Pertanyaan ini tersebut diajukan oleh teman saya dalam sebuah diskusi online melalui sebuah chat-room.
Kontan saja pertanyaan itu mendapatkan berbagai tanggapan dari peserta lain.
Karena forumnya adalah tentang pendalaman Islam, tanggapan-tanggapan yang muncul pun tentunya banyak mengutip berbagai ayat dalam al-Qur’an dan beberapa riwayat Hadits.
Tentunya setiap tanggapan yang muncul memberikan jawaban yang hampir seragam: “Selain muslim tidak bisa masuk surga.”
Setelah panjang lebar orang-orang memberikan jawaban, saya pun memberikan tanggapan yang menghebohkan, “yaa bisalah.. siapa bilang nggak bisa..”
Dalam sekejap segala macam hujatan yang ditujukan kepada saya pun berjajar dengan manisnya di jendela chat-room. Dari mulai yang menyebut kafir, kufur, durhaka, tidak pernah baca al-Qur’an, penyusup dari agama lain dan hal-hal lain yang sepengetahuan saya sih tidak pantas disampaikan oleh seorang Muslim.
Akhirnya setelah segala caci-maki, sumpah-serapah dan doa-doa semoga saya dilaknat Alloh SWT dan masuk neraka, saya menyampaikan pesan singkat demi menenangkan suasana, “sebentar dulu dong ikhwan sekalian.. saya kan belum menjelaskan maksud saya.. saya jelaskan dulu boleh kan?”
Berikut ini pesan-pesan yang saya tulis di chat-room:
Setiap agama kan punya Tuhan, kitab suci, penyampai dan tempat ibadah masing-masing kan?
Kalau Tuhan, kitab suci, penyampai dan tempat ibadahnya sudah berbeda, mungkinkah surga dan nerakanya sama?
Tentunya surganya dan nerakanya masing-masing juga dong..
Terus bagaimana dengan orang-orang yang tidak bertuhan?
Ya tentu saja nggak punya surga dan neraka..
Kalau begitu mendingan nggak bertuhan saja sekalian biar nggak masuk neraka..
Wah, kalau itu sih saya nggak berani bertaruh. Nanti kalau tau-tau sekalipun saya tidak bertuhan ternyata dimasukin neraka gimana? Kan belum pernah ada yang mati terus hidup lagi buat nyeritain kalau neraka itu nggak ada..
Jadi biar saja setiap orang mendefinisikan surga dan nerakanya masing-masing..
Toh nggak merugikan siapapun..
Setiap orang berhak mengkhayalkan apapun..
Jadi selama kita bisa saling menghargai satu sama lain, nggak ada masalah kan?
Nabi Muhammad SAW tidak pernah memaksakan nilai-nilai Islam pada nonmuslim.
Alloh SWT melarang secara tegas seorang Muslim menghina Tuhan yang disembah oleh kaum lain karena itu akan berdampak pada dihinanya Dia oleh mereka sebagai balasannya.
Jadi daripada kita repot ngurusin apakah kita atau orang lain masuk surga atau neraka, saya sih lebih senang menyibukkan diri memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah saya.
Alloh SWT sudah sedemikian lengkap memberikan pedoman serta contoh nyata seorang manusia yang mampu menerapkannya secara menyeluruh dan utuh yang bisa dijadikan model dalam setiap jaman.
Dan lagi.. emang ibadah cuma buat masuk surga dan takut masuk neraka saja?
Wah, kalau gitu sih masih belum jadi hamba Alloh SWT yang memiliki keiklashan dong..
Kalau saya sih masuk surga pengen banget tapi apa pantas yaa?
Masuk neraka jelas nggak mau tapi lagi-lagi apa bisa yaa?
Tuh kan.. daripada ngeributin neraka-surga lebih baik memperdalam kecintaan kita kepada Tuhan kita masing-masing saja deh dan mengamalkan ajaran-Nya dengan sebaik-baiknya.
Memang sih dalam kitab suci agama Islam terdapat firman Alloh SWT yang kira-kira terjemahannya seperti ini, “sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh hanyalah Islam..”
Tapi saya yakin di kitab suci agama lain akan terdapat juga pernyataan yang kira-kira hampir sama tercantum di dalamnya..
Jadi?
Mendingan saya mencatut ucapan Gus Dur yang terkenal itu,”gitu aja kok repot..“
Topik yang mungkin Terkait:
- Makan Bersama Orang Nonmuslim Haram?
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Akankah Saya Masuk Syurga?
- Borong Aja Sendiri.. Pasti Orang Penasaran!!
- Alloh SWT Tidak Adil Kepada Iblis?
- Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)
- Pentingnya Mengingat Nama Orang/Kenalan
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Panglima Itu Tidak Perlu Mengetahui Semuanya Tapi Harus Bisa Mengendalikan Semuanya
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja




@Aniek :
Mungkin anda baru sebatas muslim bukan seorang mumin atau yg lebih tinggi lagi yaitu Muttaqin..
Mulai sekarang anda harus menimba sebanyak-banykanya ilmu keislaman.
bisa jadi Islam mengajarkan tapi anda tdk tahu. malah tahu dari rekan anda yg non-muslim padahal Islam sudah mengajarkannya dan tertuang dalam Qur’an dan Sunnah Rasul..
Semangat Belajar ya saudara.. ^^
Sesuai dengan “Keyakinan” masing-masing ajalah,..
Ntar juga tau sendiri masuk kemana,..
@ Alinggar : Belajar nulis yang bener dulu, boss..
