Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

    Berikut ini adalah daftar blog yang ditangkap oleh feed agregator blog ini dari sekitar 500 blog yang menarik saya.

    Daftar ini hanya menampilkan blog yang memiliki posting sesuai dengan tanggal hari ini dan dimutakhirkan setiap 30 menit.

    Selamat menikmati tulisan-tulisan menarik dari daftar berikut:

Polemik Mahapatih Gajah Mada: Penjajah atau Pahlawan?

Mahapatih Gajah Mada adalah sosok yang kontroversial. Hampir di seluruh kota/kabupaten di Indonesia mengabadikan tokoh ini sebagai nama jalan utama di wilayahnya.

Namun pernahkah kita perhatikan bahwa di wilayah Provinsi Jawa Barat tidak ada satu kotapun yang menggunakan nama Gajah Mada?

Ternyata hal ini terkait dengan polemik kesejarahan sosial di masyarakat Sunda yang terkait langsung dengan kebesaran nama Kerajaan Sunda.

Bagi masyarakat Sunda, Mahapatih Gajah Mada adalah tokoh antagonis yang sangat dibenci karena mengadu domba antara Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit. Sejarah kultural kebencian ini tercatat dalam Kidung Sunda/Kidung Sundayana.

Kidung Sunda/Kidung Sundayana ditulis oleh para mpu di Majapahit atas perintah Prabu Hayam Wuruk. Secara ilmiah Kidung Sunda atau Kidung Sundayana lebih tepat dikelompokkan sebagai karya sastra.

Namun sebagai informasi mengenai terjadinya skandal/tragedi Bubat yang Kidung Sunda cukup dramatis menceritakan tentang kejadian tersebut. Bahkan orang Sunda yang terkenal halus tutur bahasanya dalam Kidung Sunda tercatat dialog yang sangat kasar antara para petinggi Kerajaan Sunda dengan Mahapatih Gajah Mada.

Pada akhirnya terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Kerajaan Majapahit yang dipimpin Mahapatih Gajah Mada dan rombongan pengiring calon pengantin Kerajaan Sunda. Dalam catatan Kidung Sunda seluruh rombongan dari Kerajaan Sunda gugur, termasuk puteri Dyah Pitaloka.

Ada banyak versi dan penafsiran mengenai skandal Bubat tersebut (saya lebih cocok menggunakan kata skandal daripada perang karena lebih bersifat perkelahian spontan dan pembantaian daripada adu strategi militer).

Salah satunya adalah upaya untuk mendiskreditkan Mahapatih Gajah Mada. Seperti diketahui bahwa Gajah Mada bukanlah keturunan bangsawan di lingkungan kerajaan di Jawa. Kariernya dimulai sebakai bekel (kira-kira setara dengan pangkat Prajurit Dua TNI).

Kariernya mulai cemerlang saat menyelamatkan Prabu Jayanegara (Raja Kahuripan) pada saat pemberontakan Ra Kuti. Sehingga dianggkat menjadi Patih Kahuripan.

Jabatan ini dapat disetarakan dengan Perdana Menteri atau Kepala Pemerintahan. Selama itu jabatan tertinggi adalah Patih yang lebih bersifat seperti Sekretaris Negara atau Menteri Koordinator.

Sehingga sangat wajar jika diangkatnya Gajah Mada sebagai Mahapatih (rakryan patih) oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi menimbulkan kecemburuan dan menciptakan intrik di lingkungan Kerajaan Majapahit.

Pada saat Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa pun banyak pihak yang menyangsikan kemampuannya mewujudkan hal tersebut. Bahkan sebagian elit Majapahit menganggapnya sebagai upaya penjilatan kepada Ratu Majapahit saat itu.

Hal tersebut dapat dipahami karena sebagai pemimpin dan kepala negara Ratu Tribhuwanatunggadewi pada saat itu sedang mengalami krisis kepemimpinan yang sangat parah sepanjang sejarah para Raja Majapahit.

Pada saat itu banyak wilayah di Majapahit yang melakukan pemberontakan separatis terutama gerakan Keta dan Sadeng. Patih Gajah Mada pun berhasil menumpas pemberontakan tersebut sehingga diangkat menjadi Mahapatih oleh Ratu Majapahit.

