Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Kemampuan Kita Ternyata Tak Terbatas

Selama ini kita sering dikungkung oleh dua cara pandang/pendekatan terhadap sesuatu (paradigma). Kedua paradigma ini umumnya kita buat baik secara sadar maupun tidak sadar.

Dengan menggunakan kedua paradigma tersebut seolah-olah kita sudah mengklasifikasikan diri kita sebagai orang yang mampu melakukan hal-hal tertentu saja dan kemungkinan besar akan mentok (stagnant) di hal-hal yang lain.

Tapi di bagian keahlian/keterampilan/kemampuan lainnya kita memiliki kepercayaan diri maupun keyakinan bahwa hal tersebut dapat selalu ditingkatkan.

Dalam bahasa kontemporer paradigma ini disebut sebagai paradigma bertumbuh dan paradigma mentok.

Biasanya saat menerapkan paradigma bertumbuh terjadi pada hal-hal yang kita rasakan mampu secara lancar mengembangkan kemampuan kita.

Misalkan si Fulan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dengan kemampuannya tersebut dia akan selalu mampu meningkatkan kemampuannya sebagai komunikator ulung baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tapi di sisi lain si Fulan merasa kemampuannya sebagai pemain futsal sudah mencapai batasannya. Baginya memiliki keterampilan bermain futsal yang lebih hebat adalah kemustahilan mengingat dengan usaha sekeras apapun tidak akan berhasil.

Nah, hal yang pertama adalah paradigma bertumbuh dan hal yang kedua adalah paradigma mentok.

Tapi benarkah kedua paradigma itu ada? Ataukah sebenarnya kemampuan kita sebenarnya tidak terbatas?

Jika ditelusuri jauh ke belakang saat kita semua dilahirkan maka pada dasarnya Sang Maha Pencipta membekali kita dengan potensi yang relatif sama dari segala aspek.

Kemudian lingkungan eksternal dan internal kitalah yang membentuk diri kita secara paripurna.

Dalam menjalani kehidupan dari saat pertama kita dikirimkan ke dunia ini sebenarnya naluri sebagai mahluk pembelajar sudah berkembang dengan sendirinya.

Kita selalu merespon bahkan bereaksi dengan lingkungan sekitar. Segala hal yang diterima oleh inderawi kita itu kemudian diserap dan disimpan oleh kemampuan bawah sadar kita.

Nah, ternyata kemampuan kita cenderung berkembang karena etos dan mentalitas kita sebagai manusia pembelajar.

Dengan kapasitas yang diberikan oleh Alloh SWT itu sebenarnya kita memiliki kemampuan yang terus-menerus mampu menyerap apapun yang direspon oleh otak kita.

Yang membedakan adalah pengaturan dan pembiasaan mentalitas kita dalam menyikapi proses belajar tersebut.

Bagi sebagian orang proses belajar bisa sangat tidak menyenangkan di masa-masa awal mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dikenal oleh sistem memori kita.

Bertahan dalam kondisi tidak menyenangkan itulah yang membedakan antara orang yang merasa kemampuannya sudah mentok dan orang yang memiliki kesadaran bahwa dirinya masih bisa lebih berkembang lagi.

Hingga akhirnya yang membedakan antara orang yang memiliki paradigma bertumbuh adalah sikap mentalnya dalam belajar.

Karena sesungguhnya yang membatasi kemampuan manusia adalah rasa puas diri dan putus asa.

Popularity: 5% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Kemampuan Kita Ternyata Tak Terbatas
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Ternyata Alloh SWT Melarang Kita Memberi karena Ingin Menerima Lebih Banyak..
  2. Ulasan Buku: Blink * Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir
  3. Memberi itu (ternyata) indah
  4. Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
  5. Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
  6. Bisakah Kita Ubah Dunia?
  7. Batas Itu Ada Dalam Pikiran Kita
  8. Haruskah Kita Menjadi Kaya?
  9. Thoharoh – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (1)
  10. Mendengar: Modal Berkomunikasi Kelas Tinggi
  11. Sujud – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (8)
  12. Betapa Rapuhnya Kekayaan Harta Kita
  13. Niat – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (2)
  14. Al-Fatihah – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (4)
  15. Benarkah Alloh adalah Tuhan Kita?

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>