Saya sependapat dengan artikel ini…
yah, dari pada meributkan agama.. mendingan sih memper erat persaudaraan
n’ kita ikutin aja ayat yang berbunyi “Lakum diinukum wa liadiin”
Generasi mukmin yang rapuh sudah mulai terbentuk. Pemikiran dan Sikap sudah tidak lagi BERANI dengan TEGAS menyiarkan Ayat-ayat Al-Quran. Rasa TAKUT dirugikan/merugikan diri sendiri atas pendapatnya jauh lebih mendominasi hati dan fikiran. Sebagian rapuh dengan bersikap pasrah dan tidak mau mempersoalkan bahkan berpaling didalam hati sendiri…
Sesungguhnya Apapun yang Kita Miliki dan Capai sekarang maupun yg akan datang hanyalah Pinjaman dari Alloh SWT, dan bisa diminta kembali oleh/kepada NYA kapan saja DIA mau. Wahai Sdrku..Jangan Pernah RAGU & TAKUT merugi dalam menegakkan & menyiarkan Kalimat Alloh, Karena Alloh tidak pernah merasa rugi memberi semua kenikmatan : Nafas, Melihat, Mendengar, Berpijak di atas Tanah dan Ilmu yang telah membuat kita sukses….Ahhh Maluu rasanya diri ini bila aku tidak bisa tidak mau dan separuh hati menegakkan Agama Mu dan Berterima Kasih kepada Mu Yaa Alloh…Yaa Alloh..lebih mudah bagiku kehilangan semua teman-teman, saudara-saudaraku dan para pendukungku..bahkan seluruh isi bumi ini daripada aku kehilangan MU….Yaa Alloh jadikanlah Kami orang-orang yang BERANI dan TANPA GENTAR dan TANPA RAGU dalam menegakkan Nama dan Agama Mu……..
Surga hanya untuk orang muslim ! Allah SWT sudah menjelaskannya dengan sangat jelas dalam Al-Quran, kalo ada orang yg dilahirkan dan sampai matinya bukan sebagai muslim maka itu sudah takdir dari Allah SWT yg memang sudah menjadi ketetapan Allah SWT, maka dari itu bersyukurlah kita telah diciptakan sebagai muslim dan tugas kita sekarang adalah mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan mengerjakan semua perintahNya dengan ikhlas dan sungguh2 serta menjauhi segala laranganNya dengan sebaik-baiknya…niscaya kita akan masuk surga…Insya Allah….
aqu adalah orang yang masih perlu banyak belajar tentang agama islam…
perlu meningkatkan kwalitas ibadah dan menghambakan diri kepada Allah…
sudah pantaskah meminta Surga sebagai hak saya….. padahal masih banyak kewajiban-kewajiban yang terabaikan….larangan-larangan yang kuterjang….
mohon saran dan kritik yang membangun…
semuanya udah merasa paling tahu tentang agama….
apa memang islam mengajarkan pemaksaan utk ajaran agama lain..??
saya rasa tidak
islam adalah agama yang penuh kedamaian
jika islam menjadi agama yang mengajarkan pemaksaan dan kebencian
anda harus mencari istilah lain tuk ajaran itu selain agama…
bahkan sunan di masa lalu tidak menggunakan cara kekerasan dalam berdakwah…
dan ketika orang memakai cara cara damai
anda katakan itu komunitas pemuda muslim yang rapuh..??
salam
menurut saya untuk bisa masuk kedalam surganya Alloh, Alloh memberikan dua syarat mutlak,
1 barang siapa yg percaya kepada Alloh, rosul, malaikat ,kitab suci,dan hari akhir.
2 yang beramal shaleh
.. ketika satu diantara syarat tersebut tidak terpenuhi maka di tidak layak masuk surga,msal syrat pertama terpnuhi tp di maksiat, membunuh,dll mka dia tdk layak masuk surga, begitu jga sebaliknya.
dan setiapRosul itu mempunya masa tertentu, ketika datangmnya Nabi Muhammad SAW, maka habis masa nya Nabi Isya as, dan skr kita berada di masa nabi Muhammad,kita tahu bahwa nasrani dan yahudi tidak percaya ke pada nabi,quran, Alloh,, mka dia tidak layak masuk surga,, wass
Agama apapun tidak bisa menjamin kita masuk sorga, dan nabi apapun tidak bisa menjamin kit masuk sorga. Bahkan, kebaikan kita juga tidak bisa menjamin kita masuk sorga. Atau, kejahatan/dosa kita tidak bisa ditutupi dengan kebaikan kita, dosa ya tetap dosa, tidak akan bisa hilang walaupun kita berusaha untuk melakukan kebaikan sebanyak mungkin. Dan, kalau bicara tentang sorga, satu titik dosa pun tidak bisa mendapat tempat di sorga. Saya mau tahu siapa yang berani mengatakan dirinya tidak pernah berbuat dosa. Saya juga menantang petinggi agama apapun untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak satupun manusia berhak masuk sorga, karena semua manusia telah berdosa, dan setiap dosa harus dipertanggung jawabkan. Jikalau hukum dunia dapat ditegakkan, apalagi Tuhan, Dia pasti menghukum setiap pelanggaran terhadap hukumnya (Kitab Suci). Oleh karena itu gimana dong caranya masuk sorga? Untuk masuk sorga, kita harus benar-benar disucikan dari dosa (dosanya harus ditebus/dipertanggungjawabkan). Orang berhutang tidak bisa membayar hutangnya, sama juga dengan orang berdosa tidak bisa menebus dosanya. Hanya orang yang tidak berutanglah yang bisa menebus utang dari pada yang berhutang. Demikian juga, hanya orang yang tidak berdosalah yang bisa menebus dosa-dosa orang berdosa. Namun, siapakan orang yang bisa menebus dosa kita, dan rela menebus dosa kita, agar kita layak masuk sorga? Jikalau memang ada orang yang tidak berdosa dan mau mengorbankan dirinya untuk menebus dosa-dosa kita, maka masuk sorga adalah anugrah (hadiah) bagi kita. Siapakah orang itu? Orang itu adalah Yesus Kristus.