Ternyata Gajah Mada berhasil mewujudkan sumpahnya dengan menguasai Bedahulu (Bali), Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra), Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Di jaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

Jika melihat catatan penguasaan Majapahit di atas maka dapat dilihat bahwa Sunda tidak pernah menjadi wilayah Nusantara. Sekalipun Gajah Mada menyebutkan Kerajaan Sunda sebagai salah satu target yang harus dikuasai pada saat mengikrarkan Sumpah Palapa.

Adapun terjemahan dari bunyi Sumpah Palapa adalah sebagai berikut:
Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.

Hingga sangat wajar jika kemudian Gajah Mada begitu bernafsu ingin menjadikan Puteri Dyah Pitaloka sebagai persembahan tanda takluk Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Majapahit. Gajah Mada menganggap kedatangan rombongan pengantar calon pengantin yang dipimpin oleh Raja Sunda langsung tersebut sebagai kesempatan untuk menaklukkan Kerajaan Sunda.

Maka Gajah Mada pun kemudian melarang Prabu Hayam Wuruk untuk menjemput rombongan calon pengantinnya ke Desa Bubat. Dengan membawa pasukan yang besar dengan tujuan untuk mengintimidasi Raja Sunda berangkatlah Gajah Mada ke Bubat hingga terjadilah skandal pembantaian tersebut.

Secara pribadi saya sendiri kurang setuju dengan pengangkatan Gajah Mada menjadi Pahlawan Nasional. Bagaimanapun konsep Nusantara yang diadopsi dalam sistem kenegaraan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara kesejarahan sedikit-banyak mencederai perasaan kebanggaan identitas kesukuan beberapa saudara sebangsa kita di banyak wilayah.

NKRI bukanlah kelanjutan dari kejayaan kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. NKRI tidak sekedar Jakarta dan Pulau Jawa saja. NKRI adalah komitmen para pendahulu kita yang menginginkan berdirinya Indonesia sebagai tanah air, bangsa dan bahasa sebagaimana terucap dalam Sumpah Pemuda.

Maka sudah selayaknya pemakaian konsep-konsep dan penamaan sistem kebangsaan dan kenegaraan di NKRI ditinjau ulang.

Pernahkah kita bertanya mengenai konsep Nusantara?

Nusantara merupakan konsep imperialisme kerajaan-kerajaan di Jawa. Pada saat itu terdapat sistem kewilayahan yang membagi tiga kategori teritorial untuk daerah di kerajaan-kerajaan Jawa.

Tiga kategori tersebut adalah sebagai berikut:

  • Negara Agung
    Adalah wilayah khusus ibukota tempat berdiamnya sang raja dalam menjalankan roda pemerintahan dan kenegaraan sehari-hari. Wilayah yang disebut negara agung adalah pusat pemerintahan sebuah kerajaan Jawa.
  • Mancanegara
    Adalah wilayah-wilayah sekitar negara agung yang mendapat pengaruh langsung dari kerajaan Jawa seperti Madura, Sunda dan Bali.
  • Nusantara
    Adalah wilayah atau kerajaan-kerajaan yang tidak mendapat pengaruh langsung dari kerajaan Jawa tetapi masih merupakan daerah kekuasaan dimana para rajanya harus memberikan upeti kepada raja Jawa.

Maka dapat kita lihat bahwa polemik mengenai status Gajah Mada sebagai pahlawan nasional mungkin harus kita kaji ulang. Mungkin lebih tepat jika Gajah Mada kita hormati sebagai tokoh yang berperan dalam sejarah panjang perjalanan suku Jawa di Indonesia.

Sedangkan posisinya sebagai pahlawan nasional dapat dipertimbangkan karena jelas sekali bahwa Gajah Mada bukanlah tokoh kemerdekaan tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.

Popularity: 15% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Polemik Mahapatih Gajah Mada: Penjajah atau Pahlawan?
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Review Buku “Kantongi Sang Gajah”
  2. Mohamad Toha: “Pahlawan Nasional Tanpa Tanda Jasa”
  3. Polemik Malaysia “Mengakui Angklung Sebagai Kekayaan Budaya Mereka”
  4. Polemik “Jangan Percaya Semua yang Kamu Baca” & “Validitas Informasi di Wikipedia”
  5. Fluoride, Menyehatkan atau Meracuni?
  6. Punakawan: Simbol Kerendahhatian dan Penebar Hikmah
  7. Hilangnya Mata Pelajaran Bahasa & Sastera Daerah di Sekolah dan Dampaknya pada Kepunahan Seni Budaya Lokal (Tanya Kenapa..)
  8. Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje
  9. Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
  10. Pilih Durinya atau Dagingnya?
  11. Ditindas atau Bangkit Melawan!!
  12. Berbasa Daerah = Kampungan?
  13. Ditindas atau Bangkit Melawan (Jilid 2)
  14. Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”
  15. Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development” Bagian 2

154 comments to Polemik Mahapatih Gajah Mada: Penjajah atau Pahlawan?

