Kemampuan berkomunikasi adalah hal mendasar yang menjadi kebutuhan interaksi seorang manusia.
Seringkali kita temui baik di dalam diri sendiri maupun orang lain perasaan rendah diri karena minimnya kemampuan berkomunikasi.
Padahal untuk menjadi seorang komunikator kelas atas hanya memerlukan satu modal saja.
MENDENGAR adalah modal untuk menjadi seorang komunikator kelas atas.
Kemampuan berbicara adalah bagian dari penyampaian aspirasi kita sedangkan kemampuan mendengar adalah bagian dari penyampaian aspirasi orang lain kepada kita.
Bukankah tujuan utama berkomunikasi adalah menyerap informasi dan merespon secara seimbang dan proporsional atas informasi tersebut?
Sehingga sangat wajar jika kemudian kemampuan menyerap informasi inilah yang seharusnya diasah dan ditingkatkan terus kemampuannya untuk menjadi seorang komunikator tingkat tinggi.
Komunikator tingkat tinggi bukanlah seorang debater yang tak terkalahkan atau mampu berorasi dengan sedemikian agitatif dan memukau pendengarnya.
Komunikator tingkat tinggi adalah seorang PENDENGAR yang mampu secara utuh menyerap, memahami dan merespon setiap informasi yang disampaikan kepadanya.
Seorang komunikator kelas atas adalah seorang pelaku empathy yang hebat.
Mereka mengembangkan perasaan yang mendalam terhadap kondisi eksternalnya sehingga mampu memahami hal-hal yang dirasakan hingga yang dialami oleh orang lain.
Sebagaimana kemampuan mental dan kejiwaan lainnya, empathy yang terus-menerus dilatih dan dikondisikan akan menjadi sebuah kemampuan bawah sadar sehingga hal tersebut akan dilakukan secara naluriah oleh pelakunya.
Nah, Anda sendiri tentu pernah merasakannya bukan?
Merasakan kenyamanan berkomunikasi dengan seorang komunikator kelas atas.
Komunikator yang mampu ber-empathy sehingga setiap hal yang disampaikan olehnya selalu selaras dengan kondisi Anda.
Jika Anda saja merasa nyaman dan bahagia berkomunikasi dengannya, bukankah Anda pun ingin juga menjadi seseorang yang selalu menyebarkan kebahagiaan bagi orang lain?
Sehingga apa yang disampaikan oleh nenek saya tercinta dulu ada benarnya.
“Tuhan menciptakan kita dengan dua telinga, dua mata dan satu mulut. Berarti kita harus lebih banyak mendengar dan melihat daripada bicara.”
Sehingga marilah kita mengembangkan kemampuan mendengar daripada keahlian bicara.
Popularity: 15% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Tips Berkomunikasi Efektif
- Benarkah Memulai Bisnis Bisa Tanpa Modal?
- Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
- Neo NATO… No Action Think Only..
- Kemampuan Kita Ternyata Tak Terbatas
- Business is Just a Game!
- Bagaimanakah Cara Mewujudkan Mimpi?
- Wirausahawan Banyakan Nongkrong di Kantor? BAHAYA!
- Bingung Menetapkan Kriteria Manajer Proyek yang Baik? Ini Tips Menentukannya!
- Masihkah Pembeli adalah Raja?
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Dukun Kode Buntut dan Konsultan Akselerasi Kekayaan
- Sebuah Catatan Serampangan Mengenai Sabdo Palon
- Batas Itu Ada Dalam Pikiran Kita
- Tips Metode Selalu Menjadi Kreatif

Benar Mas Aries…
Meskipun Tuhan memberikan dua telinga, dan satu mulut…tapi sebagian dari kita lebih suka banyak menggunakan mulutnya…
Sehingga akhirnya ada sebutan, “Dasar Banyak Mulut!”
Nah, padahal kan mulut kita cuma satu… hehehe…
Oleh sebab itu, kita harus mampu mengendalikan mulut kita, bukan mulut yang mengendalikan kita.
Kendalikan mulut dengan hati nurani kita, maka dia akan tunduk dan mengikuti kita. Jangan kita yang mengikuti mulut kita…hehehe…
Ok, artikel yang mengingatkan pentingnya mendengar. Bagus.
Salam dari Surabaya,
Wuryanano
@ Wuryanano:
Halo Pak Nano..
Terima kasih atas kunjungan dan masukannya.
Salam dari Cimahi..
gimana ya cara berkomunikasi dengan jin
Betul Mas Setia Budi, Mendengar lebih baik dari Bicara!
Tapi Bicara disaat yang tepat, dimana orang – orang hanya berdiam diri, tentu lebih Mulia….
Ungkapan Diam adalah emas, bicara adalah … jangan disalah artikan.
Ada tip, CARA untuk Mempertajam EMPHATY qt??
Terima kasih,
Salam Sukses!
@ Munap Said:
Terima kasih Pak Munap.
Seperti yang pernah diajarkan salah seorang guru saya, salah satu tips mempertajam empathy adalah:
“Turunkan ego.. maklumi orang lain..”
keren nian,,, makacih tulisannya