ada yang bisa menjelaskan pada saya apakah surga itu ada dan abadi?, trus definisi surga itu sendiri apaan yak?
menurut saya sih hidup itu bukan untuk sebuah kebenaran, karena benar itu relatif sebagaimana salah. karena tuhan adalah maha dan maha itu sendiri tidak terdefinisi maka lebih bijak kalo memayu hayuning bawono saja, mari kita buktikan bahwa agama dan kitab suci kita yang paling bermanfaat untuk kedamaian dan rahmat bagi semua mahluk…
dan kalo kita membahas tentang sebab akibat apalagi kaitannya dengan reward yang berupa surga atau neraka, maka kita telah sombong dengan berlagak tau apa mau dan maksud tuhan, bukankah tuhan itu maha?
urusan surga neraka adalah urusan kasih sayang tuhan, bukan sebuah transaksi amal kebaikan ataupun keburukan, karena tuhan bukan partner tapi pencipta yang lagi2 bersifat MAHA….
sampai dimana sih sang manusia super bisa mewakili maksud dan kuasa tuhan? :ngeledek
apakah kamu berani komplain jika seorang yang berbakat dan alim mati muda dengan dibunuh oleh perampok dan ternyata dimasukkan ke neraka? jika kamu meng-imani bahwa tuhan maha kuasa?
setahuku semuanya bakalan mencicipi yang namanya neraka, kecuali orang-orang yang yang mendapat ridho dari Allah SWT…..lama kita di neraka tergantung dari berat ringannya timbangan amal dan dosa, selama masih ada iman walau sekecil debu pasti akan masuk surga
Amboooiiiiii…..
70% umat muslim membaca qur’an dalam bahasa aslinya tapi tidak pernah membaca literasinya dalam bahasa sendiri dari awal sampai akhir. 90% umat kristen tidak pernah baca Injil dari awal sampai akhir. 70% umat yahudi membaca kitabnya Talmud. Anda tahu 99% manusia yang percaya pada Tuhan tidak pernah membaca referensi ketiganya (qur’an/injil/talmud) dari awal sampai akhir untuk membandingkan (kajian studi). Kalau ketiganya itu sumber literasi akhirat; titik berat pertanyaannya bukan pada diterimanya muslim dan non muslim, tapi applikasi individu dari sumber hukum2 akhirat itu sendiri. Kalau di pengadilan dunia kita kenal KUHP, kira2 kalau Allah SWT/Tuhan semesta alam pake kitab apa sebagai rujukan dalam memutuskan urusan hamba2nya? Maka bacalah kitab2 itu, dan imani yang tidak bertentangan.. Bila seperti itu maka keimanannya menjadi mutlak karena dengan ilmu.
Menurut saya,takdir itu bisa kita rubah!contoh:takdir Alloh,smua orang ditakdirkan lahirnya muslim{janji dlm alam rahim}orangtuanya nonmuslim jadilah nonmuslim,trus udah dewasa dia berteman ma orang muslim lalu dia belajar agama,akhirnya tertarik masuk muslim!gak selang lama dia pacaran ama non muslim,diapun pindah lagi,jadi kitalah yg berusaha utk takdir kita.Allohpun gak takdirin orang mati bunuh diri!Contoh yg ringan,kita lapar,ada makanan dimeja,kalau mau kenyang jalan ke meja lalu makan,kalo males kita tetap lapar,.JADIII?SILAHKAN MENENTUKAN TAKDIR ANDA,JADILAH MUSLIM YANG SMART!!!
saudara-saudara ku yang kekasih kita jangan selalu perdebatkan tentanga AGAMA,KITA HARUS PAHAMI DULU APA ITU ARTINYA Agama.Agama adalah hubungan antara manusia(pribadi lepas pribadi) dengan Tuhan nya.jadi apapun agama mu saudara bisa masuk Surga !asalkan ENGKAU BERBUAT BAIK ,mengasihani sesamamu ,tidak korrupsi dan intiya tidak melakukan doso. SELAMA ENGKAU di beri Tuhan kesempatan hidup di dunia ini lakukanlah yang terbaik. ingat manusia pertama adalah ADAM dan Hawa. kt semua keturunan ADAM DAN Ha….wa berarti kita semua Ber….saudara.jadi kesimpulanya semua manusia bisa mask Sorga.
Sebagai umat muslim,,,kita harus saling berlomba-lomba agar kita bisa masuk Surga dan kita harus menjadi seperti Nabi Muhammad SAW.
Dan kita juga harus selalu ingat kepada ALLAH SWT.
Jadi andaikata beginilah..1/3 orang di bumi ini orang Islam, masuk sorga kan terus sisanya pada masuk neraka gituh? karena bukan Muslim? terus dibilangin, salah sendiri kenapa ga mau mikir dan masuk Islam, jelas2 Islam agama yang paling bener…gituh? kalo mereka ga tau dan tidak pernah mengenal Islam sama sekali, terus selama hidupnya mereka berbuat baik apa pantes masuk neraka?….
