Sejujurnya, saat saya membaca petisi yang dicantumkan dalam blog AKKBB, saya melihat adanya sebuah penerapan standar ganda yang parah.
Jelas sekali bahwa ditentangnya keberadaan Ahmadiyah di “seluruh dunia” adalah konsekuensi atas penyelewengan ajaran Islam yang dilakukan oleh aliran tersebut.
Penyelewengan bahwa masih ada nabi terakhir setelah Nabi Muhammad SAW adalah jelas-jelas penodaan terhadap ajaran agama Islam.
UUD 1945 memang menjamin kebebasan hak setiap warga negara untuk memeluk serta menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tersebut.
Namun bukankah selain “hak” kita pun memiliki “kewajiban” untuk menghormati hak orang lain?
Jika selama ini AKKBB menuding bahwa umat Islam sudah bertindak tidak adil terhadap kelompok Ahmadiyah yang dikatakan sudah hidup damai berdampingan di masyarakat sejak tahun 1925 maka tudingan tersebut mungkin sebaiknya dikaji ulang.
Atau jika pun tidak demikian, bagaimana sikap AKKBB terhadap Keuskupan Larantuka terhadap pernyataan Bupati Simon Hayon?
Seharusnya jika mereka konsisten dengan sikap mereka yang mengagung-agungkan “kebebasan individu” maka ada respon atas hal tersebut.
Bukankah seharusnya mereka “membela” Bupati Simon Hayon yang jelas-jelas jika menurut standar mereka sudah “ditindas” kebebasan beragamanya oleh Keuskupan Larantuka?
Mengapa hanya Ahmadiyah saja yang dibela?
Mungkin perlu kita segarkan lagi bahwa Ahmadiyah ditentang keberadaannya “bukan” karena tidak boleh ada “multi-tafsir kritis” atas ajaran Islam.
Tapi sudah “keluarnya” ajaran Ahmadiyah dari “rel dasar hukum” Islam yang jelas-jelas menegaskan bahwa “tidak ada” nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Saya pikir, setiap umat Islam di dunia ini sepakat mengenai hal tersebut.
Nah, jika memang AKKBB adalah sebuah komunitas dengan akar gerakan “membela kebebasan beragama” maka bukankah seharusnya mereka pun membela Bupati Simon Hayon?
Berikut ini berita mengenai Bupati Simon Hayon yang saya kutip dari KoranTempoDotCom:
Rabu, 04 Juni 2008
NusaPemimpin Umat Katolik Protes Bupati Flores Timur
KUPANG – Sejumlah pemimpin umat Katolik di Flores, Nusa Tenggara Timur, memprotes pernyataan Bupati Flores Timur Simon Hayon, yang mereka nilai menyesatkan. Simon menyatakan Yesus Kristus dilahirkan di Desa Wure, Adonara Barat, dan Bunda Maria, ibu Yesus, adalah Nyai Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan yang tinggal di Desa Nobo Gayak, Pulau Adonara.
Pernyataan itu diungkapkan Simon di depan masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. Menanggapi pernyataan tersebut, Keuskupan Larantuka menggelar pertemuan khusus dua hari lalu. Pertemuan yang dipimpin oleh Romo Deken Keuskupan Larantuka Romo Bernadus Kerans menyimpulkan, pernyataan Bupati Simon mengenai Yesus dan Bunda Maria dinilai menyesatkan.
“Mungkin Bupati tidak sadar saat menyampaikan pernyataan itu,” kata Yakob Herin, Sekretaris Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Maumere. “Seharusnya dia memeriksa diri ke psikiater.”
Sebelumnya, aksi protes datang dari sejumlah pemimpin umat Katolik di Flores karena Simon menggelar upacara adat di Desa Nobo dan Pantai Watuwoko pada 17 Mei lalu. Upacara itu, kata Simon, untuk menarik emas dari daerah lain ke wilayah Flores Timur dengan kekuatan roh Firaun, Raja Mesir, dan Nyai Roro Kidul yang diyakini sebagai Bunda Maria.
Simon membantah tudingan dia menyebarkan ajaran sesat. “Saya menghimpun sejarah masa lampau yang mudah-mudahan dapat merumuskan jati diri Lamaholot (sebutan untuk Flores, Lembata, dan Alor),” kata Simon kepada Tempo.
Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Flores Timur Mikhael Betawi Tokan mengatakan Dewan setempat belum berencana memanggil Simon untuk dimintai pertanggungjawaban atas pernyataannya tersebut. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman pernyataan bupati,” kata Mikhael kepada Tempo kemarin.
Menurut Mikhael, sejauh ini dampak pernyataan Simon belum berpengaruh terhadap roda pemerintahan di Flores Timur. “Meski demikian, tak sepatutnya Bupati mengeluarkan pernyataan yang menyinggung simbol-simbol agama,” ujarnya. Jems De Fortuna
Topik yang mungkin Terkait:
- Berita Basi: Ribut-Ribut IPDN (Kok Akabri Nggak Pernah Ribut yaa??)
- Seandainya Saya yang Isro Mi’roj (pasti nggak mau balik lagi ke dunia..)
- Kemuliaan Beliau TIDAK Akan Pernah Berkurang!
- Syukur Ada Faithfreedom
- Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi
- Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje
- Kenapa Nggak Pakai Nama Domain Indonesia?
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Kenapa Sih Nggak Pasang Link Adsense?
