<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Polemik Mahapatih Gajah Mada: Penjajah atau Pahlawan?</title>
	<atom:link href="http://www.setiabudi.name/archives/41/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setiabudi.name/archives/41</link>
	<description>catatan harian seorang anak, suami, ayah dan sahabat</description>
	<lastBuildDate>Sat,  4 Sep 2010 07:39:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Jack D'Ripper</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1912</link>
		<dc:creator>Jack D'Ripper</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 04:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1912</guid>
		<description>&quot;Di jaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.&quot;

maaf...tapi makassar tidak pernah ditakklukkan oleh gajah mada.....hubungan kedua kerajaan ini adalah hubungan dagang..bukan hubungan penaklukan....!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Di jaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.&#8221;</p>
<p>maaf&#8230;tapi makassar tidak pernah ditakklukkan oleh gajah mada&#8230;..hubungan kedua kerajaan ini adalah hubungan dagang..bukan hubungan penaklukan&#8230;.!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: estimate</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1892</link>
		<dc:creator>estimate</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 08:45:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1892</guid>
		<description>Bung Gati.
Kita ga usah menyatu-nyatukan suatu perbedaan. Biarlah perbedaan itu berjalan dengan sendirinya hanya saja dalam perbedaan itu kita saling menghormati dan adil dalam betindak maka cita-cita Gajah Mada lu tu jadi kenyataan. 
Kami jelas tidak mau dong sebagai orang Kalimantan dibilang telah ditaklukan Jawa atau Gajah Mada. Jika seperti itu mksudnya maka perlu ditanyakan, maksud anda apa berusaha mengarahkan supaya kami meyakinkan si Gajah Mada itu menguasai kami juga yang jelmaannya sekarang adalah orang Jawa itu, sori bro.
LihatPancasila itu pada sila ke tiga, jelas sudah kata-kata yang berbunyi &quot; Persatuan Indonesia&quot; bukan &quot;Kesatuan Indonesia&quot;. Jadi konsep NKRI itu juga pandai-pandainya TNI yang buat agar sumberdaya alam tetap dikuasai. 
Melihat hal itu jelas sudah siapa yang membelokkan sejarah dan falsafah bangsa? dari kata PERSATUAN (Persemakmuran) menjadi kata KESATUAN. Kata Kesatuan tidak dikenal dalam falsafah bangsa. yang ada adalah Persatuan dan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Beraneka ragam tetapi tetap satu. Tidak ada makna Kesatuan disana. Kesatuan adalah sesuatu yang mengikat dalam satu aturan dan segala hal, apakah termasuk adat budaya dan bahasa? Tidak. 
Terjadinya Indonesia sebagai sebuah negara tidak didasari oleh keterikatan, perlu diingat itu, melainkan kesadaran masing-masing daerah utuk bergabung karena senasib.
Akhir-akhir ini saja konsep persatuan diplesetkan menjadi kesatuan, lebih ganas lagi sebutan NKRI Harga Mati. 
Ya ga masalah. Biarpun selogan itu begitu mengerikan, kalau Tuhan sudah berkehendak Indonesia hancur, ya hancur. 
Sultan Hamid II pembuat lambang negara Burung Garuda kok sampai sekarang tidak diakui negara terutama oleh para pemimpinnya yang Jawa itu. Bangsat Jawa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Gati.<br />
Kita ga usah menyatu-nyatukan suatu perbedaan. Biarlah perbedaan itu berjalan dengan sendirinya hanya saja dalam perbedaan itu kita saling menghormati dan adil dalam betindak maka cita-cita Gajah Mada lu tu jadi kenyataan.<br />
Kami jelas tidak mau dong sebagai orang Kalimantan dibilang telah ditaklukan Jawa atau Gajah Mada. Jika seperti itu mksudnya maka perlu ditanyakan, maksud anda apa berusaha mengarahkan supaya kami meyakinkan si Gajah Mada itu menguasai kami juga yang jelmaannya sekarang adalah orang Jawa itu, sori bro.<br />
LihatPancasila itu pada sila ke tiga, jelas sudah kata-kata yang berbunyi &#8221; Persatuan Indonesia&#8221; bukan &#8220;Kesatuan Indonesia&#8221;. Jadi konsep NKRI itu juga pandai-pandainya TNI yang buat agar sumberdaya alam tetap dikuasai.<br />
Melihat hal itu jelas sudah siapa yang membelokkan sejarah dan falsafah bangsa? dari kata PERSATUAN (Persemakmuran) menjadi kata KESATUAN. Kata Kesatuan tidak dikenal dalam falsafah bangsa. yang ada adalah Persatuan dan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Beraneka ragam tetapi tetap satu. Tidak ada makna Kesatuan disana. Kesatuan adalah sesuatu yang mengikat dalam satu aturan dan segala hal, apakah termasuk adat budaya dan bahasa? Tidak.<br />
Terjadinya Indonesia sebagai sebuah negara tidak didasari oleh keterikatan, perlu diingat itu, melainkan kesadaran masing-masing daerah utuk bergabung karena senasib.<br />
Akhir-akhir ini saja konsep persatuan diplesetkan menjadi kesatuan, lebih ganas lagi sebutan NKRI Harga Mati.<br />
Ya ga masalah. Biarpun selogan itu begitu mengerikan, kalau Tuhan sudah berkehendak Indonesia hancur, ya hancur.<br />
Sultan Hamid II pembuat lambang negara Burung Garuda kok sampai sekarang tidak diakui negara terutama oleh para pemimpinnya yang Jawa itu. Bangsat Jawa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: estimate</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1891</link>
		<dc:creator>estimate</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 08:31:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1891</guid>
		<description>Halo semua, jangan percaya dengan apa yang dikatakan Gajah Mada. Dia itu hanya menyebutkan kata-kata &quot;Seblum aku menyatukan nusantara aku tidak akan makan buah pala&quot;, lha kalau cuman ngomong begitu toh aku juga bisa. Apakah itu sudah menjamin lalu Gajah Mada telah menguasai nusantara. Saya tolak man statement begitu.
Kalau kakek saya juga pernah ngomong begitu apa lantas dia disebut telah menaklukan nusantara????pikir man
Sejarah Gajah mada dan penguasaannya itu pinter-pinternya orang Jawa yang merekayasa kisah sejarah dan memanipulasi opini agar kita semua percaya. Setelah itu dibukukan dan disebarkan seakan-akan Gajah Mada yang &quot; katanya orang Jawa&quot; telah mempersatukan nusantara, nah itu yang dipegang TNI sampai sekarang. Jadi sifatnya politis bung.
Saya orang Dayak dari Kalimantan tidak rela dan tidak akan pernah mau bergabung dengan NKRI. Apa yang dikatakan Gajah Mada dan sejarah yang dibuat Moh Yamin itu bohong semua, jangan dipercaya. Itu hanya taktik bagaimana TNI menguasai nusantara dengan dalih sejarah tadi.
Kalau mau jujur, Gajah Mada itu hanya sebuah angan-angan yang dibuat-buat saja oleh TNI masa Orde Baru untuk tujuan politik. Jadi bung yang punya blog ini pun sudah termakan sejarah bohong yang disebarkan TNI dan Jawasentris.
Kami orang Kalimantan tidak akan menerima kisah tersebut, kalau terjadi perang dunia ketiga habis lu semua jang berusaha menjawa-jawakan kalimantan. Dilarang berbahasa Jawa ditempat kami sama seperti anda melarang bahasa Cina di Jawa.

Untuk bung Arya, orang Jawa tidak pernah mau mengalah, lihat saja memang bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia tetapi akhir-akhir ini sejak jaman Soeharto Jawa berusaha memasukkan kosa kata Jawa sebanyak mungkin dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, apa itu? Paksaan kan namanya.