Suruh baca Al-Quran yang bener tapi ngomongnya ga mencerminkan Al-Quran sama sekali bisa nya cuma meng-kafirkan dan memaki2 orang lain yang ga “sepaham” sama dirinya sendiri…padahal udah jelas tidak akan masuk sorga orang yang dihatinya masih ada sombong meskipun seberat biji atom,
Sombongnya, surga cuma buat orang Islam aja…
Assalamu’alaikum wr.wb.
kalau berbicara soal topik ini.. saya mendapat ilmu dari seorang muslim neh.. berikut pernyataannya:
Saya mendapatkan di dalam Al-Qur’an bahwa yang membuat seseorang masuk surga adalah karena perbuatannya. Namun dalam hadits juga saya mendapatkan bahwa seseorang masuk surga bukan karena amalannya, namun karena rahmat Allah SWT semata. Sekarang timbul pertanyaan, apa yang membuat seseorang masuk ke dalam surga?? apakah karena rahmat Allah atau karena amal ibadahnya?
Mengenai masalah ini, terjadi Ikhtilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama disebabkan adanya dua dalil, yaitu Al-Qur?an dan Hadis yang secara sepintas kelihatannya bertentangan.
Menurut zhahir nash Al-Qur?an, bahwa seseorang masuk surga karena amal ibadahnya. Hal ini dapat kita temukan pada beberapa ayat dalam Al-Qur?an, antara lain:
?Masuklah kamu ke dalam surga disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.? (QS An-Nahl:32)
“Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.? (QS Al-A?raaf:43)
Menurut zhahir nash Hadis Nabi Saw., bahwa amal ibadah itu tidak dapat memasukkan seseorang ke dalam surga, bahkan tidak pula menjauhkan seseorang dari azab api neraka, melainkan karena rahmat Allah semata. Dalam kitab Shahih Muslim terdapat hadis yang menyebutkan:
Dari Jabir, ia berkata: saya pernah mendengar Nabi Saw. bersabda: ?Amal saleh seseorang diantara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah.? (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)
Dalam riwayat lain berbunyi:
Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah Saw. telah bersabda: ?Amal saleh seseorang diantara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.? Mereka (para sahabat) bertanya, ?Hai Rasulullah, tidak pula engkau?? Rasulullah menjawab, ?Tidak pula aku kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.? (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)
Dilihat dari fakta di atas yang didapatkan di Al-Qur’an dan di Hadits, sepintas terdapat perbedaan..
Tapi, sebenarnya bila dalil-dalil Al-Qur?an dan Hadis-hadis Nabi tersebut dianalisis agak mendalam, tidaklah terdapat pertentangan (ta?arudh), melainkan dapat kita kompromikan.
Saya tidak akan memberikan pandangan saya, karena saya bukanlah orang yang berkapasitas dalam menafsirkan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Namun akan saya berikan pendapat dua ulama besar. Yang pertama dikenal sebagai pakar di bidang tafsir. Dan yang kedua dikenal sebagai pakar dalam bidang fiqih dan hadits. Beliau adalah Imam Ahmad Ash-Shawi Al-Maliki dan Imam Muhyiddin An-Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim.
Berikut adalah pendapat beliau, yang semoga selalu dirahmati oleh Allah SWT. Amin..
Imam Ahmad Ash-Shawi Al-Maliki, dalam kitab tafsirnya Ash-Shawi; ketika mengompromikan kedua dalil tersebut, beliau berkata:
Jika engkau berkata, telah terdapat keterangan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: ?Seseorang sekali-kali tidak masuk surga dengan sebab amalnya.? Rasulullah ditanya, ?Dan tidak pula engkau, hai Rasulullah?? Rasulullah menjawab, ?Dan aku pun tidak, kecuali Allah melimpahkan rahmat-Nya.?
Lalu Imam Ash-Shawi menjawab, ?Bahwasanya amal yang tersebut dalam ayat Al-Qur?an itu ialah amal yang disertai dengan fadhal (karunia Allah), sedangkan amal yang dimaksud dalam hadis Nabi itu ialah amal yang tidak disertai karunia Allah.? (Tafsir Shawi II:75)
Imam Muhyiddin An-Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim; ketika mengompromikan kedua dalil tersebut diatas beliau menjelaskan:
Dan dalam kenyataan hadis-hadis ini ada petunjuk bagi ahli haq, bahwasanya seseorang tidak berhak mendapat pahala dan surga karena amal ibadahnya. Adapun firman Allah Ta?ala: ?Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan,? dan ?Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan,? dan seumpama keduanya dari beberapa ayat Al-Qur?an yang menunjukkan bahwasanya amal ibadah itu dapat memasukkan ke dalam surga, maka firman Allah itu tidak bertentangan dengan beberapa hadis ini.
Akan tetapi, ayat-ayat itu berarti bahwasanya masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah, adalah berkat rahmat Allah dan karunia-Nya. (Kitab Syarah Shahih Muslim, juz XVII, halaman 160-161)
Jadi kalo seandainya di dalam khotbah Jum’at dikatakan bahwa seseorang masuk surga karena rahmat Allah SWT, hal itu tidak benar sebab tidak sesuai dengan bunyi nash ayat-ayat Al-Qur?an.
Begitu pula tidak tepat kalau misalnya ada seorang mubalig dalam pidatonya berkata bahwa seseorang masuk surga karena amal ibadahnya semata sebab menyalahi bunyi nash Hadis-hadis Nabi Saw. yang sahih.
