Pertanyaan ini tersebut diajukan oleh teman saya dalam sebuah diskusi online melalui sebuah chat-room.
Kontan saja pertanyaan itu mendapatkan berbagai tanggapan dari peserta lain.
Karena forumnya adalah tentang pendalaman Islam, tanggapan-tanggapan yang muncul pun tentunya banyak mengutip berbagai ayat dalam al-Qur’an dan beberapa riwayat Hadits.
Tentunya setiap tanggapan yang muncul memberikan jawaban yang hampir seragam: “Selain muslim tidak bisa masuk surga.”
Setelah panjang lebar orang-orang memberikan jawaban, saya pun memberikan tanggapan yang menghebohkan, “yaa bisalah.. siapa bilang nggak bisa..”
Dalam sekejap segala macam hujatan yang ditujukan kepada saya pun berjajar dengan manisnya di jendela chat-room. Dari mulai yang menyebut kafir, kufur, durhaka, tidak pernah baca al-Qur’an, penyusup dari agama lain dan hal-hal lain yang sepengetahuan saya sih tidak pantas disampaikan oleh seorang Muslim.
Akhirnya setelah segala caci-maki, sumpah-serapah dan doa-doa semoga saya dilaknat Alloh SWT dan masuk neraka, saya menyampaikan pesan singkat demi menenangkan suasana, “sebentar dulu dong ikhwan sekalian.. saya kan belum menjelaskan maksud saya.. saya jelaskan dulu boleh kan?”
Berikut ini pesan-pesan yang saya tulis di chat-room:
Setiap agama kan punya Tuhan, kitab suci, penyampai dan tempat ibadah masing-masing kan?
Kalau Tuhan, kitab suci, penyampai dan tempat ibadahnya sudah berbeda, mungkinkah surga dan nerakanya sama?
Tentunya surganya dan nerakanya masing-masing juga dong..
Terus bagaimana dengan orang-orang yang tidak bertuhan?
Ya tentu saja nggak punya surga dan neraka..
Kalau begitu mendingan nggak bertuhan saja sekalian biar nggak masuk neraka..
Wah, kalau itu sih saya nggak berani bertaruh. Nanti kalau tau-tau sekalipun saya tidak bertuhan ternyata dimasukin neraka gimana? Kan belum pernah ada yang mati terus hidup lagi buat nyeritain kalau neraka itu nggak ada..
Jadi biar saja setiap orang mendefinisikan surga dan nerakanya masing-masing..
Toh nggak merugikan siapapun..
Setiap orang berhak mengkhayalkan apapun..
Jadi selama kita bisa saling menghargai satu sama lain, nggak ada masalah kan?
Nabi Muhammad SAW tidak pernah memaksakan nilai-nilai Islam pada nonmuslim.
Alloh SWT melarang secara tegas seorang Muslim menghina Tuhan yang disembah oleh kaum lain karena itu akan berdampak pada dihinanya Dia oleh mereka sebagai balasannya.
Jadi daripada kita repot ngurusin apakah kita atau orang lain masuk surga atau neraka, saya sih lebih senang menyibukkan diri memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah saya.
Alloh SWT sudah sedemikian lengkap memberikan pedoman serta contoh nyata seorang manusia yang mampu menerapkannya secara menyeluruh dan utuh yang bisa dijadikan model dalam setiap jaman.
Dan lagi.. emang ibadah cuma buat masuk surga dan takut masuk neraka saja?
Wah, kalau gitu sih masih belum jadi hamba Alloh SWT yang memiliki keiklashan dong..
Kalau saya sih masuk surga pengen banget tapi apa pantas yaa?
Masuk neraka jelas nggak mau tapi lagi-lagi apa bisa yaa?
Tuh kan.. daripada ngeributin neraka-surga lebih baik memperdalam kecintaan kita kepada Tuhan kita masing-masing saja deh dan mengamalkan ajaran-Nya dengan sebaik-baiknya.