Jadi Jawa berusaha menguasai sendi-sendi termasuk mau merubah identitas bahasa dari yang tadinya bahasa Indonesia-Melayu menjadi Indonesia-Jawa. Bangsat kan Jawa. Jadi tidak benar Jawa sudah banyak mengalah. Itu isapan jempol saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo semua, jangan percaya dengan apa yang dikatakan Gajah Mada. Dia itu hanya menyebutkan kata-kata &#8220;Seblum aku menyatukan nusantara aku tidak akan makan buah pala&#8221;, lha kalau cuman ngomong begitu toh aku juga bisa. Apakah itu sudah menjamin lalu Gajah Mada telah menguasai nusantara. Saya tolak man statement begitu.<br />
Kalau kakek saya juga pernah ngomong begitu apa lantas dia disebut telah menaklukan nusantara????pikir man<br />
Sejarah Gajah mada dan penguasaannya itu pinter-pinternya orang Jawa yang merekayasa kisah sejarah dan memanipulasi opini agar kita semua percaya. Setelah itu dibukukan dan disebarkan seakan-akan Gajah Mada yang &#8221; katanya orang Jawa&#8221; telah mempersatukan nusantara, nah itu yang dipegang TNI sampai sekarang. Jadi sifatnya politis bung.<br />
Saya orang Dayak dari Kalimantan tidak rela dan tidak akan pernah mau bergabung dengan NKRI. Apa yang dikatakan Gajah Mada dan sejarah yang dibuat Moh Yamin itu bohong semua, jangan dipercaya. Itu hanya taktik bagaimana TNI menguasai nusantara dengan dalih sejarah tadi.<br />
Kalau mau jujur, Gajah Mada itu hanya sebuah angan-angan yang dibuat-buat saja oleh TNI masa Orde Baru untuk tujuan politik. Jadi bung yang punya blog ini pun sudah termakan sejarah bohong yang disebarkan TNI dan Jawasentris.<br />
Kami orang Kalimantan tidak akan menerima kisah tersebut, kalau terjadi perang dunia ketiga habis lu semua jang berusaha menjawa-jawakan kalimantan. Dilarang berbahasa Jawa ditempat kami sama seperti anda melarang bahasa Cina di Jawa.</p>
<p>Untuk bung Arya, orang Jawa tidak pernah mau mengalah, lihat saja memang bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia tetapi akhir-akhir ini sejak jaman Soeharto Jawa berusaha memasukkan kosa kata Jawa sebanyak mungkin dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, apa itu? Paksaan kan namanya.<br />
Jadi Jawa berusaha menguasai sendi-sendi termasuk mau merubah identitas bahasa dari yang tadinya bahasa Indonesia-Melayu menjadi Indonesia-Jawa. Bangsat kan Jawa. Jadi tidak benar Jawa sudah banyak mengalah. Itu isapan jempol saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gati</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1834</link>
		<dc:creator>gati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 10:57:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1834</guid>
		<description>Aku setuju kalau NKRI bukan product eyang gajah mada tetapi produ ct kesepakatan suku-suku di indonesia untuk bersatu terutama melawan pejajah dutch dan untuk bersatu menjadi NKRI. Tetapi dengan caranya sendiri maha patih gajah mada telah mempersatukan nusantara. Ide dan pemikirannya itu perlu kita dukung, tetapi tehniknya kita sesuaikan dengan kondisi sekarang. Semoga perang bubat sebenarnya adu domba londo saja tetapi jika benar ada, anggaplah sebagai pengorbanan sebagaian bangsa kita untuk persatuan Nusantara, Biarkanlah itu sebagai sejarah, tetapi tak perlu emosional sebab sekarang kita Indonesia milik semua mantan suku di Nusantara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku setuju kalau NKRI bukan product eyang gajah mada tetapi produ ct kesepakatan suku-suku di indonesia untuk bersatu terutama melawan pejajah dutch dan untuk bersatu menjadi NKRI. Tetapi dengan caranya sendiri maha patih gajah mada telah mempersatukan nusantara. Ide dan pemikirannya itu perlu kita dukung, tetapi tehniknya kita sesuaikan dengan kondisi sekarang. Semoga perang bubat sebenarnya adu domba londo saja tetapi jika benar ada, anggaplah sebagai pengorbanan sebagaian bangsa kita untuk persatuan Nusantara, Biarkanlah itu sebagai sejarah, tetapi tak perlu emosional sebab sekarang kita Indonesia milik semua mantan suku di Nusantara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lukman</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1833</link>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 01:36:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1833</guid>
		<description>udah..