Yang benar ialah seseorang masuk surga berkat amal ibadahnya dan dengan adanya rahmat Allah serta karunia-Nya; ia diberi taufik untuk beramal dan diberi hidayah agar ia ikhlas dalam beramal.
Semoga hal ini bermanfaat buat kita semua terutama buat pribadi saya sendiri.
Hal ini saya lakukan karena saya teringat dengan salah satu hadits yang sangat populer di telinga kita yakni “SAMPAIKANLAH WALAU HANYA SATU AYAT”.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ga mutu, semua agama sama baiknya boss, tergantung kitanya saja bagaimana mengamalkannya..
Banyak yang pada sok pinteeerrrrrr…..
semua agama pasti mengajarkan kebaikan, tapi ada satu agama yang sempurna yaitu islam menurut saya orang yang islam adalah orang yang cinta kpada allah swt, org yg nma’a sudah cinta pasti menuruti segala perintah’a, org yg cinta kpda allah bkan sekedar ucapan cinta, tpi ada maqomat/tahapan utk mcapai rsa cinta, bukti’a islam itu agama yg di ridhoi allah ada’a kekuatan allah di dalam ayat2 al qur’an, contoh ktika seseorang kemasukan jin, qta m’baca basmallah sja jin itu sdah kepanasan apa lagi qta mbaca surat annas, ayat kursi dan ayat2 yang lain, itu yg m’buktikan islam itu sempurna.
umat islam pada akhir’a masuk surga tpi apakah mw di siksa t’lebih dahulu di neraka. tuhan itu satu yaitu allah swt. dan yg jelas tuhan tdk b’wujud sperti manusia klo tuhan b’wujud manusia brarti bkan tuhan nma’a tpi manusia, dan tdk beranak dan di beranakan. tercantum dlam surat al-ikhlas
Nah inilah ribetnya di-Indonesia. Kenapa eh orang itu di-judge dari agamanya. Apakah kalo dia Islam atau dia katholik langsung jadi orang yg baik. Kenapa kita tidak belajar menilai orang/manusia itu dari sifatnya!!! ini akan lebih baik hasilnya dibandingkan agama gue lbh bagus dr agama elo. Jadi ribet friend.
fyuh.. ribet ya kalo mendebatkan agama
dah itu aja komentar saya. daripada tarik urat debat di sini mending saya mengerjakan apa yang tertulis di Kitab Suci yang saya percaya.. selesai masalah.. surga ato neraka bukan urusan kita. urusan kita ya mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan yang kita percaya
p.s :
:> di agama saya juga disebutkan bahwa perbuatan baik ga menjamin siapapun masuk surga tapi rahmat pengasihan Tuhan lah yang bisa membawa kita ke surga.
:> membetulkan pemahaman yang disampaikan mas Ah-Hen, orang Israel tidak memeluk agama Kristen melainkan memeluk agama Yahudi dengam kitab sucinya Taurat
:> informasi dari guru PKn saya, di palestina pejuang bukan cuma orang Muslim tapi ada beberapa orang Nasrani yang ikut berjuang dengan membawa nama Palestina
Syalom Allaeqim (ini bahasa Ibrani
Assalamu’alaikum)
Muslim adalah pengikut para nabi, baik nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Rasulallah Muhammad Alaikumus salam. Meraka semua adalah utusan Allah yang diturunkan secara berkesinambungan, karena memang manusia punya umur. Semua Nabi mengajarkan Agama yang sama,tapi terjadi distorsi yang fatal setelah beberapa generasi Nabi tersebut wafat, sehingga sekarang masing-masing agama punya pegangan agama masing-masing yang berbeda.
Jika dikatakan Muslim yang dimaksud adalah Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, maka tidak benar jika hanya Muslim yang masuk surga.
TAPI jika dikatakan Muslim adalah Para Nabi dan pengikutnya (umatnya) yang setia Benar Hanya Muslim yang masuk surga.
Muslim= Orang yang berserah Diri kepada Allah semata, tidak menjadikan makhluk, baik nabi atau malaikat yang didekatkan atau ulama sebagai tandingan/sekutu bagi Allah.
perlu dipelajari Apa Saja sih yang mencakup menjadikan sekutu bagi Allah? karena ini inti ajaran semua Nabi dan Rasul.
Keep Spirit ON IMAN AND ILMU.
ILMU adalah pondasi IMAN yang benar.
Yang punya artikel pinter nih.. saya setuju berat. Banyak sih alasannya,. saya kemukakan beberapa aja, kenapa saya bisa setuju :
1. Ga ada itu yang namanya Tuhan orang Muslim, Tuhan orang Kristen, Budha, dsb. Ga mungkin ada 100 agama trus ada 100 Tuhan. Tuhan itu ya cuma yang satu itu, Sang Causa Prima, The Unmoved Mover (dan masih banyak istilah lain untuk menggambarkan-Nya), dan demikian, surga juga cuma satu, neraka juga cuma satu.
2. Tuhan itu Maha Kuasa, tidak ada yang bisa membatasi-Nya, kalau Dia ingin orang non-Muslim masuk surga, kenapa tidak? Jadi tidak ada batasan, apalagi berdasarkan agama, tentang siapa yg berhak masuk surga atau tidak. Manual (kitab suci) masing2 agama ya hanya bisa membahas apa yg berada di dalam agamanya (tidak authoritatif untuk membahas nasib orang di luar agama tersebut). Pertanyaan tambahan, bisakah Dia memasukkan orang jahat ke surga?