  • Umumnya sejarah indonesia digali oleh orang eropa terutama belanda dan inggris, sedang pelengkap datanya biasanya dari catatan perjalanan orang china, portugis, arab, india dan juga sumber lokal. banyak catatan lokal mengenai sejarah masa lalu, tapi sering bercampur dengan mitos, kebanyakan penulis chronicle (peristiwa2) di masa lalu, lebih untuk melestarikan kekuasaan daripada membuat tulisan buat generasi sesudahnya. sejarah indonesia umunya bersumber dari buku2 eropa dan belanda, termasuk rekonstruksi candi2 umumnya dilakukan oleh orang eropa, jadi secara ilmiah lebih bisa dipertanggung jawabkan, termasuk prestasi gajah mada. namun perlu diketahui perang bubat bahkan tidak ada di negara kertagama (sumber lokal), dan tidak memiliki pendukung dari catatan luar, kecuali kidung bali sebagai satu2nya sumber. berbicara suku isme, kerajaan jawa di masa lalu tidaklah homogen, artinya di dalam srukturnya ada orang lokal, india, china. ini bisa diterangkan dengan agama orang majapahit yang disebut siwa budha (campuran hindu dan budha) sebagaimana fakta hari ini bahwa hanya negara2 indochina, china, korea dan jepang yang beragama budha sebagai agama negara. itu menunjukan ada konflik yang disatukan dengan konsep bhineka tunggal ika untuk menghindari konflik hindu – budha, bila hindu sudah menyatu dengan pribumi, budha kemungkinkan masih dibawa orang2 china dan keturunnanya. jadi secara ilmiah perang bubat ada masih debatable tapi ok untuk di jadikan roman

  • DJOWO vs SUNDO… wakakakakakkkk primitiv bgt yak… sebenernya Perang Bubat kagak pernah ada cuey!!! kidung sunda itu hanya karya bualan bongso walondo (nederland) yg menjajah dan mengadu domba nusantara (bangsa kita) pada jaman dulu untuk mencipta ego kesukuan dan mencipta perang antar suku. jancok jaran wong londo iku!!!!! sadarlah wahai saudaraku Sunda… saya asli keturunan majapahit. skrg NKRI!!!! salam… :)

  • kidung sunda hanya roman atau novel yg bersifat fiktif belaka… dan kejadian PERANG BUBAT itu TIDAK PERNAH ADA, dan jelas tidak pernah terjadi. utk itulah wahai saudaraku… banyak2lah membaca dari berbagai sumber, kalo perlu telusuri sejarah spy tahu kebenarannya!!!!!!

  • ariehvn

    Gajah Mada buat kamu pergi ke semarang ngga perlu buat pasport… Gajah Mada buat kamu pergi ke Sumatra ngga perlu buat pasport… Gajah Mada buat kamu pergi ke Sulawesi,… ngga perlu buat pasport… emang ngga mikir apa… kalo satunya Indonesia ini karena perjuangan gajah mada…. kacian de loe…!

  • @ ariehvn:
    Wah… kalau itu sih nggak ada hubungannya dengan gajah mada pak…
    Terbentuknya NKRI terbentuk dari Kongres Pemuda Indonesia yang mendeklarasikan bangsa, bahasa dan tanah air Indonesia, bukan Nusantara.

  • udah..
    ga sah trlalu repot dipikirin..
    itu masa lalu..
    apapun yang terjadi di masalalu tentang majapahit ga terlalu berdampak pada kehidupan kita yang sekarang..
    yang penting karang kita dh merdeka n yang pasti kita tahu sapaa aj yang udah buat kita hidup tenang seperti ini..
    so enjoy your life..
    ok ;-)

  • gati

    Aku setuju kalau NKRI bukan product eyang gajah mada tetapi produ ct kesepakatan suku-suku di indonesia untuk bersatu terutama melawan pejajah dutch dan untuk bersatu menjadi NKRI. Tetapi dengan caranya sendiri maha patih gajah mada telah mempersatukan nusantara. Ide dan pemikirannya itu perlu kita dukung, tetapi tehniknya kita sesuaikan dengan kondisi sekarang. Semoga perang bubat sebenarnya adu domba londo saja tetapi jika benar ada, anggaplah sebagai pengorbanan sebagaian bangsa kita untuk persatuan Nusantara, Biarkanlah itu sebagai sejarah, tetapi tak perlu emosional sebab sekarang kita Indonesia milik semua mantan suku di Nusantara.