ga sah trlalu repot dipikirin..
itu masa lalu..
apapun yang terjadi di masalalu tentang majapahit ga terlalu berdampak pada kehidupan kita yang sekarang..
yang penting karang kita dh merdeka n yang pasti kita tahu sapaa aj yang udah buat kita hidup tenang seperti ini..
so enjoy your life..
ok ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>udah..<br />
ga sah trlalu repot dipikirin..<br />
itu masa lalu..<br />
apapun yang terjadi di masalalu tentang majapahit ga terlalu berdampak pada kehidupan kita yang sekarang..<br />
yang penting karang kita dh merdeka n yang pasti kita tahu sapaa aj yang udah buat kita hidup tenang seperti ini..<br />
so enjoy your life..<br />
ok <img src='http://www.setiabudi.name/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Buya'e Rania</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1812</link>
		<dc:creator>Buya'e Rania</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 07:57:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1812</guid>
		<description>@ ariehvn:
Wah... kalau itu sih nggak ada hubungannya dengan gajah mada pak...
Terbentuknya NKRI terbentuk dari Kongres Pemuda Indonesia yang mendeklarasikan bangsa, bahasa dan tanah air Indonesia, bukan Nusantara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ariehvn:<br />
Wah&#8230; kalau itu sih nggak ada hubungannya dengan gajah mada pak&#8230;<br />
Terbentuknya NKRI terbentuk dari Kongres Pemuda Indonesia yang mendeklarasikan bangsa, bahasa dan tanah air Indonesia, bukan Nusantara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariehvn</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1811</link>
		<dc:creator>ariehvn</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 16:39:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1811</guid>
		<description>Gajah Mada buat kamu pergi ke semarang ngga perlu buat pasport... Gajah Mada buat kamu pergi ke Sumatra ngga perlu buat pasport... Gajah Mada buat kamu pergi ke Sulawesi,... ngga perlu buat pasport... emang ngga mikir apa... kalo satunya Indonesia ini karena perjuangan gajah mada.... kacian de loe...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gajah Mada buat kamu pergi ke semarang ngga perlu buat pasport&#8230; Gajah Mada buat kamu pergi ke Sumatra ngga perlu buat pasport&#8230; Gajah Mada buat kamu pergi ke Sulawesi,&#8230; ngga perlu buat pasport&#8230; emang ngga mikir apa&#8230; kalo satunya Indonesia ini karena perjuangan gajah mada&#8230;. kacian de loe&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rochman_jakiem</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1718</link>
		<dc:creator>rochman_jakiem</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 03:01:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1718</guid>
		<description>kidung sunda hanya roman atau novel yg bersifat fiktif belaka... dan kejadian PERANG BUBAT itu TIDAK PERNAH ADA, dan jelas tidak pernah terjadi. utk itulah wahai saudaraku... banyak2lah membaca dari berbagai sumber, kalo perlu telusuri sejarah spy tahu kebenarannya!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kidung sunda hanya roman atau novel yg bersifat fiktif belaka&#8230; dan kejadian PERANG BUBAT itu TIDAK PERNAH ADA, dan jelas tidak pernah terjadi. utk itulah wahai saudaraku&#8230; banyak2lah membaca dari berbagai sumber, kalo perlu telusuri sejarah spy tahu kebenarannya!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Poernomo</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1717</link>
		<dc:creator>Poernomo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 02:52:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1717</guid>
