Syahdan.. Nabi Yusuf pernah dipenjara oleh Raja Mesir hingga akhirnya dibebaskan karena mampu menafsirkan mimpi aneh dan sangat mengganggu sang baginda.
Mimpi mengenai tujuh ekor sapi gemuk yang digantikan oleh tujuh ekor sapi kurus.
Maka beliau pun menafsirkannya sebagai akan datangnya masa makmur selama bertahun-tahun dan digantikannya masa paceklik selama bertahun-tahun.
Setelah mendengarkan penafsiran beliau maka Sang Raja pun memerintahkan untuk membuat persiapan-persiapan selama masa makmur sebagai langkah antisipasi selama masa paceklik.
Hal tersebut ternyata menyelamatkan kesejahteraan rakyat Mesir selama masa paceklik hingga mereka dapat melewatinya dengan baik karena adanya langkah-langkah antisipasi selama masa makmur.
Masa makmur adalah saat yang digunakan untuk bersiap menghadapi masa paceklik.
Hikayat ini sebenarnya merupakan sebuah pesan moral yang disampaikan kepada manusia untuk memiliki pandangan jauh ke depan dan tidak terjebak dengan pemuasan untuk kepentingan sesaat saja.
Hidup manusia memang sudah ditakdirkan berputar seperti roda. Kadang ada di atas dan kadang ada di bawah.
Nah, di setiap posisi tersebut kita harus selalu bersiap-siap menghadapi perubahan dalam bentuk apapun.
Terutama kesiapan mental untuk menghadapi hal-hal yang kita tidak bersiap menghadapinya.
Sehebat apapun rencana yang kita susun dalam hidup ini, ternyata pada kenyataannya seringkali berubah dalam hasil akhirnya.
Kalaupun target bisa tercapai, apakah tidak pernah terpikirkan bahwa sebenarnya kita bisa meraih lebih dari itu?
Atau sebenarnya kita sudah melewatkan peluang-peluang lain yang lebih baik dari itu?
Hanya karena kita sudah mengenakan kaca mata kuda dengan berpaku kepada target-target dan rencana-rencana dalam hidup kita.
Hidup memang selalu berubah.
Tapi perubahan itu lebih menuntut adanya pengembangan dalam diri kita menjadi lebih baik dan tentu saja menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain.
Bersiap menghadapi apa yang kita tidak siap menghadapinya adalah hal penting yang harus selalu kita kembangkan.
Hingga akhirnya hidup kita bisa lebih berbahagia karena dimanapun posisi kita dalam roda kehidupan ini tidak pernah menjadi masalah.
Saat di atas kita tetap berbahagia karena bisa menikmati hidup yang indah dan bersiap-siap menyongsong saat kita nanti harus berada di bawah.
Pun saat di bawah kita menjadi lebih berbahagia karena yakin bahwa akan merambat lagi ke atas dan bersiap-siap menyongsong masa nanti yang lebih indah.
Popularity: 28% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Bagaimanakah Cara Mewujudkan Mimpi?
- Maulid Nabi.. Kok Cuma Jadi Libur Nasional?
- Hebatnya Pak Harto!
- Mengapa Sejarah Itu Penting?
- Mungkinkah Ada Makan Siang Gratis dengan Iblis?
- Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008
- Ditindas atau Bangkit Melawan!!
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Resolusi 2010
- Haruskah Menjadi Wirausahawan?
- Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
- Dialog Nasib & Takdir
- Perdana Menteri Turki Bikin Malu Saja..

@ kismi nour cahya mai sinta:
Wah.. memang mimpi buruk apa yang sering muncul sampai sedemikian mengganggu?
Apakah tidak sebaiknya segera mencari bantuan medis yang bertanggung jawab?
dalm bisa menjadi kenyataan,,hanya bagi orang orang tertentu yang akan bisa melakukan hal tsb
jalani hidup inidengan senyuman
dan jngn prnh kau lpkn hdp hanya sebuah rencana
wahh…
mimpi buruuuk…
nightmare nie….
kisah nabi Yusuf dengan mimpinya adalah sebuah kisah nyata dalam al-Quran. Apakah ini termasuk hikayat lain yang penuh khayal?
bagusnya
bagus
apik tenn
@ all:
terima kasih masukannya..
apakah nabi yusuf itu di fitnah?
@ firoh:
Pendapat Anda bagaimana?
Kalau saya sih yakin beliau difitnah
biasa aja ahk
menurut ku si gtu juga…..???? pdhl ftnah kan lbih kjam dri pda pembunuhn….”???? kira_2 dia di hkum apa ya di sna….????? hi takut…..
cerita yang bagus….kita bisa ambil hikmahnya . bahwa setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya…