Bingung membaca judul posting di atas?
Awalnya saya juga bingung saat mendengar ini dari Ustadz Arifin, salah satu guru spiritual saya.
Kalimat tersebut saya dengar pertama kali sekitar delapan tahun yang lalu.
Waktu itu saya sedang menghadapi hal yang “bagi saya” terasa sangat berat dan mustahil untuk melaluinya dengan baik.
Sebagai murid kurang ajar yang hanya ingat gurunya saat sedang dilanda kesusahan maka saya pun bertanya “Kang, ada tips buat saya nggak biar bisa selamat dan bahagia dunia akhirat..”
Maka Ustadz Arifin pun menjawab, “Siap menghadapi sesuatu yang tidak siap kita hadapi!”
Hiah.. apaan pulak itu maksudnya
Melihat saya yang cuma manggut-manggut sok ngerti dan ndalem elmunya maka beliau pun berusaha mencernakan kalimat itu buat muridnya yang bloon ini.
“Gini nih maksudnya.. hidup itu nggak pernah bisa diramalkan.. termasuk peramal sekalipun nggak bisa meramal seakurat hingga ke rinciannya.”
“Jadi yang bisa kita lakukan cuma bersiap menghadapi segalanya.”
“Dengan resiko apapun.. termasuk jika kita tidak siap menghadapinya..”
Lho.. bagaimana bisa kita bersiap-siap kalau tidak tahu apa yang akan terjadi?
Antisipasi kan hanya mungkin dilakukan kalau kita tahu apa yang akan dihadapi?
“Hehehehe.. yang harus kita lakukan bukan antisipasi.. tapi mengembangkan keikhlasan saat menghadapinya..”
“Ikhlas dengan segala yang kita terima dalam hidup ini..”
“Hingga akhirnya segala yang kita jalani dalam hidup selalu membawa kebahagiaan dan keselamatan..”
Hmmm.. apa iya ya?
Tapi buat saya sih ternyata memang sebaiknya seperti itulah menjalani hidup ini.
Nikmati, syukuri dan jadikan ajang untuk mengabdikan diri..
Popularity: 11% [?]
Tidak ada topik terkait.

postingan yang mendasar, menyentuh, dan menginspirasi kita. Semoga dapat terus dan berlanjut
wah bener buanget nich…ga ada yang lebih baik dari ikhlas, kalo kata pega***an mah menyelesaikan masalah tanpa masalah…
Saya juga pernah melalui masa berat yang bikin saya berfikiran yang enggak-enggak untuk menyelesaikannya.
Karena udah mentok bin kepentok.. alhasil saya serahin aja deh
saya ikhlas mau diapain aja sama klien yang galaknya minta ampun
Ada niat untuk “menghilang” tapi ini justru malah memburamkan masalah
akhirnya saya pasang badan aja sepenuh raga dan pasang kuda-kuda sepenuh jiwa
“dibunuh-dibunuh deh” saat itu dalam fikir saya…
Saat bertemu dengan klien yang udah marah dan siap ambil ancang-ancang untuk makan saya, alhasil dengan suksesnya saya dimarahi abis-abisan didepan banyak orang. saat itu saya udah bener-bener ikhlas mau diapain aja hehe, karena emang saya salah.
selang beberapa jam ngomel, klien saya yang baik budiman itupun mereda, dan malah menasehati, dan alhamdulillah memaafkan, walau tidak memberi kesempatan kedua.
tapi setelah keluar dari kantornya, koq dunia serasa lebih terang dan sejuk ya?
dan kayanya kingkong, rambo, kolor, ijo, buto ijo dan jin sekampung sepertinya menghilang dari pundak ini, dunia serasa indah, beban terasa hilang dan fikiran menjadi lebih fresh, seketika burung-burungpun berkicauan *lebay*
dan diri ini siap untuk menghadapi hidup lebih positif