		<description>DJOWO vs SUNDO... wakakakakakkkk primitiv bgt yak... sebenernya Perang Bubat kagak pernah ada cuey!!! kidung sunda itu hanya karya bualan bongso walondo (nederland) yg menjajah dan mengadu domba nusantara (bangsa kita) pada jaman dulu untuk mencipta ego kesukuan dan mencipta perang antar suku. jancok jaran wong londo iku!!!!! sadarlah wahai saudaraku Sunda... saya asli keturunan majapahit. skrg NKRI!!!! salam... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DJOWO vs SUNDO&#8230; wakakakakakkkk primitiv bgt yak&#8230; sebenernya Perang Bubat kagak pernah ada cuey!!! kidung sunda itu hanya karya bualan bongso walondo (nederland) yg menjajah dan mengadu domba nusantara (bangsa kita) pada jaman dulu untuk mencipta ego kesukuan dan mencipta perang antar suku. jancok jaran wong londo iku!!!!! sadarlah wahai saudaraku Sunda&#8230; saya asli keturunan majapahit. skrg NKRI!!!! salam&#8230; <img src='http://www.setiabudi.name/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gajah mada</title>
		<link>http://www.setiabudi.name/archives/41/comment-page-3#comment-1652</link>
		<dc:creator>gajah mada</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 03:06:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buya.awakami.com/archives/41#comment-1652</guid>
		<description>Umumnya sejarah indonesia digali oleh orang eropa terutama belanda dan inggris, sedang pelengkap datanya biasanya dari catatan perjalanan orang china, portugis, arab, india dan juga sumber lokal. banyak catatan lokal mengenai sejarah masa lalu, tapi sering bercampur dengan mitos, kebanyakan penulis chronicle (peristiwa2) di masa lalu, lebih untuk melestarikan kekuasaan daripada membuat tulisan buat generasi sesudahnya. sejarah indonesia umunya bersumber dari buku2 eropa dan belanda, termasuk rekonstruksi candi2 umumnya dilakukan oleh orang eropa, jadi secara ilmiah lebih bisa dipertanggung jawabkan, termasuk prestasi gajah mada. namun perlu diketahui perang bubat bahkan tidak ada di negara kertagama (sumber lokal), dan tidak memiliki pendukung dari catatan luar, kecuali kidung bali sebagai satu2nya sumber. berbicara suku isme, kerajaan jawa di masa lalu tidaklah homogen, artinya di dalam srukturnya ada orang lokal, india, china. ini bisa diterangkan dengan agama orang majapahit yang disebut siwa budha (campuran hindu dan budha) sebagaimana fakta hari ini bahwa hanya negara2 indochina, china, korea dan jepang yang beragama budha sebagai agama negara. itu menunjukan ada konflik yang disatukan dengan konsep bhineka tunggal ika untuk menghindari konflik hindu - budha, bila hindu sudah menyatu dengan pribumi, budha kemungkinkan masih dibawa orang2 china dan keturunnanya. jadi secara ilmiah perang bubat ada masih debatable tapi ok untuk di jadikan roman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Umumnya sejarah indonesia digali oleh orang eropa terutama belanda dan inggris, sedang pelengkap datanya biasanya dari catatan perjalanan orang china, portugis, arab, india dan juga sumber lokal. banyak catatan lokal mengenai sejarah masa lalu, tapi sering bercampur dengan mitos, kebanyakan penulis chronicle (peristiwa2) di masa lalu, lebih untuk melestarikan kekuasaan daripada membuat tulisan buat generasi sesudahnya. sejarah indonesia umunya bersumber dari buku2 eropa dan belanda, termasuk rekonstruksi candi2 umumnya dilakukan oleh orang eropa, jadi secara ilmiah lebih bisa dipertanggung jawabkan, termasuk prestasi gajah mada. namun perlu diketahui perang bubat bahkan tidak ada di negara kertagama (sumber lokal), dan tidak memiliki pendukung dari catatan luar, kecuali kidung bali sebagai satu2nya sumber. berbicara suku isme, kerajaan jawa di masa lalu tidaklah homogen, artinya di dalam srukturnya ada orang lokal, india, china. ini bisa diterangkan dengan agama orang majapahit yang disebut siwa budha (campuran hindu dan budha) sebagaimana fakta hari ini bahwa hanya negara2 indochina, china, korea dan jepang yang beragama budha sebagai agama negara. itu menunjukan ada konflik yang disatukan dengan konsep bhineka tunggal ika untuk menghindari konflik hindu &#8211; budha, bila hindu sudah menyatu dengan pribumi, budha kemungkinkan masih dibawa orang2 china dan keturunnanya. jadi secara ilmiah perang bubat ada masih debatable tapi ok untuk di jadikan roman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
