Seorang teman menegur saya supaya tidak menggunakan kalimat negatif dalam mengajak atau menasihati anak.
Menurutnya penggunaan kalimat negatif sebenarnya malah mendorong bawah sadar orang untuk melakukan hal yang sebaliknya.
Misalkan jika saya menggunakan kalimat negatif seperti “jangan membantah!” maka yang terserap dalam bawah sadar anak adalah “membantah“.
Pendapat dia ini didasarkan pada sebuah konsep pembentukan karakter melalui pemograman bawah sadar dengan teknik-teknik afirmasi maupun sensasi tertentu.
Saya pun sedikit bengong mendengarnya.
Ada sesuatu yang mengganjal dari pendapat teman saya itu.
Bagaimana pun.. otak kita adalah bagian yang diciptakan Alloh SWT sedemikian rumit dan masih menyimpan rahasia besar.
Tidak pernah ada satupun hal yang terkait dengan hal ini selain “pendapat” dan “postulat” saja.
Belum pernah ada satu pun teorema yang terkait dengan otak kita berhasil melewati pengujian menggunakan metode ilmiah yang kemudian secara aklamasi diterima oleh seluruh ilmuwan selama bertahun-tahun.
Segalanya masih bersifat abu-abu.
Hingga pada akhirnya hanya layak disebut “pendapat para ahli/praktisi” bukan “hukum X” mengenai pikiran dan otak manusia.
Seingat saya semenjak kecil hingga sekarang, saya sering mendengar kalimat-kalimat seperti “jangan malas, jangan melawan, dsb”.
Pada kenyataannya, hingga saat ini saya atau pun Anda pasti tidak kemudian misalkan menjadi seorang pemalas atau anak durhaka yang sering melawan orang tua kita.
Alloh SWT menciptakan otak kita dengan kemampun yang luar biasa canggih sehingga sangatlah mustahil jika kemudian kita tidak bisa memilah dan memilih apa yang kita serap.
Kita bukanlah kera terpelajar tapi manusia dengan potensial yang jelas sekali berbeda kecuali memang Anda setuju bahwa manusia masih satu nenek moyang dengan monyet
Kita mungkin bisa menipu pikiran kita dengan berbagai teknik yang didasarkan pada afirmasi tertentu pada saat kondisi sedang trance.
Tapi pada dasarnya mental dan pikiran kita berubah relatif bertahap jika itu ingin menjadi sesuatu yang terprogram secara utuh serta menyatu dalam diri kita.
Perlu ada peresapan saripati pengetahuan hingga membentuk kesadaran hingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dalam diri kita.
Jadi janganlah menganggap bahwa diri kita ini bodoh sehingga bisa ditipu oleh segala jenis buaian kalimat-kalimat tertentu yang hanya berlaku sesaat.
Karena kita bukan kera terpelajar.
Popularity: 15% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Bangkitkan Naluri Anda!!
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Batas Itu Ada Dalam Pikiran Kita
- Ternyata Alloh SWT Melarang Kita Memberi karena Ingin Menerima Lebih Banyak..
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Ruku’ – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (5)
- Thoharoh – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (1)
- Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
- Mas.. Ngapain Sih Anda Ngeblog?
- Ah.. Beneran nih Artalyta bukan Bendahara PP PKB?
- Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?
- Anda Kurang Usaha Demi Mencapai Kebebasan Finansial dan Pensiun di Usia Muda
- Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Seminar (padahal beberapa kali jadi pembicara di seminar)
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?
- Al-Fatihah – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (4)

Wah, setuju om.
Yang saya tangkap selama ini adalah ajaran ‘be positif’ yang memang sudah ada yaitu ‘be husnudzon’ baik dalam tindakan, pikiran atau perkataan.
Hanya saja kenapa bisa sampe ke alam bawah sadar ya mengenai ’sebab’: kata jangan menjadi ‘akibat’ : kejadian yang justru dilarang itu ?. Bingung
.
Kayaknya akan selalu spontan deh ketika kita bilang ke anak : ‘jangan pegang steker itu ya nanti nyetrum’.
@ Eko June:
Halo Pak Eko..
Ya itu dia Pak.. karakter positif dibentuk oleh kebiasaan positif.
Bukan sekedar kalimat yang masuk ke dalam benak kita.
Salam.
so pasti dong, masak ????
aha,,,,, yang pikiran bawah sadar punya kekuatan yang maha dahsyat. hanya orang-orang tertentu dan tau saja akan dapat memanfaatkan :
@ lukmawati:
Halo Ibu Lukmawati..
Bisa berbagi tips memanfaatkan kekuatan dahsyat tersebut?
Assalamualaikum. Wr. Wbr.
Afwan sebelumnya, Hikayatnya linda masukkan diweb kami sebagai tambahan artikel..
sukron
Wassalamualaikum. Wr. Wbr.
@ Linda:
Alaykum salaam..
Silahkan, semoga bermanfaat dan dirahmati oleh Alloh SWT.