Pertanyaan ini tersebut diajukan oleh teman saya dalam sebuah diskusi online melalui sebuah chat-room.
Kontan saja pertanyaan itu mendapatkan berbagai tanggapan dari peserta lain.
Karena forumnya adalah tentang pendalaman Islam, tanggapan-tanggapan yang muncul pun tentunya banyak mengutip berbagai ayat dalam al-Qur’an dan beberapa riwayat Hadits.
Tentunya setiap tanggapan yang muncul memberikan jawaban yang hampir seragam: “Selain muslim tidak bisa masuk surga.”
Setelah panjang lebar orang-orang memberikan jawaban, saya pun memberikan tanggapan yang menghebohkan, “yaa bisalah.. siapa bilang nggak bisa..”
Dalam sekejap segala macam hujatan yang ditujukan kepada saya pun berjajar dengan manisnya di jendela chat-room. Dari mulai yang menyebut kafir, kufur, durhaka, tidak pernah baca al-Qur’an, penyusup dari agama lain dan hal-hal lain yang sepengetahuan saya sih tidak pantas disampaikan oleh seorang Muslim.
Akhirnya setelah segala caci-maki, sumpah-serapah dan doa-doa semoga saya dilaknat Alloh SWT dan masuk neraka, saya menyampaikan pesan singkat demi menenangkan suasana, “sebentar dulu dong ikhwan sekalian.. saya kan belum menjelaskan maksud saya.. saya jelaskan dulu boleh kan?”
Berikut ini pesan-pesan yang saya tulis di chat-room:
Setiap agama kan punya Tuhan, kitab suci, penyampai dan tempat ibadah masing-masing kan?
Kalau Tuhan, kitab suci, penyampai dan tempat ibadahnya sudah berbeda, mungkinkah surga dan nerakanya sama?
Tentunya surganya dan nerakanya masing-masing juga dong..
Terus bagaimana dengan orang-orang yang tidak bertuhan?
Ya tentu saja nggak punya surga dan neraka..
Kalau begitu mendingan nggak bertuhan saja sekalian biar nggak masuk neraka..
Wah, kalau itu sih saya nggak berani bertaruh. Nanti kalau tau-tau sekalipun saya tidak bertuhan ternyata dimasukin neraka gimana? Kan belum pernah ada yang mati terus hidup lagi buat nyeritain kalau neraka itu nggak ada..
Jadi biar saja setiap orang mendefinisikan surga dan nerakanya masing-masing..
Toh nggak merugikan siapapun..
Setiap orang berhak mengkhayalkan apapun..
Jadi selama kita bisa saling menghargai satu sama lain, nggak ada masalah kan?
Nabi Muhammad SAW tidak pernah memaksakan nilai-nilai Islam pada nonmuslim.
Alloh SWT melarang secara tegas seorang Muslim menghina Tuhan yang disembah oleh kaum lain karena itu akan berdampak pada dihinanya Dia oleh mereka sebagai balasannya.
Jadi daripada kita repot ngurusin apakah kita atau orang lain masuk surga atau neraka, saya sih lebih senang menyibukkan diri memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah saya.
Alloh SWT sudah sedemikian lengkap memberikan pedoman serta contoh nyata seorang manusia yang mampu menerapkannya secara menyeluruh dan utuh yang bisa dijadikan model dalam setiap jaman.
Dan lagi.. emang ibadah cuma buat masuk surga dan takut masuk neraka saja?
Wah, kalau gitu sih masih belum jadi hamba Alloh SWT yang memiliki keiklashan dong..
Kalau saya sih masuk surga pengen banget tapi apa pantas yaa?
Masuk neraka jelas nggak mau tapi lagi-lagi apa bisa yaa?
Tuh kan.. daripada ngeributin neraka-surga lebih baik memperdalam kecintaan kita kepada Tuhan kita masing-masing saja deh dan mengamalkan ajaran-Nya dengan sebaik-baiknya.
Memang sih dalam kitab suci agama Islam terdapat firman Alloh SWT yang kira-kira terjemahannya seperti ini, “sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh hanyalah Islam..”