3. Tuhan pasti ingin kita berusaha untuk masuk surga. (Pasti Tuhan menginginkan yang terbaik untuk ciptaan-Nya khan?, sesuai kodrat ciptaan-Nya) Bagaimana caranya? ikuti saja petunjuk dan manual yang sudah diberikan oleh masih2 agama kepercayaan Anda. Lha wong hanya itu manual yg kita punya. Kita kerjakan apa yg kita bisa, Muslim kerjakan tuntunan Al-Quran, Kristen kerjakan teladan Injil, dsb. Hasilnya biar Tuhan yang menilai. Bukan bagian kita untuk “menilai”, apalagi menilai nasib orang lain. Moreover, Tuhan selalu menunjukkan jalan, bagi mereka yang mencari-Nya.
4. Bagaimana dengan yang tidak percaya adanya Surga?, akan kemana mereka nantinya? Beri mereka pengertian ; “Just because you don’t believe it doesn’t mean it’s not exists”.
for “RightorWrong”, setuju, keliatannya di daerah Israel itu yg terjadi bukan perang agama. Lebih ke perang antar negara, perebutan wilayah, .. sekuler sifatnya.
Menurutqu se gaa pntg ngurusiin surgaa ato nerakaa , karenaa tuhaan lagh yeang akan menentukaan juaaa ,
Klo masalah ttg non islaam ga isaa msuk surgaa ???? Aduhhh q juaa ndaag tau tu…allah lah yeang maha mengetahui…
mantap gan, provokatif
Forum pembicaraan yang seperti inilah yang bisa membuat kehancuran antara umat beragama. contoh bisa saya ambil dari pembicaraan aldri dan alinggar. masa main celacelaan begitu, payah dah. mending perdalam ilmu agama dari pada saling hujat menghujat. bukannya sok taat tapi kita sama2 belajar menikmati indahnya islam.
inilah apa yang terjadi kalo dari SD ga dibiasakan berdebat.setiap orang pasti merasa benar dan menghujat yg lain.sebenarnya gampang, simpan sendiri dalam pikiran anda apabila agama anda yg paling benar dan jalankan kehidupan sebaik2baiknya…otomatis org yg laen agama pasti akan melihat agama yg anda punyai lebih bagus daripada agama dia…
Saya cuma fast reading saja, karena sy tergelitik dengan judulnya.
Tidakkah terasa lucu kalau Tuhan menanyakan agama kita? Tuhan kan tidak SARA
Ohiya, kalau semua agama percaya 1 Tuhan ? trus Tuhan agamanya apa ?
ah, jangan bilang tuhanmu beda sama tuhanku
katanya percaya 1 tuhan
asslmkum sdr2ku …
pada akhirnya di benak kita nanti akan menyadari bahwa sesungguhnya kita semua hanya baru ber”a-g-a-m-a”.
saya memeluk agama islam, tapi apakah pantas seorang masJK merasa dirinya sudah ISLAM karena sudah melaksanakan semua RUKUN ISLAM ? .. sepertinya saya tidak akan pernah berani. karena ISLAM ajaran tertingginya adalah ASLIM (berserah diri) hanya kepada ALLAH semata.
kalau sudah terpatri makna ASLIM di dalam diri, insya Allah akan tercipta keDAMAIan. karena terciptanya rasa DAMAI dalam diri akan mampu membantu agama kita yakni agama yang RAHMATAN LILALAMIN.
mengapa kita selalu mengulangi perilaku sejarah2 dulu tentang “manusia2 yang mungkar”/”manusia2 pembangkang”. apakah tidak lebih baik jika Al-Qur’an kita jadikan “Akhlaq Diri” ?
ISLAM sudah terbentuk man !, Al-Qur’an sudah jadi ! mengapa kita harus mundur ke belakang ?. Al-Qur’an kitab yang sempurna yang harus kita jadikan Akhlaq Diri, bukan untuk “memukul” mereka dengan “ayat2″ yang ada.
sudah cukup yang diabadikan dalam Al-Qur’an tentang orang2 yang mungkar ! .. YAHUDI misalnya, dengan WATAK dan SIFATnya yang SOMBONG ! yang selalu MUNGKAR ! yang selalu merasa sebagai RAS yang terpilih ! sehingga pada akhirnya mereka terCAP sebagai KAFIRUN ! ..
tapi apakah kita tidak punya WATAK dan SIFAT YAHUDI itu di dalam DIRI kita ? .. kita semua punya WATAK dan SIFAT SOMBONG man ! … itu yang wajib kita singkirkan di dalam DIRI kita ! … ketimbang mengulang-ulang dengan caci makian untuk mereka.
kalau IBLIS memang memiliki perangai yang tidak baik, sementara kita juga tetap atau masih memiliki perangai seperti itu … lantas bedanya apa ? …
so ISLAM itu tidak mengurusi, tidak mengajarkan, tidak mengarahkan untuk membentuk diri kita agar menjadi TUHAN atas manusia2 lain sebagaimana di abadikan dalam Al-Qur’an contoh salahnya diri seorang FIR’AUN ….
ada satu pertanyaan … apakah kita masih mengira ALLAH azza wajalla tidak mampu, jika DIA berkehendak atas ISI DUNIA ini memeluk agama ISLAM ?
itu ! … salam KUPER … (pinjam gaya pak MARIO TEGUH)
wass.