  • estimate

    Halo semua, jangan percaya dengan apa yang dikatakan Gajah Mada. Dia itu hanya menyebutkan kata-kata “Seblum aku menyatukan nusantara aku tidak akan makan buah pala”, lha kalau cuman ngomong begitu toh aku juga bisa. Apakah itu sudah menjamin lalu Gajah Mada telah menguasai nusantara. Saya tolak man statement begitu.
    Kalau kakek saya juga pernah ngomong begitu apa lantas dia disebut telah menaklukan nusantara????pikir man
    Sejarah Gajah mada dan penguasaannya itu pinter-pinternya orang Jawa yang merekayasa kisah sejarah dan memanipulasi opini agar kita semua percaya. Setelah itu dibukukan dan disebarkan seakan-akan Gajah Mada yang ” katanya orang Jawa” telah mempersatukan nusantara, nah itu yang dipegang TNI sampai sekarang. Jadi sifatnya politis bung.
    Saya orang Dayak dari Kalimantan tidak rela dan tidak akan pernah mau bergabung dengan NKRI. Apa yang dikatakan Gajah Mada dan sejarah yang dibuat Moh Yamin itu bohong semua, jangan dipercaya. Itu hanya taktik bagaimana TNI menguasai nusantara dengan dalih sejarah tadi.
    Kalau mau jujur, Gajah Mada itu hanya sebuah angan-angan yang dibuat-buat saja oleh TNI masa Orde Baru untuk tujuan politik. Jadi bung yang punya blog ini pun sudah termakan sejarah bohong yang disebarkan TNI dan Jawasentris.
    Kami orang Kalimantan tidak akan menerima kisah tersebut, kalau terjadi perang dunia ketiga habis lu semua jang berusaha menjawa-jawakan kalimantan. Dilarang berbahasa Jawa ditempat kami sama seperti anda melarang bahasa Cina di Jawa.

    Untuk bung Arya, orang Jawa tidak pernah mau mengalah, lihat saja memang bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia tetapi akhir-akhir ini sejak jaman Soeharto Jawa berusaha memasukkan kosa kata Jawa sebanyak mungkin dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, apa itu? Paksaan kan namanya.
    Jadi Jawa berusaha menguasai sendi-sendi termasuk mau merubah identitas bahasa dari yang tadinya bahasa Indonesia-Melayu menjadi Indonesia-Jawa. Bangsat kan Jawa. Jadi tidak benar Jawa sudah banyak mengalah. Itu isapan jempol saja.

  • estimate

    Bung Gati.
    Kita ga usah menyatu-nyatukan suatu perbedaan. Biarlah perbedaan itu berjalan dengan sendirinya hanya saja dalam perbedaan itu kita saling menghormati dan adil dalam betindak maka cita-cita Gajah Mada lu tu jadi kenyataan.
    Kami jelas tidak mau dong sebagai orang Kalimantan dibilang telah ditaklukan Jawa atau Gajah Mada. Jika seperti itu mksudnya maka perlu ditanyakan, maksud anda apa berusaha mengarahkan supaya kami meyakinkan si Gajah Mada itu menguasai kami juga yang jelmaannya sekarang adalah orang Jawa itu, sori bro.
    LihatPancasila itu pada sila ke tiga, jelas sudah kata-kata yang berbunyi ” Persatuan Indonesia” bukan “Kesatuan Indonesia”. Jadi konsep NKRI itu juga pandai-pandainya TNI yang buat agar sumberdaya alam tetap dikuasai.
    Melihat hal itu jelas sudah siapa yang membelokkan sejarah dan falsafah bangsa? dari kata PERSATUAN (Persemakmuran) menjadi kata KESATUAN. Kata Kesatuan tidak dikenal dalam falsafah bangsa. yang ada adalah Persatuan dan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Beraneka ragam tetapi tetap satu. Tidak ada makna Kesatuan disana. Kesatuan adalah sesuatu yang mengikat dalam satu aturan dan segala hal, apakah termasuk adat budaya dan bahasa? Tidak.
    Terjadinya Indonesia sebagai sebuah negara tidak didasari oleh keterikatan, perlu diingat itu, melainkan kesadaran masing-masing daerah utuk bergabung karena senasib.
    Akhir-akhir ini saja konsep persatuan diplesetkan menjadi kesatuan, lebih ganas lagi sebutan NKRI Harga Mati.
    Ya ga masalah. Biarpun selogan itu begitu mengerikan, kalau Tuhan sudah berkehendak Indonesia hancur, ya hancur.
    Sultan Hamid II pembuat lambang negara Burung Garuda kok sampai sekarang tidak diakui negara terutama oleh para pemimpinnya yang Jawa itu. Bangsat Jawa.