Tapi saya yakin di kitab suci agama lain akan terdapat juga pernyataan yang kira-kira hampir sama tercantum di dalamnya..
Jadi?
Mendingan saya mencatut ucapan Gus Dur yang terkenal itu,”gitu aja kok repot..“
Popularity: 5% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Makan Bersama Orang Nonmuslim Haram?
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Akankah Saya Masuk Syurga?
- Borong Aja Sendiri.. Pasti Orang Penasaran!!
- Alloh SWT Tidak Adil Kepada Iblis?
- Pentingnya Mengingat Nama Orang/Kenalan
- Panglima Itu Tidak Perlu Mengetahui Semuanya Tapi Harus Bisa Mengendalikan Semuanya
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
- Masihkah Ada Alasan untuk TIDAK Berkurban?

Pd paragraf terakhir anda yakin bahwa di dalam kitab yg dianggap suci oleh agama lain juga tercantum pernyataan yg kira2 sama dengan :”sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh hanyalah Islam..”
Kalau begitu anda mengakui kitab sucinya agama lain adalah benar2 suci dong, padahal kitab2 suci tsb buatan manusia atau dulunya diturunkan oleh Alloh tapi sudah disimpangkan oleh manusia. Yg terjamin isinya sampai akhir jaman adalah Al Qur’an. ANDA ORANG JIL YA???
@ Mhmd. E. Prasetyo:
Assalaamu’alaykum Pak Prasetyo..
Insya Alloh saya bukan orang JIL dan tidak pernah berniat bergabung di dalamnya
Saya tidak pernah mengakui kalau kitab suci agama lain benar.
Bagi saya, setiap agama itu benar menurut pemeluknya masing-masing.
Jadi daripada kita ribut mencari pengakuan agama mana yang paling benar maka sebaiknya kita jalankan saja dengan sebenar-benarnya apa yang kita anut.
Saya imani bahwa al-Qur’an adalah kitab yang terjamin hingga akhir jaman sesuai kewajiban saya sebagai seorang Muslim.
Tapi saya juga harus bisa bertoleransi dengan teman2 dari agama lain yang mengimani bahwa kitab suci agamanya dijamin juga hingga akhir jaman.
Mohon tulisan saya ini tidak dibaca dengan emosi tetapi dengan kejernihan pikiran.
Wallohu ‘alaam bisshowab..
Tiap manusia harus berusaha mencari Tuhannya masing-masing. Insya Allah mereka akan menemukan Tuhan yang benar jika berusaha keras mencari (bisa dari membaca, ataupun merenungkan segala sesuatu yg terjadi di sekitarnya).
Karena hanya pasti hanya ada satu Tuhan yang benar dari sekian banyak tuhan. Gak mungkin semuanya benar. Kalau mau masuk surga yg bener, ya cari Tuhan yang bener. Kalau gak perduli bener atau enggak tujuannya, ya gak apa-apa kalau mau travelling setelah mati… hehehe… Mendingan travelling selagi hidup deh kalau menurut saya, karena gak bisa balik kalau udah mati.
@ Jabrik:
Setuju bos..
Suatu ketika Seorang Muslim dirampok dan dicederai ditengah jalan, lewatlah seorang Ulama dan berlalu begitu saja karena mungkin takut atau apalah. Saat itu lewatlah seorang Kristen atau Hindu atau yang beragama lain, kemudian tergerak hatinya untuk menolong tanpa peduli resikonya, memberi tumpangan dan perawatan. Saya bertanya kepada Anda, siapakah sesamamu manusia itu? Jika si Korban tersebut ternyata Bapaknya seorang penguasa, siapakah yang diundang dalam perjamuan mereka? Si Ulamakah? atau si penolong tadi? Maka kesimpulan saya , Agama tanpa akal sehat adalah suatu kesia-sian belaka dan agama tanpa akal sehat sebenarnya sudah mati dan pengikutnya sedang merintis jalan ke Neraka. Untuk itu bagi saya, Surga atau keselamatan akan diperoleh bagi orang yang berkehendak dan berbuat baik serta percaya akan keselamatan yang datang dari Tuhan.