Heh,semua orang itu bisa masuk kedalam surga!!Kalaucuma islam doang yang masuk surga emangnya surga jadi sepi gitu?nenek saya aja yg agama budha pernah diangkat ke surga.Dia menceritakan kalau semua agama berhak masuk surga,dan apapun kepercayaannya kecuali menyembah berhala.
cuma orang yg percaya sama allah yg bisa masuk surga
tulisan nggak mutu…. jelas statement semua agama adalah benar itu sesat, ajaran pluralisme telah meranggas di mana-mana, inna dina ‘indallahi Islam. itu jelas, gak bisa ditawar lagi !
QS Al-Imran 116-117 :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
TUHAN ITU HANYA SATU. MAHA ESA. MAHA KUASA.
Tapi dia punya banyak nama. Terserah anda mau memanggilnya dengan nama yang mana.
Saya cuma mau koment.. tapi bukan untuk profokasi.
Islam tidak mengajarkan kita untuk mencaci.. jadi jangan mencaci..
Dakwahkan islam dengan tepat, dengan sikap dan sifat.. Etika kita yang akan mendakwahkan islam…
jika kita mencaci nanti akan timbul kerusuhan.. ISLAM CINTA DAMAI..
Surga dan Neraka Allah yang Mengaturnya… Agama sebelum islam benar adanya melaui kitab yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Namun Allah menuturkan kitab yang dilengkapi terakhir adalah Al-Qur’an, maka Al-Qur’an adalaha tuntunan kita..
So, sudahkah kita memahami Al-Qur’an
Mantap yang posting …. ini baru wadah adu argumentasi yang bagus. Coba baca komentar atau tanggapannya. Sungguh dinamis … dan kita diajak untuk melihat mana komentar yang baik dan belum baik. Teruslah melakukan posting….
Astagfirlah….
Tuhan, ya Allah, ya Robb hamba tau Engkau menciptakan dunia ini dengan beragam agama atas izin dan kehendakMu.Entah apapun itu alasannya….
Hamba merasa tidak berhak utk men”judge” oranglain apkah masuk surga atau neraka, krn hamba pun merasa belum pantas mendapatkannya.
Semoga mreka yg men-JUDGE manusia yg lain seperti itu mendapat petunjuk dan ampunanMu.
“Bahwasanya ilmu yg dangkal itu menjadi BUMERANG bagi dirimu sendiri,
Yg banyak mempelajari agama karena keingintahuannya tiba2 dituduh menjadi KAFIR,
Yg hanya mempelajari Al-Qur’an dan artinya tanpa guru menjadi KOLOT,
Yg merasa dirinya paling benar membuat MALU agamanya sendiri….”
ISLAM itu indah, ISLAM itu sederhana, ISLAM itu LEMBUT…
Ampunilah hamba-Mu yg sok pintar dan sok tau inii
lhoo……. g bsa gtu mas broo tuhan kan cma 1 yaitu Allah jadi surga juga cuma ad satu jalan yaitu meklaui agama Allah yaitu Islam &berpedoman pada Al hdist
surga yang mana dulu..
kalo surga yang mana penguasanya adalah se’orang’ pervert yang suka pornografi akan pengikutnya yang diberinya masing-masing harem yang, well, HAREM YANG BESAR BANGET..
disuruh masuk juga gua ogah..
Halo
Mmm seru ya..? Baca ini barutau……bayak yg debat tentang agama saya bersur sama Allah ‘ telah mempunyai Nene Kake dan Ibu Bpk yg pin ter milih agama .Islam yg baik masuk akal cara ber doa juga beda .
Banget islam harus bersih dari kotor..suci badan suci hati berani bangun pagi madi sekli pun air dingin dan tida ada air debu pun bisa utuk sarat ber ibadah harus suci dari hadas ..ini beda dari agama lain saya suka islam bersih..kalo agama lain masuk gereja abis pipis dan belum madi.
.juga boleh..ya..? kalo islam tida begitu cara harus suci .buang angin aja harus cuci wudu . Ini yg masuk akal adab sopan santun suci bersih rapihh baru masuk masjid dan ber doa ini yg Allah terima doa nya. Bisa ..cara ber doa..tida seperti ikut ajaran is lam tapi doa nya di terima sama..omjin . Silah kan pikir mau yg mana?? Kalo om jin di ciptakan dari Api . dia kembali ke api tida panas .kalo manusi di cip takan dari tanah harus kembali ketanah .kalo tida mau kebakar jangan ikut om jin. Ini omjin tida mau sujud ke adam sombong padahal Allah Yg perintakan ..om jin lebih suka keneraka. Padahal Allah sudah beri dia tingal diSorga omjin tida mau sujud mang kanya orang yg tida mausujud turunan omji. Karena sombong..dan takut Air tida mau madi.
.semoga ada maam paat silah kan baca maap bila tida berkenan .
Anda punya hak…memilih menentukan
Jangan pernah memperdebatkan soal agama karena itu semua menyangkut masalah keyakinan…Jika ada orang non-muslim janganlah kita musuh tapi kita rangkul dengan baik & do’akan semoga dia mendapat hidayah dari Allah SWT…Karena mereka lahir bukan dari kalangan orang muslim..jika mereka mendapat hidayah dari Allah SWT pasti dia akan berusaha mencari kebenaran tentang ajaran Agama Islam..Ajaran agama Islam telah disempurnakan oleh Allah SWT melalui Nabi besar Muhammad SAW..ini ada hadistnya…..karena ISLAM itu CINTA DAMAI..karena islam tersendiri mencintai Rosul2nya/Nabi Allah begitu juga malaikat2nya dll…& perlu kita ingat jangan pernah mengata bahwa orang itu akan masuk surga atau neraka…karena surga & neraka itu urusan Allah SWT…jika kita masih merasa Cipta Allah SWT maka kita wajib bersujud padanya….karena dunia ini milik Allah SWT. INTINYA…Bertaqwal..Taatilah segala perintahnya & jauhi larangannya…Insya Allah.kita semua akan selamat didunia maupun Akhirat…AMIN YRA….
