Saya adalah penggemar berat cerita-cerita humor yang menokohkan Kabayan, Abu Nawas, Nashruddin dan Punakawan dalam lakon Pewayangan.
Kalau kita amati.. mereka adalah sosok-sosok rendah hati namun kaya ilmu dan luas wawasannya.
Mereka tidak canggung dianggap remeh oleh orang lain sampai-sampai dalam beberapa kesempatan dianggap tidak waras alias gila.
Banyak hikmah yang bisa diresapi dalam setiap tawa yang timbul dari apa yang mereka sampaikan, baik melalui perbuatan maupun perkataan.
Mereka seringkali dianggap warga kelas rendah atau abdi dari para raja dan bangsawan.
Tapi jika dilihat lebih lanjut.. mereka adalah “atasan” dari para raja dan bangsawan itu.
Pengaruh mereka demikian dalam hingga mampu menggerakkan para raja yang beranjangsana kepada mereka.
Mahkota mereka bukanlah ratna mutu manikam, tapi keluhuran budi dan kedalaman hikmah sehingga setiap tindakannya adalah media “sabda” Sang Pencipta.
Setiap tawa yang timbul akibat tindakan mereka sarat dengan hikmah yang mendalam.
Mereka mengajak kita menertawakan diri sendiri tanpa menyebabkan rasa rendah diri.
Mereka menyadarkan kita bahwa hidup hanyalah senda-gurau yang harus dilalui dengan kerendahan-hati dan penelusuran hikmah.
Mereka memilih menjadi seorang hamba dan menjadikan orang lain sebagai raja di saat sebenarnya mampu menguasai dunia dengan kekuatannya.
Maka saat orang lain memilih Arjuna karena kejantanannya, Bima karena kekuatan dan sikap ksatrianya, Yudhistira karena kebajikannya sebagai idola dari tokoh wiracarita Wayang Purwo.. saya memilih Semar sebagai tokoh idola.
Padahal sosok ini digambarkan fisiknya jelek, kesaktiannya adalah kentut dan hanya sosok seorang hamba namun saya yakin pilihan saya tidak salah mengidolakannya.
PS:
Tulisan ini dapat dianggap permohonan permakluman atas kelakuan saya yang slebor, usil, nggak ngerti tatanan, dsb..
Gimana mau ngerti tatanan, selalu waras, nggak usil dan full-jaim kalo tokoh idolanya adalah Kabayan, Abu Nawas, Nashruddin dan Semar, hehehehe…
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Punakawan: Simbol Kerendahhatian dan Penebar Hikmah
- Hijryah, Hikmah Keunggulan Evolusi Diri
- Seandainya Saya yang Isro Mi’roj (pasti nggak mau balik lagi ke dunia..)
- Pola Tidur Sehat dan Fenomena di Balik Kedasyatan Sholat Malam
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Mengumpulkan Spirit Menulis
- Di Balik Aturan Menyalakan Lampu Sepeda Motor di Siang Hari
- Di Atas Langit Masih Ada Langit..
- I Love You Mom(s)..
- Hidup Ini Memang Tidak Adil
- Catatan Kecil Rakernas Rumah Zakat 2010
- Hasta la victoria siempre! Sampai kemenangan abadi nanti!
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Thoharoh – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (1)
- Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje

10 Komentar Terakhir