@ karang abdullah:
Wah.. berat banget Pak Abdullah..
Memang Pak, seharusnya beragama itu punya dampak sosial, tidak hanya berhubungan secara tegak-lurus dengan Tuhan.
Yang pasti anda bukanlah yang pertama berujar seperti ini, namun seperti halnya lainnya pendapat anda tak didukung hasil penelaahan. Saya lihat artikel-artikel anda banyak yang bagus dan dilandasi referensi, kenapa yang ini nggak? Gitu aja koq sungkan repot
@ Zuchrivious:
Halo Mas Zuchri..
Terima kasih atas opininya
Memang agak repot ngebahas masalah ini.
Padahal maksud isi posting ini adalah menerapkan “bagimu agamamu bagiku agamaku..”
Jadi daripada kita repot-repot saling klaim lebih baik repot-repot saling membuktikan dalam karya nyata saja deh..
Karya nyata yang menghasilkan kebaikan bagi seluruh semesta ini sebagai manusia yang menghambakan diri kepada “tuhannya” masing-masing.
Buktikan aja ntar di akhirat siapa yang benar,,,kagak usah repot-repot lah..
@ wong ndeso utun:
Setuju!
Daripada debat kusir nggak produktif lebih baik berkarya nyata dan menunjukkan kualitas Ketuhanan kita dengan amal ibadah..
Eh..eh..mas panas ya? Pantes.
Ke dokter gih.
Allahu yahdik..smga ajah Dy ngasih petunjuk dan penerangan y mas.
Mknya buruan k dokter jgn ampe telat ntar mkn parah lhow.
@ Uqie:
Halo Mbak Uqie..
Alhamdulillah Alloh SWT masih memberikan kesehatan sama saya
Sampai saat ini saya bingung, para pembaca posting ini kok bisa ada yang pada marah2 yaa..
Setiap kali ada yang kira2 kontra dengan isi posting ini selalu membuat saya “membaca ulang” hingga kata demi kata.
Berusaha mengevaluasi apa yang kira2 melanggar dari hukum Alloh SWT maupun sunnah Rosululloh SAW..
Tujuan posting ini sebenarnya sederhana sekali, mengajak kita semua lebih banyak menunjukkan amalan nyata daripada berdebat kusir mengenai agama masing2.
Dalam hal ini saya sebagai Muslim tidak pernah menjumpai satu ayat pun dalam al-Qur’an yang memaksakan Keislaman bagi para pemeluknya.
Saya yakin Mbak Uqie bisa lebih cermat lagi membaca posting ini.
Plus.. dengan tingkat ketakwaan dan keimanan yang lebih tinggi dibandingkan saya bisa menyampaikan pendapat dengan cara yang lebih baik lagi.
Tidak menuduh orang sebagai penyakitan tanpa menelaah secara cermat apa yang disampaikan.
Wassalaam..
komentar saya singkat aja : esensi dan kualitas sebuah pohon, dilihat dari “buah” nya.
@ Rinto Faad:
Halo Pak Rinto..
Setuju Pak!
@ kahfi:
Halo Pak Kahfi..
Saya sependapat Pak.
Walaupun sampai sekarang saya bingung, bagian mana dalam tulisan ini yang kontroversial?
Merdeka!!!
maksud saya kita harus merdeka dari pikiran picik.
Kalau saya sih lihat realita saja.
Indonesia punya jutaan Haji/Hajjah.
Ustad puluhan ribu orang.
hasilnya apa???. Negara kita paling korup. Banyak org yg memahami agama tidak bisa melaksankan hal2 kecil saja. contohnya tidak menyakiti hati orang lain, tidak mengambil hak orang lain. termasuk saya yg sedang menyakiti perasaan anda
Ngerti nggak saudara2 artinya surga.
kalau nggak ngerti, tar saya jelaskan.
surga itu adalah keadaan dimana semuanya berjalan sesuai dengan aturan Tuhan. maka disitulah sudah ada surga…
Kalau ada Nabi atau siapapun yang membuat klaim akan aliran dan bukan perbuatan(buah) maka kita patut mempertanyakan.