  • “Di jaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.”

    maaf…tapi makassar tidak pernah ditakklukkan oleh gajah mada…..hubungan kedua kerajaan ini adalah hubungan dagang..bukan hubungan penaklukan….!!!

  • Galih

    Ha….ha… jangan sampai kita di adu domba oleh produk orde baru… NKRI bukan nusantara, hanya memimjam istilah karena terlampau di ajarkan di sekolah – sekolah kita. kita bersatu karena kesadaran bukan hasil penaklukan. gajah mada hanya bagian dari buah budaya, bukan sejarah… toh sejarah kita (NKRI) dimulai sejak sumpah pemuda.
    aku orang sunda asli, tulen…ga setuju kalau nusantara hasil gajah mada. jangan lupa kang, NKRI adalah hasil pemuda – pemudi bangsa ini. soekarno tuapun berjiwa patriotik saat muda, kala tua soekarno harus di paksa dulu anak muda untuk berani menyatakan kemerdekaan.

    kalau hari ini gajah mada menjadi tokoh nasional, itu artinya tak masuk akal….. konsep ini hanya masuk akal saat politik orde baru saja.

  • Hidup Jawa, jangan mau kau dilecehkan oleh orang2 yang kosong melompong, sudah ditolong, diayomi malah pada ngelunjak semenjak pemerintahan ini berdiri. kalau sanggup silahkan berdiri sendiri menjadi negara suku, ini itu lah saling menghina jawa, kalau tidak terima dengan sejarah Jawa yah silahkan tetapi buktikan dulu dari sejarah suku-suku luar jawa kalau ada ya memang ada tetapi kalau tidak ada ya jangan diada-adain dong dan ditambahkan. Sebenarnya memang kita harus berjiwa besar, saya sebagai orang “Jawa” merasa kita mengakui jawa dominan tetapi apa??jawa mengayomi, bagaimana kalau yang dominan di negeri kita ini orang madura?batak?papua?. ada yang sampai bilang Jawa Bangsat dsb, itu karena tidak berjiwa besar dan menganggap suku nya paling baik tetapi tidak melihat seberapa bagus sih suku nya dia sendiri, seberapa kuatkah sukunya dia, hidup NKRI jika ada yang berontak hancurkan seperti kambing potong, NKRI harga mati!!!!

  • Go para penerus Jawa, jangan mau kamu selalu menunduk punggung hanya akan dilecehkan oleh orang-orang yang kosong melompong, perkuatlah dengan kepintaran, kerja kerasmu, tunjukkan terus taringmu, perbanyak keturunanmu, seandainya dunia ini tanpa ada HAM dsb sudah tumpah darah habis-habisan, Mahapatih Gadjah Mada yang sakti patriot jawa coyyyy, siapa kuat dia yang akan menang, spirit of Java, “Niat engsun amukti palapa” coy, tidak ada yang bersumpah seperti itu selain sejarah Jawa, tidak ada kerajaan yang besar selain kerajaan jawa di Nusantara, hahaaiii, sudah keterlaluan kalau terus menghina jawa, tidak timbul pikiran siapa Jawa dan apa perannya buat bangsa ini, hanya diambil yang negatif saja

  • Hey Gadjah Mada, tidak apa-apa kamu tidak dianggap Pahlawan Nusantara masih banyak pahlawan2 jawa yang berjasa bagi negeri ini, hidup Sukarno, sudah benar kau hei Suharto untuk jadi Diktator layaknya Hitler, hey Habibie keturunan Jawa sudah benar kamu menjadi presiden, hey Gusdur asal jombang JATIM terima kasih atas pernyataaanmu, hey megawati ibu demokrasi terima kasih atas kepemimpinanmu, hey SBY sungguh tangguh kepemimpinamu mengayomi masyarakat Indonesia, rata-rata pemimpin kita memang dari Jawa Timur (pusat kerajaan Majapahit) javaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa the best

  • titin

    Saya ijin share ke fb saya ya Pak..
    Terimakasih sebelum dan sesudahnya..

