Saya beberapa kali menonton film The Devil’s Advocate yang dibintangi oleh Keanu Reeves dan Al Pacino.
Saya yakin banyak yang sudah menonton film produksi 1997 ini dan memahami alur cerita serta makna di dalamnya lebih dalam dari saya.
Sebuah kisah yang bagi saya mengingatkan tentang strategi iblis dalam menjebak para korbannya serta menghancurkan orang-orang yang mengkhianati maupun menghalang-halanginya.
Iblis selalu menjebak para korbannya dengan kesenangan-kesenangan yang membuai yang diberikan olehnya.
Hingga pada akhirnya iblis pun akan meminta balas budi atas pemberian-pemberiannya itu dengan berlipat-lipat. Jika tidak.. bersiap-siaplah untuk dihancurkan dan disengsarakan bahkan hingga orang-orang yang kita cintai pun ikut terseret ke dalamnya.
Begitu hebatnya iblis melakukan tipu daya. Bermain-main dengan psikologi keserakahan dan ego manusia terutama yang terkait dengan kesombongan diri.
Sebagaimana seorang pengacara muda dari kota kecil yang tidak pernah kalah dalam setiap kasusnya kemudian berkenalan dengan seorang pengacara terkenal.
Perkenalan yang kemudian semakin menyeret pengacara muda itu semakin dalam kehancuran hingga pada puncaknya dia lebih mempercayai pengacara terkenal itu dibandingkan dengan isteri yang sangat dicintai dan mencintainya selama bertahun-tahun!
Saking hebatnya si iblis yang mewujudkan dirinya sebagai sang pengacara terkenal hingga mampu melakukan tipu daya yang luar biasa. Bayangkan.. dia bisa mereplikasi dirinya hingga si pengacara muda tidak percaya isterinya diperkosa oleh si iblis!
Memahami dan mewaspadai bahwa iblis selalu meminta lebih dari yang dia berikan kepada kita adalah hal penting yang harus selalu tersimpan dalam diri kita.
Iblis akan selalu mencari celah untuk masuk dan celah yang paling sering digunakan adalah kesombongan.
Maka waspadalah jika tiba-tiba kesombongan mulai bersemi dalam hati kita. Berarti iblis akan semakin merasuk seiring meningkatnya kesombongan itu.
Setelah kesombongan itu memuncak.. bersiap-siaplah untuk ditagih bon makan siang yang luar biasa mahalnya bahkan mungkin harus dibayar dengan menemani iblis ke neraka!
Bersyukurlah jika kemudian kita bisa cepat menyadari bahwa iblis sudah memperalat kita dan segeralah memutuskan hubungan yang menyebabkan kita semakin bergantung kepadanya.
Jangan sampai tindakan ekstrim seperti yang dipilih oleh si pengacara muda yang menembak kepalanya sendiri demi memutuskan hubungan dengan si iblis harus terjadi pada diri kita.
Popularity: 3% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Alloh SWT Tidak Adil Kepada Iblis?
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!
- Makan Bersama Orang Nonmuslim Haram?
- Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?
- Di Balik Aturan Menyalakan Lampu Sepeda Motor di Siang Hari
- “The Valley” Salah Satu Tempat Makan Romantis di Bandung
- Hati-Hati dengan Preferensi dan Referensi Anda
- Tanggapan Pribadi Atas Internet Marketing & Motivasi Gabung dengan TDA
- Dengan IT Membantu Menyelamatkan Bumi?
- Pasadena Resto: Tempat Makan Steak Murah dan Enak di Bandung
- Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Berhati-hati dengan Personal Branding
- I Love You Mom(s)..
- Apakah Kriteria Suksesmu?

10 Komentar Terakhir