Makanya saya mau katakan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Dan saya mau Buat pernyataan Kalau kamu hanya baik kepada orang2 yang baik samamu maka kamu sama dengan orang jahat. makanya kitab suci itu harus dipelajari dengan benar2. Semoga yang baca tulisan ini bisa mengendalikan amarah dan ingatlah bahwa hanya ada satu jalan ke sorga. dialquran itu juga ditulisakan” tapi saya yakin anda tidak menemukannya karena ditulis pakai huruf arab.
@ Bang Jun:
Halo Bang Jun..
Memang kelemahan terbesar “ummat beragama” saat ini adalah minimnya penerapan ajaran2 luhur di dalamnya.
Sehingga agama hanya sekedar ritual peribadatan kepada Tuhan masing2 dan kehilangan wujudnya sebagai perpanjangan keinginan-Nya yang harus dipatuhi oleh setiap mahluk.
Sebenarnya surga maupun neraka hanyalah dampak bawaan.
Sedangkan tujuan utamanya adalah penghambaan seutuhnya kepada Yang Dipertuhan oleh kita masing2.
Utuh dalam arti memberikan dampak manfaat yang sebesar-besarnya kepada lingkungan kita sehingga mendatangkan ridho-Nya.
Wallohu’ alaam bishowab..
G BENCI MUSLIM FANATIK!!!
knp??
mrk gk peduli kepentingan dan pandangan agama laen..
gmn kalo agama laen pun fanatik..
dan blng kalo islam gk bs masuk surga..
apa anda bs terima???
tentu saja tidak..
sebelum anda ingin dihargai,
tolong hargai org lain..
mengerti???
j****??
g bs blng..
muslim yg fanatik itu ******!!!
muslim yg gk fanatik itu lah yg berhak masuk surga!!!
hidup muslim!!!
org2 fanatik
adalah org yg disesatkan oleh dirinya SENDIRI,
bukan oleh org laen…!!!
HIDUP MUSLIM!!!
“mrk gk peduli kepentingan dan pandangan agama laen..
gmn kalo agama laen pun fanatik..
dan blng kalo islam gk bs masuk surga..
apa anda bs terima???”
yahh gpp… itu kan pendapat mereka
mnrt g,
sih bung yg pake nama “a” doank itu ad bnernya walaupun terlalu kasar
g jg gk sk muslim fanatik..
knp?
karena muslim yg fanatik itu hanya merusak citra baik agama islam..
cobalah cinta damai dikit..
bang “a” doank
thX masukannya
hehe
muslim yg gk fanatik memang pantas masuk surga Bung
klo menurut gw islam fanatik itu cuma istilah yg dibuat2…
islam itu satu, yg beda cuma cara pandangnya aja…
klo ada yg ngaku muslim tp ga menghargai org lain berarti dia udh ga jalanin perintah agamanya sendiri
thx
Assalaamu’alaykum semuanya
weleh2, koq begini aja repot…..
Pernah kah kalian tahu, antara Islam dengan agama Islam? Islam diambil dari bahasa Syria yang artinya Mencapai Kesempurnaan. Jadi kata “Islam” bukan berarti agama Islam. Arti dari agama Islam berarti sebuah jalan mencapai kesempurnaan dunia dan akhirat. Seperti halnya dalam kata “Buddha” itu jg bukan berarti agama Budha. Kata Buddha diambil dari bahasa pali yang artinya juga sama mencapai kesempurnaan. Jadi saran saya, sebaiknya berfikir begini:
“Sejarah tanpa ilmu BUTA, Agama tanpa Ilmu Lumpuh” atau sebaliknya sama aja yg intinya kalo kita ga tau asal usulnya bagaimana kita tau pengetahuannya(ilmu)? kalo kita sudah tidak tahu jd ga ngerti bagaimana kira2 kita belajar ajaran agamanya? jelas buta dan lumpuh bukan?? kecuali anda adalah orang yang luar biasa tentunya.
Seperti kasus begini, banyak temen2 saya berkata kalau kita penganut agama Islam selalu mengucapkan salam “Assalaamu’alaykum”. Anda tahu tidak itu bahasa atau cirikhas agama???