  • @titin:
    Silahkan, semoga bermanfaat.

  • Hermanto

    Saya pribadi sangat mengagumi seorang mahapatih gajah mada dan saya rasa peran mahapatih gajah mada sangat berpengaruh terutama pada masa penjajahan karena dengan mengingat apa yang telah dilakukan dimasa lampau bisa menjadi semangat untuk melawan para kolonialisme pada masa penjajahan.kalau kita berbicara masalah suku saya rasa kita harus mengakui bahwa peran suku jawa sangatlah besar terhadap kemajuan negeri ini dari masa kerajaan sampai negeri ini memperoleh kemerdekaannya karena banyak ide-ide besar yang berasal dari suku jawa.saya sangat setuju kalau ada yang bilang kita harus berjiwa besar karena itulah kenyataannya.

  • [...] Polemik Mahapatih Gajah Mada: Penjajah atau Pahlawan? [...]

  • urang lembur

    @evri_aryanto

    Maaf…
    Kalau anda punya pandangan seperti itu, apa anda sudah siap nantinya memindahkan ibukota ke tempat yang baru?, jangan lupa kebanyakan fasilitas pusat NKRI berada di tanah sunda, kalau anda bicara sebaiknya anda pikir terlebih dahulu, siapa anda, dan bagaimana konsekuensinya dari perkataan anda. Mas kalaupun eks majapahit memaksakan diri untuk “membenarkan” jika indonesia adalah “re-branding” nya majapahit, maka dipastikan mungkin tidak ada yang namanya NKRI, yang ada mungkin Negara Sunda, negara sumatra, Negara Sulawesi dan lain2, untung saja pendahulu2 anda masih berpikir arif dan sedikit bijak, ketika perjuangan kemerdekaan, mereka tidak mengumbar ke”Majapahitan”nya, melainkan perasaan senasib sepenanggungan karena sama2 dijajah sama Belanda, nah oleh karena itu justru mau tidak mau, sadar atau tidak, menerima atau tidak, yang jelas2 mempersatukan Indonesia adalah “BELANDA” dengan penjajahannya, kalau tidak dijajah belanda mungkin sekarang tidak ada yang namnaya INDONESIA…jadi sebuah kekeliruan besar jika sebuah/suatu kelompok tertentu menginginkan kalau Gajah Mada dijadikan sebagai pahlawan nasional?, pahlawan nasional negara mana?, Indonesia?, Nusantara?, jangankan nusantara, kerajaan sunda yang ada di pelupuk mata aja, tak bisa ditaklukan, apalagi kerajaan seluruh nusantara?…

    maaf lagi, orang sunda selalu diam dan terkesan tidak melawan(oleh suku lain lebih sering disebut “pengecut”) bukanlah karena pengecut, karena pada perinsipnya orang sunda adalah orang yang anti terhadap “pertentangan”, coba anda baca lagi beberapa tulisan orang luar mengenai kerajaan sunda saat itu?, adakah mereka mengatakan kalau sunda adalah kerajaan yang minus?, atau yang tidak beradab?, alangkah naifnya anda jika merasa anda adalah yang paling berjasa dan superior dari yang lainnya, kita telah sepakat kalau semua suku di Indonesia ini bergabung kedalam NKRI, karena kesamaan pandangan kesamaan nasib dan bukan karena majapahit atau jawa, tapi karena INDONESIA!…harap anda mengerti dan memahami pendapat dan perasaan orang lain…terima kasih…

  • bacara wawancara imajiner saya dengan Gajah Mada di blog saya, sesaji.blogspot.com

  • ari

    yaaah… memang gajah mada bertindak sangat tidak sopan…masalah jawa jadi presiden… tidak masalah,tapi selama itu suburlah praktek korupsi.. coba deh baca karya-karya pramudia…

  • Amalia

    Waw baru pertama kali ini q melihat bloq yang keren. ;-) :mrgreen: :cool:

  • @amalia:
    Terima kasih.
    Ditunggu juga postingan yang mencerahkan dari Ibu Amalia.

