Suatu hari.. di sebuah ruangan nan mewah di sebuah menara megah di sebuah kota metropolitan dunia.
Seseorang yang diakui (atau mengaku?) sebagai penulis best-seller, business coach dengan tarif puluhan juta rupiah per jam dan motivator papan atas sedang mengadakan rapat dengan para stafnya.
“Bagaimana laporan penjualan termutakhir?” tanya sang motivator kondang tersebut kepada staf bagian akunting.
“Wah.. arus kas menunjukkan gejala tidak sehat Pak. Banyak orang mulai menganggap Bapak cuma bisa ngomong saja. Malahan beberapa sudah menganggap Bapak sebagai tukang tipu. Jadinya peserta training, workshop dan penjualan buku kita terjun bebas,” jawab staf bagian akunting.
“Ini pasti kerjaannya blogger ngaco yang namanya si Setiabudi itu. Kalau begitu kita harus membuat gebrakan baru lagi,” cetus sang motivator kondang.
“Kira-kira Bapak mau buat gebrakan baru apalagi? Masa harus menunggangi gajah keliling kota seperti peluncuran buku pertama kemarin lagi,” tanya seorang staf marketing.
“Wah.. itu sih udah nggak musim.. Sekarang saya ingin pake balon udara! Dahsyat kan?” jawab sang motivator kondang.
“Lah.. kalau naik balon udara kan nggak keliatan sama orang-orang dong Pak,” timpal staf marketingnya lagi.
“Yaa.. masa kalah sama tukang wawar )* jaman dulu. Kita juga ATM (amati.. tiru.. modifikasi) lah dari itu..” jelas sang motivator kondang dengan bahagianya.
“Wah.. dananya dari mana Pak? Kan cash-flow lagi seret-seretnya nih..” tanya staf akunting dengan kepanikan luar biasa.
“Tenang.. tenang.. saya punya dana cadangan luar biasa dahsyat!” jawab sang motivator kondang.
“Dana cadangan darimana Pak? Kok nggak ada di laporan cash-flow?” tanya sang staf akunting lagi.
“Hehehehehe… kalian pada nggak tahu apa nggak inget?” tanya sang motivator kondang.
“Kan setiap kita ngadain training eksekutif yang nginep berapa malam itu selalu ada acara khusus,” sambung sang motivator kondang.
“Itu.. acara khusus di malam terakhir training. Acara khusus yang menugaskan setiap kelompok peserta harus mengumpulkan dana secara mandiri selama 3 jam itu lho..” jelas sang motivator kondang.
“Ooohhh.. yang pesertanya dibagi per kelompoknya 5 orang itu ya Pak? Terus mereka selama menggalang dana itu nggak boleh bawa dompet, uang, barang berharga dan handphone itu?” tanya staf EO-nya.
“Yaa.. itu dia.. Kalian itung sendiri lah.. kalau sekarang setiap kelompok berhasil mengumpulkan minimal satu juta rupiah.
Terus kalikan dengan setiap angkatan ada 20-an kelompok.
Dan yang terakhir kalikan dengan jumlah angkatan yang sekarang sudah mengikuti training sebanyak 50 angkatan.
SEMILYARRRRR.. BOOOOO..
Emang saya ini luar biasa dahsyat.. huahahaha..!!” dengan panjang lebar sang motivator kondang menjelaskan.
“Wah.. Bapak memang luar biasa dahsyat…” serempak seluruh stafnya melakukan koor dengan kompaknya.
PS:
* Cerita ini fiktif belaka. Jika ada kesamaan dalam bentuk apapun merupakan kebetulan belaka yang mungkin terjadi di masyarakat.
* Tukang wawar = sebutan bagi pemberi pengumuman mengenai jadual film yang di putar di bioskop. Biasanya mereka berkeliling menggunakan kendaraan sambil menyebarkan pamflet dan pengumuman menggunakan pengeras suara.
Popularity: 19% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Luar Biasa.. Majalah Playboy dijual di Kaki5!!
- Borong Aja Sendiri.. Pasti Orang Penasaran!!
- Akankah Saya Masuk Syurga?
- Saya TIDAK Terima Bangsa Ini Dihina oleh Yth. Bapak Jusuf Kalla
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- Mas.. Saya Kena PHK.. Terus Bagaimana Saya Mencari Nafkah?
- Apa Resolusi Saya di 2008?
- Metamorfosis Tukang Obat Keliling Gaya Baru
- Seandainya Saya yang Isro Mi’roj (pasti nggak mau balik lagi ke dunia..)
- Hal-Hal yang Ingin Saya Sampaikan (kalau) Bertemu Bill Gates di Indonesia
- Syukurlah.. Saya (Sekarang) Bosan Nonton TV
- Bolehkah Saya Beristri Lagi?
- Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
- Mencari yang Mau Menerima Kebaikan Saja kok Susah..

Orang kalo udah kehabisan akal kadang nekat dan udah nggak bisa mikir secara sehat dan waras.
Saking stressnya kali karena tiket seminarnya gak laku dan bukunya cuma jadi ganjel meja akhirnya cari sensasi. Apa bedanya sama Maria Eva ya?
Kalo mau tenar KENCINGIN KABAH aja…
Dijamin TENAR sampe Akhir Jaman…
@ Lutung:
Wah.. ada-ada aja nickname-nya
Wah.. memang ada ya di kejadian nyata, hahahaha..
@ Eddy:
Halo Mas Eddy..
Wah.. itu sih bukan tenar lagi..
Tapi luar biasa dahsyat.. hahahaha..