Pada tahun 2001 saya ke saudi arabia, kebetulan saya ikut teman yang mengantar ayahnya seorang kedubes, ternyata setelah saya tinggal lama disana, baru saya tahu kalo kata “Assalaamu’alaykum” itu bahasa arab, yang artinya semua orang arab menyapa pasti begitu walaupun umat Khatolik disana juga akan menyapa “Assalaamu’alaykum” ( kebetulan saya berkenalan dengan umat Khatolik disana). Pertama memang saya tercengan, koq orang Khatolik bisa berkata “Assalaamu’alaykum” sih??? selidik punya selidik akhirnya baru saya tahu, begitu butanya, begitu dangkalnya pengetahuan saya tentang Agama Dan Budaya.
Satu lagi sebagai contoh, Orang bilang kalo pake sarung dan peci itu Umat Muslim, benarkan?? tapi kita lihat begitu kita naik haji (bagi yg pernah naik haji tolong ingat2 deh, ada ga orang Arab yang make kostum serupa orang Indonesia??? Orang Arab disana pada pake piyama, dan kopyah bulat karena yah budaya mereka begitu. Seperti halnya Pastur dan Suster Khatolik kenapa pake kopyah dan jilbab??? Yah karena budaya yang sama dari Timur Tengah, bingung??? Yesus itu bukan dari eropa setahu saya tapi dari Yerusalem, nah bukankah dari Timur Tengah??
Jadi tolong bedakan antara AGAMA dan BUDAYA, antara KATA yang serupa tapi tidak sama.
semoga posting ini dapat membantu dan menambah khazanah wawasan kita semua, saya hanya coba share dari pengalaman saya selama di Timur Tengah
Assalaamu’alaykum
Assalaamu’alaykum
Saya sangat simpatik dengan yang bikin artikel ini, kenapa?? karena kebijakan berfikirnya. Baik buruk, hitam dan putih bisa dilihat jelas mana yang bijak dan mendidik dan mana yang berkata tidak berbobot.
Dengan adanya artikel ini, saya senang dapat menambah wawasan bagi saya, karena tidak ada sesuatu yang buruk jika kita tidak memandang segi buruknya.
Karena pemahaman agama itu penuh filosofi dan harus di tangkap oleh kebijaksanaan dan bukan kepicikan.
Lebih baik kita pandang segi agama itu dari segi imannya, apalah artinya ngeributin agama mana yang paling lurus.
Apalah arti sebuah nama, yang terpenting tau wujudnya, kenapa sih forum2 di Indonesia selalu aja menanggapi suatu permasalahan dari segi buruknya bukan dari positifnya, setahu saya kalo seorang anak bayi di cekokin hal yang buruk2 pasti dia tidak tau yang baik, nah begitu juga dengan kita, kalo memandang segi burukkk terus, yang ada hal2 buruk atau tidak bijak di otak kita. Kenapa juga orang2 Indo kebiasaannya suka bawa2 masalah pribadinya dengan mengatas namakan Tuhan, emang ga malu yah?? Jujur aja, saya kadang malu utk sholat lantaran masih banyak kekurangan saya, jd saya sangat haus ajaran2 bijak sebagai penerang mata dan hati saya.
terimakasih
Premis 1: Surga ada di bawah telapak kaki ibu;
Premis 2: Orang non-muslim kebanyakan punya ibu yang bertelapak kaki;
Premis 3: Banyak dari ibu-ibunya orang non-muslim itu sudah berada di surga.
Kesimpulannya:
Orang non-muslim bisa juga masuk surga, lha wong ibunya sudah masuk duluan :->
Assalamualaiklum
Kadangkala “suatu pemikiran” itu berbeda bagi setiap orang dalam memahaminya.
).
