Seabad sudah sejak tanggal 20 Mei 1908 para penggerak nasionalisme negeri ini meletakkan pondasi arah pergerakan kebangsaan yang lebih terorganisir dan terpelajar.
Pergerakan yang kemudian dua puluh tahun berikutnya menjadi pilar bersatunya para pemuda dari berbagai daerah di negeri ini untuk berikrar mengikatkan diri dalam satu tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.
Dan menjadi tonggak proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia 17 tahun kemudian.
Prestasi yang menurut saya sangat luar biasa. Hanya perlu waktu 37 tahun untuk mencapai proklamasi kemerdekaan sejak dibangunnya pondasi nilai-nilai kebangsaan dan tanah air.
Lantas, apa yang telah kita lakukan sebagai penerus nilai-nilai tersebut setelah seabad kemudian yang baru saja tercapai dua hari yang lalu?
Secara pribadi saya sebenarnya merasa malu karena tidak mampu berbuat banyak demi bangsa ini.
Saya lebih menjadi beban bangsa daripada sebagai kontributor akselerasi kemajuan bangsa.
Memalukan sekali bukan?
Seabad lalu para pendiri bangsa lebih memikirkan bangsanya yang sedang menderita padahal mereka bisa saja bersikap apatis.
Bersikap apatis seperti yang saya lakukan sekarang dengan hanya memikirkan karier dan mengejar dorongan nafsu pribadi sesaat saja.
Berlomba-lomba menjadi manusia paling egois dengan menumpuk-numpuk harta yang tidak memberikan manfaat bagi orang banyak.
Menimbun-nimbun ilmu dengan meminta bayaran di luar nalar tanpa peduli apakah orang-orang tersebut memiliki kemampuan untuk membayarnya.
Padahal begitu banyak orang yang memerlukan ilmu-ilmu bermanfaat itu dan ingin mengembangkan dirinya semaksimal mungkin tapi tidak memiliki dana yang cukup.
Mengeluarkan uang hanya untuk konkow-konkow di kafe-kafe yang menjual secangkir kopi dengan harga sama dengan sekardus kopi
Padahal di luaran sana banyak orang sekedar ingin makan layak empat sehat saja harus jungkir balik untuk mendapatkannya.
Ah, seandainya nurani saya setara dengan para bapak bangsa seperti seabad yang lalu..
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Maulid Nabi.. Kok Cuma Jadi Libur Nasional?
- Mohamad Toha: “Pahlawan Nasional Tanpa Tanda Jasa”
- Menunggu Langkah Pemberantasan Korupsi Setelah Pembubaran Timtas Tipikor
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Memanusiawikan Pendidikan di Indonesia (Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2007)
- Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?
- Berbasa Daerah = Kampungan?
- Surat Terbuka untuk Yang Mulia Para Petinggi Negeri
- Indonesia Punya Posisi Tawar yang Kuat Terhadap Amerika Lhoo..
- Megalomania: Penyakit yang Mewabah di Negeri Ini..
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
- 5 Tips Berhenti Merokok (Buat yang Niat) dan Faktor Pendorong Berhenti Merokok (Buat yang Belum Niat)
- Membosankan: Ribut-Ribut RUU Pornografi

10 Komentar Terakhir