Memang sih dalam kitab suci agama Islam terdapat firman Alloh SWT yang kira-kira terjemahannya seperti ini, “sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh hanyalah Islam..”
Tapi saya yakin di kitab suci agama lain akan terdapat juga pernyataan yang kira-kira hampir sama tercantum di dalamnya..
Jadi?
Mendingan saya mencatut ucapan Gus Dur yang terkenal itu,”gitu aja kok repot..“
Topik yang mungkin Terkait:
- Makan Bersama Orang Nonmuslim Haram?
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Akankah Saya Masuk Syurga?
- Borong Aja Sendiri.. Pasti Orang Penasaran!!
- Alloh SWT Tidak Adil Kepada Iblis?
- Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)
- Pentingnya Mengingat Nama Orang/Kenalan
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Panglima Itu Tidak Perlu Mengetahui Semuanya Tapi Harus Bisa Mengendalikan Semuanya
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja




Kalau agama tidak menjadi acuan masuk surga kenapa ada agama…..
gue baca omongan si SAM yg diketik pd tgl 3 nop 2010 itu, adalah omongan orang kafir, orang kafir SO pasti disiksa dlm NERAKA JAHANAM SELAMA-LAMANYA oleh ALLOH SWT. Orang kafir itu orang yg tdk diberi hidayah (petunjuk) oleh Alloh, barang siapa yg bukan muslim SO PASTI AKAN MENJADI PENGHUNI NERAKA YANG KEKAL ABADI…, CAMKAN ITU….!
pada dasarnya masuk surga atau neraka, merupakan keputusan Allah SWT. Bisa jadi orang selain Islam masuk surga,. Mengapa demikian?
Kita dikatakan islam, apabila beriman, namun kita lihat pada saat ini, orang mengaku beriman, tapi tidak mencerminkan perilaku yang telah di ajarkan oleh Rasulullah. Dan sialnya lagi, yang mengamalkan justru orang selain islam. Apakah pantas kita bangga akan masuk surga karena kita Islam, tetapi perilaku kita tidak mencerminkan Islam? Bisa jadi orang selain beragama Islam bisa masuk surga, karena perbuatannya saat di dunia yang mencerminkan islam. Perlu diingat, masuk surga atau tidak, merupakan keputusan Allah SWT.
emang ya ya ahki ada hadist qudsi yg berbunyi… Alloh lebih mencintai orang kafir yg dermawan daripada orang mukmin yg kikir/bahil.. tafsir dari hadist ini gaktau.. tafsir/camkan sendiri2 aja yaaa
assalamualikum,,
orang non muslim(khususnya nasrani) yang akan masuk surga adalah mereka yang mengalami masa di mana nabi isa (yang mereka sebut yesus) turun ke muka bumi untuk meluruskan yang bengkok, nabi isa akan mematahkan salib dan membunuh babi dan mewartakan kabar gembira, apakah warta itu ya sesungguhnya islam itu satu satunya agama yang di ridhoi ALLAH,, maka bertobatlah kalian,, sessunguhnya manusia itu telah melampaui batas,, bila kalian kaum nasrani tidak percaya dengan Firman Allah ini tetaplah pada pendirianmu (agamamu) ceritakanlah ini kepada anak cucunya hingga masa itu tiba , Janji TuhanMU itu nyata dan sesungguhnya kesombongan kalian membuat kalian menjadi orang yang merugi, nabi isapun akan sibuk dengan urusanya sendiri di padang mahsyar nanti tidak akan menolong satupun diantara kalian semua kaum nasrani..
walaikumsallam,,
@ Hamba Allah
ngaco ngomongmu kawan…
supaya pengetahuanmu bertambah, sering-seringlah buka internet..
searching aja di gogle “orang yang pernah ke surga” ada banyak kesaksian orang-orang kristen yang langsung di bawa oleh Tuhan Yesus ke surga dan mereka kembali ke dunia menyaksikan pengalamannya itu..