)
Ibadah menurut saya bukan hanya sholat saja. tapi ibadah adalah bentuk pelaksanaan segala kewajiban kita terhadap Allah SWT, dan didalamnya termasuk kewajiban dakwah Islam (Dakwah kepada orang kafir dan dakwah melanjutkan kehidupan Islam), dalam hal ini (slah satunya) mengatakan secara tegas bahwa Islamlah satu-satunya yang diridhai dan diterima disisi Allah (Terlepas dari penafsiran (Ijtihad) yang salah terhadap dalil, yang memang salah, tapi rasul mengatakan mendapatkan pahala 1, tentu karena tetap mengacu pada Islam). Tegas, karena demikianlah yang tercantum didalam alqur`an dan begitulah yang dicontohkan rasul dengan sabdanya akan kekalnya orang-orang kafir dan musyrik di neraka jahannam.
Insya Allah di akhirat kita akan ditanya tentang apa yang kita kerjakan(perbuatan kita) berdasarkan standar penilaian/tolok ukur Syariat Islam(Hukum Islam). jadi tentu menurut saya orang korupsi yang membangun masjid tentu salah dan orang kaya yang tetap bayar zakat (kewajibannya) walau agak kikir `dikit, tapi tidak melakukan perbuatan dosa berdasarkan hartanya (menurut standar syariat Islam tentunya)tentu dia benar walau dia tidak berhasil meraih status kemuliaan dengan hartanya tersebut (meraih predikat sukses sebagai orang kaya
Soal menghormati dan menghargai teman yang berbeda keyakinan atau bahkan mencintainya, he..he..he..
Mari berpikir begini…
Jika kita tahu (dan butuh keyakinan tentunya) bahwa neraka adalah tempat penuh siksa yang disediakan bagi orang kafir dan (Insya Allah kekal pula mereka) tentu harusnya kita lebih kasihan kalo teman kita disana kan pak… (he..he..he.. ini pendapat saya lo pak, bukan mau menggurui
Saya pikir masalah penyampaiannya saja pak yang harus baik dan tetap menjaga hubungan baik (selama syariat membolehkan atau mewajibkan). sebab menyampaikan Islam adalah kewajiban “Ibadah” kita kepada Allah SWT dan wujud kepedulian pada teman/sosial(untuk kehidupan yang lebih lama).
Menyampaikan kalimat “Tafsiran” yang terlalu dalam bagi sebagian orang akan membawa fitnah. Rasul SAW menyuruh kita menjauhi hal tersebut, lagi pula ungkapan seperti itu tidak pernah diucapkan Beliau SAW. Meskipun tujuannya “Baik” menurut anda kan Pak.
Oya… soal muslim lain yang beraksi atau marah (Sekali lagi menurut saya lo pak) itu benar dan memang harus. ada beberapa hal yang Allah benci kalo seorang hamba tidak marah jika kondisi tersebut berlaku. tapi barangkali tindakan lanjutan akibat marahlah yang perlu diliat selanjutnya benar dan salahnya. sebab selanjutnya tidakannya bisa benar dan bisa salah.
@ AarKHL:
Alaykum salaam..
Setuju
Tapi yang seringkali menjadi masalah adalah bagaimana mengembangkan sikap saling menghargai terhadap “perbedaan” pemikiran tersebut.
Setuju
Hanya saja, bukan berarti hal tersebut menjadi “pembolehan” untuk melakukan klaim bahwa “agamaku” adalah “terbenar” hingga memaksakannya kepada pihak lain yang berbeda keyakinan.
Bukankah di dalam al-Qur’an Alloh SWT saja melarang kita untuk menghina “tuhan” agama lain karena akan menyebabkan mereka balas menghina-Nya.
Masalah tersebut akan mengundang klaim yang sangat relatif
Karena yang dapat mengukur secara obyektif derajat kesalehan kita hanyalah Alloh SWT.
Itu dia Pak, apa susahnya sih menyampaikan sesuatu dengan baik.
Padahal Rosululloh sendiri sudah mencontohkan kepada setiap orang yang didakwahinya.
Hmmm.. masalah “tafsiran” ini akan kembali kepada “daya serap” si penerimanya bukan?
Nah, itu dia.
Mengapa kita harus “bereaksi” bukan “merespon”.
Padahal “reaksi” adalah tolok ukur sikap negatif dan “respon” adalah tolok ukur sikap positif
Respon tulisan diatas.