  • gajahbesar madadidepan

    singapore dan malaysia adalah cikal bakal nusantara yg kemudian di pecah oleh orang eropa,dan parah kita tidak mengakui bahwa orang eropa keunggulanya dalah propaganda, memecah.. terlihat dari hasl sastra kuno sampai pki kan?
    Kenapa ya Pakkarno dulu membentuknegara Sabang merauke? kenapa tidak pulau jawa saja? jiksa semangat kesamaan nasib kesetaraan di jajah londo, maluku NTT adalah milik portugis.karena pak karno Yakin Sumpa Palapa adalah embrio, jadi tulisan ini seperti membahas pak harto dgn korupsi,pak karno dgn komunis soviet, semoga kita menerima

  • to_estimate

    lucu memang kita, meributkan yang kita sendiri tak tahu, bahkan tak hidup pada masa itu, semua orang punya kekuarangan, pak karno dgn skandal wanita dan komunis soviet, pak harto terkenal dgn korupsi yg membuat kita tertinggal dikawasan di awal 80-95, yang penting kita bersyukur bahwa skr sudah bukan jaman feodal atau kerajaan2, dimana setiap hari ada perang, enak enak jalan jalan ketemu musuh di bunuh.. enak enak ngopi di warung di sniper. jadi kita memanjatkan puji dan sukur kepada tuhan dan bekerja keras saja drpd mencela,toh you liat di BPS, orang miskin terbanyak ada di jawa, oke esti???
    satu Indonesia

  • Alex

    Menurut pandangan saya, kalau tuk dijadikan acuan bagi kesatuan Indonesia memang cukup relewan, jadi kita punya identitas dan landasan sejarah yang cukup kuat. mengenai kerajaan sunda yang tidak mengakui kedaulatan majapahit, itu memang sesuatu yang menjadi perdebatan, dalam ukuran penaklukan masa lalu memang identik melakukan ke penyerangan ke pusat ibu kota kerajaan dan membunuh raja serta punggawanya, tapi sebenarnya yang perlu diperhatikan disini secara politik telah mengusai, alasannya karena raja dan seluruh punggawanya telah kalah dan terbunuh. memang mungkin kelemahannya tidak ditindaklanjuti mengusai kerajaan sunda tersebut (karena ada alasan intern di majapahit sendiri). Tetapi menurut saya dari model perebutan kekuasaan tempo dulu, secara tidak langsung sudah menaklukan kerajaan sunda tersebut, sekali lagi karena raja dan punggawanya telah kalah n terbunuh,karena prinsip yang dianut oleh kerajaan terdahulu adalah raja sebagai dewa, tapi kalau memang tidak merasa kalah kenapa dari kerajaan sunda hanya diam saja, tidak berani menantang perang.itulah masa lalu yang penting kita sekarang bagaimana rakyat di NKRI ini bisa sejahtera.

  • Estimate _ pro

    Setuju Indonesia Bubar ?. Kalimantan Dayakisme sudah berhasil membantai etnis madura (mayoritas muslim) di kalimantan 1980 s/d 1999. Tapi sayang sekali tidak dipublikasikan sehingga mengurangi kebanggaan Dayak. Berikutnya etnis Jawa (pengeruk uang dan alam kalimantan ?? tiap lebaran pulang bawa duitnya ?). Percayalah Tanpa ada pemegang aturan yang dituakan maka bubarnya Indonesia akan diawali oleh pembersihan etnis/golongan agama, terutama penganut Animis Dinamisme bisa membantai tanpa ada aturan tata cara memperlakukan manusia, kanibalisme muncul lagi (Daging bayi katanya enak….?? mengerikaaan). Tidak sekali lagi tidak boleh ada pembantaian dengan alasan apapun. Gajah Mada merupakan profile yang disukai banyak rakyat kecil yang bukan ningrat tapi bisa berpangkat itu saja dan akan sering diceritakan anak beranak agar semangat biarpun jadi orang kecil. Indonesia dibangun diatas komitment bukan atas dongeng mitos tembang. Bila rekan sempat mengikuti arkeologi Indonesia sangat beragam, ada yang sudah jaman besi (situs Buni Karawang), namun disaat yang sama ada yang masih jaman perungggu bahkan masih jaman batu. Saat Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan di belahan Indonesia yang lain masih jaman megalitikum hingga sekarang (Sumbawa), dan Jaman Batu (Papua). Kalo Gajah Mada dijadikan Pahlawan maka bagaimana dengan Cilik Riwut ??, Sultan Paser yang diasingkan hingga wafatnya ??. Biarlah Gajah Mada menjadi pahlawan orang kecil, tapi untuk pahlawan nasional masih belum cukup fakta dan dasar yang kuat.

