Mungkin itu adalah gelora yang ingin diteriakkan oleh para pedagang pasar tradisional yang tergabung dalam FOPPI.
Mereka adalah orang-orang yang tidak mau sekedar menyerah kalah pada keadaan.
Hal yang mengagumkan saya adalah tekad mereka untuk tidak mengemis kepada siapapun termasuk pemerintah.
Bagi mereka masa depan haruslah diperjuangkan dengan semakin merapatkan barisan dan memantapkan aksi.
Ya, saya sendiri sempat terhenyak membaca berita di Koran Kompas tentang para pedagang pasar tradisional Blok M yang lebih memilih untuk mandiri.
Daripada mengemis kepada kaum kapitalis dan birokrat korup mereka memilih untuk mendirikan sendiri komunitasnya dan berkembang tanpa banyak bicara.
Luar biasa.. hanya itu kalimat yang bisa saya sampaikan kepada mereka.
Mengapa?
Jika selama ini kita lebih sering menyalahkan keadaan dan menuntut perubahan dari orang lain, hal tersebut tidak dilakukan oleh para pejuang yang tergabung di FOPPI.
Bagi mereka perubahan harus diantisipasi.
Untuk mengantisipasi dan memenangkan manfaat dari perubahan harus melakukan sinergi.
Mereka meyakini bahwa mereka akan lebih mampu berbuat dengan menggalang kebersamaan dan membangun kekuatan darinya.
Salah satu teladan yang sangat baik betapa sebenarnya kita bisa memilih antara ditindas atau bangkit melawan!
Berita mengenai FOPPI bisa diakses di sini:
Popularity: 15% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Ditindas atau Bangkit Melawan (Jilid 2)
- Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
- Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- KEDEWASAAN: Deret Angka atau Deret Kematangan EIS (Emosi, Intelektual, Spiritual)?
- Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development” Bagian 2
- Hikayat Tafsir Mimpi 7 Ekor Sapi Nabi Yusuf
- Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Pilih Durinya atau Dagingnya?
- Dukun Kode Buntut dan Konsultan Akselerasi Kekayaan
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Haruskah Menjadi Wirausahawan?

10 Komentar Terakhir