimnya Pendidikan Politik Etis Formal dan Dampaknya pada Krisis Demokrasi
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian IV)
- Mencari yang Mau Menerima Kebaikan Saja kok Susah..

@ lagisinau:
Hahahaha.. ada2 aja buat refresh muka..
Trims.. semoga isi blognya bermanfaat..