Mudzakarah:
Sesungguhnya Allah meletakkan kemuliaan,kejayaan,kesuksesan dunia&akhirat pada amal agama islam yg sempurna..Adapun Umat akhir Zamanblum dpt mengamalkan amal agama sempurna..
Berbeda dgn zaman Sahabat yg dpat mengamalkan agama islam yg sempurna krn para sahabat mempunyai 6 sifat mulia diantara sifat mulia lainya,yaitu:
1>percaya sepenuh hati dgn kalimat thayyibah:La Illa ha illallahu muhammadurrasulullah
2>Sholat Khusyu’ wa qudhu
3>Ilmu Ma dzikir
4>Tasyahun niat
5>Ikramul Muslimin
6>Dakwah tabligh fisabillillah
Mari kita luruskan kembali iman kita krn hny kpd Allah swt lah Kita memohon pertolongan,,apa pun itu.
.mari kita kuatkan persatuan umat islam,,buang pikiran mengkafirkan sesama umat muslim..percayalah itu adalah politik kaum yahudi yg ada disekitar kita krn mereka tidak rela umat islam bersatu&mencapai kemuliaan yg dimaksud Allah dunia&akhirat..
Sehingga politik adu domba,pecah belah adalah kekuatan mreka..
Rasulullah Saw.bersabda:
Sesungguhnya munafik tidaknya seseorang dapat dilihat dari sholat berjama’ah di masjid pada waktu shubuh..Jika mereka tak
ada,itu salah satu pertanda orang munafik..
Mari kita kuatkan Iman&amal sholeh kita..Insyaallah Allah Selalu bersama kita..
Dan membuat musuh-musuh allah swt.,,scra tak sadar pun segan untuk mengkudeta umat islam..karena persatuan umat muslim yg beriman&beramal sholeh &tidak trpngaruh oleh kpntingan duniawi yg sesat buatan kaum yahudi..
Mari utamakan amalan berjama’ah..seperti sholat berjama’ah di masjid..tidak ketinggalan juga shalat shubuh..ini adalah amalan yg paling ditakuti orang yahudi zionis,,saat umat muslim lebih memilih mengikuti ta’lim&sholat shubuh berjama’ah di masjid dari pada hawa nafsunya..
Lailla ha illallahu muhammadarrasulullah..
#saya hanya mengingatkan saja juga utk mengingatkn pd diri sndiri jg..
Apakah anda bisa masuk surga ?
Seberapa besar iman anda ? apa tolok ukurnya ?
adakah jaminan masuk surga ?
Memang surga itu punya siapa ?
Saya bekerja di Perusahaan Farmasi, yang artinya membuat obat untuk orang sakit.
Saya buat persamaan logika, seperti ini:
Allah = Apoteker (Pembuat obat)
Surga = Mesin obat
Manusia = bahan obat
Kebaikan = kadar
Dosa = kotoran/pasir/benda kotor
Proses normalnya :
Manusia tanpa dosa bisa di masukkan Allah dalam Surga atau secara Farmasi
Bahan obat harus benar-benar bersih dari kotoran apapun dapat dimasukan ke mesin obat oleh Apoteker.
Apapun tingkat pendidikan anda, pakai otak anda untuk berpikir.
Apoteker tidak akan memasukan bahan obat yang mengandung 5% kotoran dengan kadar obat 95% ?
atau
Apakah Allah akan memasukkan manusia ke Surga-Nya dengan 5%dosa dan 95% kebaikannya?
Apa benar anda mau minum obat yang mengandung kotoran 5% ? yang penting
sehat kan kadarnya masih 95%. mau ?
Jelas saya tidak mau.
Saya yakin standart Allah lebih tinggi dari standart seorang Apoteker.
Karena dengan 5% kotoran bila bersinergi dengan penyakit pasien, maka kadar 95% tidak akan ada artinya.
Adakah manusia yang tidak berdosa ?
Masih yakin masuk surga ?
Mau tidak minum obat dengan 5% kotoran saya ?
Logika lagi :
Allah = anda ( manusia )
Surga = perut anda
Manusia = roti
Kebaikan = bahan-bahan roti
Dosa = kotoran saya
Anda mau makan roti dengan 95% bahan roti lezat dan 5%-nya kotoran saya ?
Saya yakin standart Allah lebih tinggi dari standart saya.
Seperti saya yakin roti yang masuk ke perut saya 100% bahan roti tanpa kotoran anda.
Manusia harus 100% tanpa dosa baru bisa masuk surga.
(apapun pendidikanmu… pakailah akalmu dan berpikirlah…)
logika lagi ya…
Allah = Anda ( manusia )
Surga = saku anda/rekening bank anda
Manusia = Pekerjaan
Dosa = Rekening Bank saya.
Kebaikan = Gaji
Anda mau bekerja dengan gaji yang 10%-nya selalu ditransfer ke rekening saya ?
kalo mau transfer dana silahkan e-mail saya berapapun anda mau transfer saya terima. terimakasih.
sesungguh nya bukan AGAMA la yang membawa kita masuk surga….,,,,
tetapi perbuatan lah
Kalau agama tidak menjadi acuan masuk surga kenapa ??? agama…..