- Nggak Malu Ribut Melulu Ngomongin Hak?
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?
- Selamat Tahun Baru 1429H (Heran, kok nggak ada sidang isbat yaa??)
- Saya TIDAK Terima Bangsa Ini Dihina oleh Yth. Bapak Jusuf Kalla




mat pagi
saya tertarik dg kasus ajaran baru dari flores timur,koq bs gitu ya,skg dunia lg kaco,sbaterbaliker
@ Daud:
Halo Pak Daud,
Kebetulan informasinya tidak bertambah/berkembang lagi
Jadi saya sendiri belum memperoleh informasi yang terkini mengenai hal tersebut.
Intinya sih bukan masalah ajaran yang disampaikan oleh Pak Simon Hayon atau siapa pun.
Tapi ternyata masih harus banyak belajar untuk lebih arif dan adil memandang sesuatu.
Gimana tanggapan setelah dikeluarkan SKB,koq ribut melulu, indonesia lagi diambang kehancuran,agama udah dijadikan lahan politik untuk mendapat kedudukan,sialannnnnnnnnnnnn
@ Daud:
Halo Pak Daud,
Saya sih nggak terlalu fokus pada SKB tersebut.
Bagaimana pun masalah Ahmadiyah seharusnya dianggap sama saja dengan katakanlah Lia Aminudin dll.
Ada proses hukum kepada para pelaku yang jelas-jelas terbukti secara sah melakukan penodaan agama.
Sehingga tidak harus menjadi komoditas politik murahan oleh para oknum politikus di negeri ini.
Sedangkan mengenai bubar-membubarkan sebuah organisasi masyarakat menurut saya nggak ada bedanya dengan arogansi pemerintahan otoriter.
Karena hak untuk kebebasan berserikat, berkumpul dan menyuarakan pendapat dilindungi oleh UUD negara kita.
Setelah melihat beberapa tanggapan yang masuk pada blog ini, saya melihat sudah adanya pendangan yang terlalu jauh, dari apa yang diberitakan oleh media koran tempo. Kami merupakan salah satu warga masyarakat di Larantuka, merasa apa yang disampaikan oleh Bapak Simon Hayon, tidak ada hubungannya dengan penyebaran ajaran sesat, karena yang disampaikan beliau, bukan merupakan pernyataan resmi dan memaksa untuk diyakini.
@ Stevan:
Halo Pak Stevan,
Terima kasih untuk masukannya.
Tapi itulah salah satu resiko menjadi pemimpin.
Setiap ucapan dan perbuatannya sekecil apapun akan memberikan dampak yang meluas di masyarakat.
Buat Pa Stevan,… anda keliru, pernyataan bupati Simon sangat mengganggu ketemtraman masya yang selama ini sdah ada dalam suatu tatanan budaya yang mapan tapi dg pernyataan bupati ini pasti membuat masy terombang-ambing, koq seorang pemimpin bs ngomong gitu?
Sebagai warga masyarakat Flores Timur yang tinggal di perantauan, saya sangat prihatin dengan kondisi Bupati Flores Timur.
Saya hanya dapat menyarankan, apa yang ada dan sudah tertata dengan baik sejak zaman dahulu kala, tak perlu dikutak-katik.
Selain berbahaya bagi bupati, juga bagi masyarakat yang ada di dalamnya, terima kasih……
Makanya, kalo milih kepala daerah dsb harus dilihat lagi yang bener.
Jangan serangan fajarnya aja yang diterima.
dah, besok-besok jangan dipilih lagi ato type seperti itu.
Berita ttg ajaran sesat oleh bupati simon hayon sudah mulai hilang,berarti bupati sudah mulai sadar krn dia ngomong tdk sadar,betulkan teman2?
@ Daud:
Halo Pak Daud,
Hmmm.. biasalah Pak, politik memang begitu.
Nggak usah dipikirin, sayang sel otaknya, hehehehe..
Saya adalah salah satu mahasiswa FLOTIM yang kuliah di yogyakarta.Saya sangat merasah prihatin sekali dengan BUPATI FLORES TIMUR.Sungguh MEMALUKAN. Saran saya sebaiknya SIMON HAYON SEGERAH DIMASUKAN KEDALAM RUMAH SAKIT JIWA.Bagaimana mungkin orang gila memimpin rakyatnya

SIMON HAYON DAN FELIX FERNANDEZ SAMA AJA. SIMON HAYON GILA,FELIX FERNANDEZ KORUPSI.Apakah tidak ada lagi seorang PUTRA LEWOTANAH yang bisa dipercaya
maaf ikutan nih…
untuk komentar sesatkan Simon Hayon… Saya telah menulisnya di http://www.inglandrasta.co.cc jadi kita boleh menukar infonya…. tks
Salam kenal buatmu,bisa kan,biar info lebih banyak kan
AKKBB hanya akan bergerak klo kepercayaan yang dianggap bermasalah itu berkaitan dengan agama Islam…. mereka punya tendensi untuk bermusuhan dengan Islam gitu loh….
Klo kasus di FLOTIN karena tidak ada sangkut pautnya dengan Islam .. ya otomatis AKKBB diam walaupun mungkin ada yang teraniaya/ terenggut kebebasannya …
memang tidak semua ormas bisa konsisten… umumnya tergantung sponsor, saya merasa sekali di daerah …