1.Saya sbgi muslim,tentunya meyakini apa yang dituliskan dialqur’an secara utuh (termasuk topik ini)
2.Komentar orang yang bener2 belajar(islam) sama yang belajar sebagian atau belum pada yang tepat,juga berbeda-beda
3.ga perlu ribut soal ginian, setiap orang mempertanggungjawabkan yang dijalankan semasa hidup.
4.Kalo bener2 mencari,mengkaji,mendalami pasti tahu jawabanya dan tidak perlu dipaksakan yang beda agama.
5.Kalo berkomentar tapi belum benar2 kita paham,jangan dipaksakan, takutnya salah ngomong.diakhirat baru ngerasain balasannya atas semua yang kita ucapkan.
(Regards All).
Pengen selamat dunia akhirat:Jgn zalim thd diri sendiri,orang lain,tau ukuran.Mudah2han dpt mendefinisikan&mengaplikasikan dlm keseharian ke3nya secara seluas luasnya,gitu aja kok repot.
mau surga mau neraka, banyak yang harus diperdebatkan ya. Tapi yang kita tau, Tuhan itu tidak ada kalau tidak ada yang namanya mahkluk (ciptaan). So, tugas kita sebagai ciptaan adalah mengenal Tuhan, yang begitu baik dengan 99 sifatnya, tanpa harus perduli nanti masuk mana. Yang jelas, kalau menuruti empunya hidup, ya pasti akan diterima kembali kepadaNya. Kalau nggak, ya silahkan dibuktikan sendiri kelak di padang mahsyar
@ ARY & wedus:
Terima kasih atas masukannya Pak.
baca tafsir surat al-baqoroh ayat 63 dan al maidah 69…brooooo
umat di luar islam juga mahluk alloh ……man…..
Kenapa kita harus memusingkan perbedaan agama? Bukankah semuanya bertujuan memuliakan Tuhan? Bukankah semua agama mengajarkan untuk berbuat baik. Saya heran sama orang yang mempermasalahkan agama.Kenapa kita tidak saling menghormati saja masing2 kepercayaan, niscaya ga akan ada yang saling menyakiti dan tersakiti.
Apakah cukup dengan punya akhlak baik tanpa didasari aqidah yang benar bisa menjadikan manusia masuk ke dalam Jannah – Surga Alloh Ta’ala ?
Coba jalan-jalan dan baca artikel berikut : http://evisyari.wordpress.com/2008/07/15/benarkah-orang-baik-belum-tentu-masuk-surga/
Semoga bermanfaat (kasih link saja supaya ngga repot
)
Sebenarnya simpel saja,bahwa perorangan atau kelompok yang memberikan jawaban bahwa semua agama adalah benar,juga bahwa semua agama akan masuk surga adalah karena dangkalnya agama dan kita tidak boleh mengambil tokoh yang tidak di ketahui kridibilitasnya keislamannya,dan sekarang ini virus -virus liberisasi islam telah melanda kaum muda dan kaum intelektual indonesia ( karena mereka belajar agama islam bukan pada sumbernya tetapi malah belajar islam ke beberapa negri kafir dengan mengatasnamakan BEA SISWA)
sesungguhnya sesembahan selain Allah adalah batil.lalu bagaimana anda hanya menghambakan diri hanya kpd Allah, jika anda masih mengakui benarnya sesembahan selain Allah & agama selain Islam ?.anda nurut agama siapa?
lalu knapa anda memeluk Islam, apa cuma krna warisan nenek moyang saja?
sesungguhnya pernyataan smacam ini
tidak keluar kecuali diantara :
-orang yg jahil ttg agamanya sndiri
-orang yg tidak yakin dengan agamanya sendiri (ada penyakit keraguan dalam hatinya)….
mungkin, skali lagi mungkin saja,, anda benar
pernahkah terpikir oleh anda untuk mengundang orang yang setiap hari menghina anda untuk masuk ke rumah saudara?
sekaligus menikmati segala fasilitasnya?
anda orang yang sangat baik dan menghargai pendapat orang lain,
orang seperti anda sangat dibutuhkan untuk menjaga dunia tetap damai..