orang islam ada ga yg pernah ke surga?kayaknya ga pernah kalee xixixi…
Yesus datang kembali ke dunia untuk menjemput kami anak-anaknya, logikanya aja ya,kalo kamu bisa mikir pake xxxx,orang yang pertama kali diselamatkannya ya umatnya sendiri dong,boro2 mau nyelamatin umat nabi lain,ya suruhlah nabimu datang nyelamatin kalian umatnya, bisa kagak?malu-maluin lu…
ngapaen juga Yesus matahin salib, dengan bunuh babi, goublok amat logika lo, itu dongeng lu dapet dari mane?sumbernya aja ga jelas, alasannya ga jelas, juntrungannya juga ga jelas, makanya jgn percaya sama dongeng padang pasir..
ambillah sumber yang jelas dan terpercaya, yaitu taurat dan injil, agamamu juga ngakuin koq…makanya tolong kamu lebih cerdas lagi, selidikilah dulu agamamu itu dan juga agama tetanggamu dengan sebaik-baiknya, maka kamu akan menemukan kebenaran yang sejati….
Saudaraku.. Perlu antum ketehui, dalam Al Quran diterangkan bahwa Allah hanya menjanjikan surga hanya bagi orang-orang yg beriman. Iman disini adalah iman dalam Islam. Bukan bentuk keimanan yg lain. Iman yg sesuai kehendak Allah. Sebagai contoh, Abu Jahal mengakui adanya Allah dan perilakunya bukan dikenal sebagai orang jahat dlm masyarakat saat itu. Tapi Abu Jahal menolak syariat yg di bawa Rasulullah SAW. Maka jatuhlah ketetapan Allah bahwa Abu Jahal adalah kafir dan neraka adalah tempatnya.
Sebaik apapun perilaku/amaliah manusia di dunia, jika amaliah tsb tidak dilandasi tauhid yg benar (ISLAM) maka amaliahnya tertolak.
Kita tidak dibenarkan untuk menyibukkan diri sendiri dalam ibadah tanpa memperdulikan orang lain. Untuk itu kita diwajibkan untuk berdakwah. Nah..isi dari dakwah adalah menyampaikan kebenaran jalan Islam. Bahwa Islam adalah satu-satunya jalan keselamatan di akhirat. Dan resiko dari dakwah sudah pasti terjadi gesekan antar keyakinan. Karena masing2 juga menganggap benar. Tapi itulah resiko berdakwah. Tidak ada dakwah tanpa rintangan dan ujian. Hal yg sama juga dialami oleh para nabi dan rasul ketika mereka berdakwah. Bukan hanya kita saja.. Dan janji Allah, bahwa Allah akan memenangkan Islam di atas agama-agama lain di dunia. (QS. at-Taubah [9]: 33) dan (QS. al-Fath [48]: 28). Karena hanya Islam-lah satu-satunya agam yg diridhoi oleh Allah…
Semoga antum memahami ulasan singkat ini….
@Abu
kawanku yang budiman..
setiap kita pasti masing-masing menyatakan bahwa agama kita yang paling benar, yang paling diridhoi dan akan masuk ke surga…kita diberi akal dan pikiran oleh Tuhan untuk mengetahui kebenaran yang sejati.
intinya adalah lihatlah buah dari ajaran itu, pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula, ajaran yang baik akan menghasilkan kebaikan, kedamaian, kesabaran, kelemah lembutan dan buah2 yang baik lainnya pula, bukan sebaliknya, pohon yang baik tidak mungkin menghasilkan kebencian, kemunafikan, perpecahan, pembunuhan dan kejahatan lainnya.
sekarang coba kamu tanya pada dirimu sendiri, apakah ajaranmu sudah menghasilkan buah yang baik atau sebaliknya..selagi kamu masih diajarkan untuk membunuh, membenci dan menghakimi, hati-hatilah terhadap ajaranmu itu, bukalah wacana pikiranmu, jgn hanya mempercayai apa yang dicecoki padamu selama ini,carilah kebenaran, maka kamu akan mendapatkannya…