Saat makan siang di kantor AUSAID-ANTARA Kupang bersama para staf lokal dan pimpinan berkewarganegaraan asing yang mayoritas beragama Kristen dan Katholik saya sempat terhenyak kaget.
Bagaimana tidak terhenyak kaget..
Saat akan makan siang, salah seorang staf bertanya kepada saya apakah akan makan siang bersama mereka di ruangan rapat atau sendirian di ruangan.
“Ya bareng-bareng sama yang lain saja dong Bu,” jawab saya ringkas.
“Ooohh.. nggak apa-apa nih Pak? Bapak kan Muslim,” tegas staf tersebut.
“Lho.. memangnya kalau saya Muslim kenapa Bu?” timpal saya sambil masih terbengong-bengong mendengarnya.
“Nggak apa-apa Pak. Cuma saja dulu pernah ada konsultan yang kebetulan Muslim dan setiap makan siang selalu menolak untuk sama-sama. Kami pikir di Islam memang dilarang makan bersama-sama dengan Nonmuslim,” jelas staf tersebut.
Wah.. keterkejutan saya semakin menjadi.
Tapi keterkejutan ini akhirnya menjadikan saya geli.
Tentu saja saya geli karena seumur-umur baru saat itu mendengar bahwa seorang Muslim “haram” makan bersama-sama dengan orang Nonmuslim.
Padahal Nabi Muhammad SAW saja setiap hari menyuapi seorang Yahudi buta hingga wafatnya beliau.
Hingga akhirnya kebiasaan tersebut dilanjutkan oleh Abu Bakar Ash-shidiq r.a yang menyebabkan orang tua itu marah-marah.
Ya, marah-marah karena Abu Bakar tidak melakukan persis seperti yang dilakukan oleh Rosululloh SAW.
Rosululloh SAW sampai melumatkan dulu makanan yang akan diberikan kepada orang tua Yahudi buta itu dengan mulut beliau.
Bayangkan, Nabi Muhammad SAW saja bersedia melumatkan makanan menggunakan mulut beliau demi membantu orang tua Yahudi yang mungkin memiliki penurunan fungsi alat pencernaan.
Nah, lantas bagaimana dengan kita yang Muslim tapi “mengharamkan” diri makan bersama-sama dengan orang Nonmuslim?
Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja setiap restoran diwajibkan memisahkan ruangan makan antara yang Muslim dan Nonmuslim?
Ah.. ada-ada saja..
Popularity: 15% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?
- Mungkinkah Ada Makan Siang Gratis dengan Iblis?
- Borong Aja Sendiri.. Pasti Orang Penasaran!!
- Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)
- “The Valley” Salah Satu Tempat Makan Romantis di Bandung
- Pasadena Resto: Tempat Makan Steak Murah dan Enak di Bandung
- Ulasan Buku: Rahasia Bisnis Orang Jepang
- Kemuliaan Beliau TIDAK Akan Pernah Berkurang!
- Pentingnya Mengingat Nama Orang/Kenalan
- Review Buku: “Hebron Journal”
- Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi
- Tips Mengukur Kualitas Aplikasi Perangkat Lunak untuk “Orang Awam”
- Selamat Tahun Baru 1429H (Heran, kok nggak ada sidang isbat yaa??)
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008

aslm.wr.wb.
mungkin dia hanya antisipasi saja. siapa tahu diajak ke tempat makan yang ada menu yang tidak haram untuk kita makan, contohnya babi. walaopun ada menu ayam, sapi, sayur atau menu lain yang diperbolehkan islam, siapa tahu digoreng dalam 1 minyak….
walahualam
terima kasih
@ dini:
Alaykum salaam Ibu Dini,
Hmm.. kalau makanannya sama gimana?
Kejadian yang saya hadapi makanannya masih dari satu restoran yang sama lho..
Wallohualaam
Tidak ada yang lebih haram dari kata-kata kotor dan niat busuk dari tubuh kita
Wah3x,hebat bgt seorg muslim yang mengharamkn mkn bersm dgn orang nonmuslim . jd meragukan org tsb serendah itukah nonmuslim di mata hatinya ? ssssssssssssssssssssseakan dunia dan akherat miliknya dan yg lain nebeng ja .kasihan bgt dia ,mg ja dosanya diampuni karena dia sebenarnya tdk th yg ia perbuat.
mas saia share ini,,,