Saat sedang bercanda dan ngobrol sana-sini di sela-sela sedang bekerja, seorang staf bertanya kepada saya, “Pak.. sebenarnya apa sih manfaatnya training motivasi yang sekarang banyak menjamur?”
Saya terdiam, kok nggak enak banget lagi seru-serunya bercanda tiba-tiba diberi pertanyaan yang menurut saya serius itu.
Kemudian saya pun mulai berkhotbah dengan segala keterbatasan ilmu, wawasan, pengalaman dan sikap sok tahu yang merajalela.
Secara prinsip, manusia sebagaimana mahluk hidup lainnya dituntut untuk dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitarnya baik internal maupun eksternal.
Tidak hanya fisiknya, jiwa manusia pun dituntut untuk berubah dan adaptif secara seimbang dengan dinamika yang ada.
Berbagai macam teknik dan metode dikembangkan untuk mendukung penggalian potensi diri manusia secara mendalam serta menyeluruh.
Sayangnya seringkali pelatihan yang diberikan lebih bersifat retoris bahkan di beberapa kasus lebih bersifat “penipuan” terhadap diri kita.
Para peserta pelatihan tersebut pada akhirnya baru mencapai tahap “merasa” sudah berubah. Padahal hakikatnya mereka masih terjebak pada kondisi yang sama bahkan seringkali menciptakan krisis mental dalam dirinya.
Apapun cara dan tekniknya yang terpenting harus dipahami oleh setiap orang adalah dialog intensif antara dirinya dengan dirinya.
Memahami secara mendalam segala bagian dirinya.
Adalah sebuah kemustahilan seseorang bisa berubah hanya dalam beberapa jam pelatihan. Jika sekedar mengenalkan teknik dan metode yang harus selalu diulang dalam keseharian kita maka hal tersebut masih masuk akal dan memang sesuai dengan hukum alamnya.
Namun jika kemudian muncul klaim bahwa ada jaminan kita akan berubah dalam sekejap setelah selesai pelatihan maka pertanyaan penting harus segera ditanyakan, “Benarkah saya sudah berubah atau hanya sekedar menipu diri sendiri?”
Pada akhirnya yang harus dipahami adalah kenyataan bahwa perubahan adalah proses yang berkelanjutan dan penuh dengan dialog di dalam diri.
Perubahan bukanlah hasil akhir. Perubahan adalah proses dimana hasilnya adalah kita semakin menjadi baik dari waktu ke waktu di dalamnya.
Popularity: 5% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Cuma Teori: “Pengembangan Diri dan Motivasi”
- Tanggapan Pribadi Atas Internet Marketing & Motivasi Gabung dengan TDA
- Hijryah, Hikmah Keunggulan Evolusi Diri
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Memahami Hakikat Substansial Manusia: Jiwa, Raga dan Ruh
- Perlukah Sertifikasi Badan Usaha bagi Perusahaan Peserta Tender di Badan Pemerintah?
- Manajemen Proyek Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak Komputer
- Kerikil dan Hati
- Di Atas Langit Masih Ada Langit..
- Bisakah Kita Ubah Dunia?
- Seandainya Saya yang Isro Mi’roj (pasti nggak mau balik lagi ke dunia..)
- Romadhon… Sekedar Ajang Menabung Pahala? (Demi Menebus Dosa Sepanjang Tahun)
- Perlukah (Pentingkah) Audit Teknologi Informasi?
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Perlukah IT Auditor Terlibat UAT?

Hai mas Aries yang selalu setia dan berbudi. Anda memang tampan dan baik hati.
Artikel2 yang ada di blog ini menarik dan mempesona. Karya2 anada layak mendunia. Salam dan doa sehat sukses bahagia.
Aning Harmanto.
@ Oma Aning:
Halo Oma..
Masih harus banyak belajar lagi, jadi masih belum layak dikategorikan tulisan berkelas
Salam kenal
, Setelah saya membaca artikel anda yang bagus dan unik. Saya akui memang benar
, karena perubahan didalam diri kita memerlukan proses yang lama dan panjang. Tidak seperti membalikan kedua belah tangan.
Saya ucapkan Semoga sukses dan terus melahirkan artikel-artikel baru yang menarik dan dashya….t.
@ agoes:
Halo Pak Agoes..
Salam kenal juga.
Terima kasih atas kunjungan & masukannya.
Salam..
@ sadewa:
Setiap hari kita bercermin.Tentunya kita terus mengevaluasi diri kita baik luar maupun dalam.
Salam kenal pak ….seneng baca artikelnya …
@ Atikah:
Betul Ibu..
@ Ria:
Salam kenal juga Ibu Ria, terima kasih sudah berkunjung.
pertama kali berkunjung…
salam kenal,
Bolehngeblog
@ bolehngeblog:
Terima kasih sudah berkunjung.
Salam kenal juga.
artikel yang menarik dan cerdas.
@eny yustina:
Terima kasih Ibu Eny.
Kami tunggu tanggapan dari Ibu juga yang mencerahkan