  • ;-)

    SEBELUNYA IZIN SEDOT POSTINGANNYA…

    lagi lagi seperti ini..meributkan dan bertentangan tentang ( roman )…ini..

    saya sangat mengapresiasikan mahapatih satu ini…bukan karena kesalahan atau keburukannya tapi karna benih yang ia tanam dan sugesti tentang nasionalisme ke indonesiaan..jangan bicara jawa atau sunda saat ini….tapi bicara persatuan….saya orang jawa .yang suka persatuan…penilaian adalah hak seseorang yang dilalui melalui pendidikan dan cara berfikir…dan jangan lupa…apakah gajah mada berasal dari jawa..saya pikir tidak..( si aji donda tatutan)

  • nasrul

    orang indonesianya mana?

  • to urang lembur :

    hey, kau lihat sejarah tidak, bahwa sunda kelapa batavia jatuh ke Demak (Jawa), dan akhirnya berkembang hingga RI ini terbentuk dan Jakarta menjadi Ibukota,siapa??pemimpin selama 40 tahun, pelopor yang membuat Jakarta Batavia maju pesat yang berbatasan dengan tanah Sunda, sehingga tanah sunda merupakan kota satelit yang berkembang otomatis, untuk tanah sunda khususnya Tasik, Bandung, dsb diluar Kota Jakarta ada pemerintahan Nasional apa??yang ada pemerintahan daerah,jadi siapa yang mempunyai ide membuat Istana Bogor di tanah sunda??apakah dari Sunda???penduduk Jawa Timur dan Jawa Tengah gabungan Jawa cukup banyak apalagi dikumpulkan yang di luar daerah, sudah cukup bung untuk membangun negeri ini, dan bagaimana jika sunda yang membangun dan memimpin??apa jadinya???kita siap pindah Ibukota Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Madiun, Semarang,Blitar, Kediri semua masih keluarga Jawa, jadi lihat dulu sejarah, jangan membenci etnis yang, berjiwa besarrrrr bung,apa sumbangsih buat negeri ini sehingga orang Jawa dianggap secara general merusak negeri,bagaimana jika yang terjadi itu adalah suku anda, untuk pemimpin terdahulu (manusia tidak ada yang sempurna), untuk statistik bahkan orang Rusia, China, India (penduduk terbanyak dunia) statistiknya lebih banyak yang miskin daripada orang Jawa, dan bagimana jika yang terbanyak di indonesia suku sunda???

  • dylan

    :lol:
    Alhamdulillah.. Semoga orang indonesia paham akan asal usul sejarah orang tuanya.. Amein!

  • arya

    wah yg ginian kok di budidayakan…. cerita rakyat harusx di lestarikan untuk bahan cerita anak cucu kita, agar bs mnjadi cerita yg baik,, agar anak cucu kita punya sifat yg baik sprti gajah mada..
    yg dengan rela mengikrarkn sumpah palapa,, tujuan nya untuk mempersatukan nusantara…

  • catur

    Koreksi dikit buat admin
    KIDUNG SUNDA TIDAK DITULIS PADA JAMAN MOJOPAHIT DAN ATAS PERINTAH RAJANYA MELAINKAN DITULIS DI BALI 2 ABAD SETELAH KEMATIAN HAYAM WURUK DAN TIDAK DIKETAHUI SIAPA PENULISNYA.

  • la aida

    :mau nanya aku bingung 1. palapa itu?
    2. apakah palapa sejenis buah atau seperti apa? mohon jawabanya. makasih

  • la aida

    maksud pertanyaan no 1. palapa itu apa?

  • nesha utami

    to estimate
    menyebut jawa bangsat, bner2 sangat tdk beradab. boleh ber-opini tapi tetap memperhatikan sopan santun.

  • Xiao Wey

    ;-)
    KIta adalah satu, satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.
    Sejarah adalah sejarah yang sekarang adalah bagaimana kita menata bangsa ini kedepanya, jika kita masih mikir kesukuan, kedaerahan dan yang lain sebaginya yang gak penting, tar malah tikus2 koruptor makin gemuk, liat tuh GAYUS dkk, enak2n, tapi saudara2 yang comment diatas malah kebakar emosi masing2, enaknya emosi qt buat ngadili para penghancur bangsa.
    Jawa, Sunda, Dayak, Papua, Bugis, Bali, flores, Timor, Sumatra and etc adalah kita sendiri “rasakan kita sebagai satu kesatuan, seperti tubuh qt” yang mana apabila satu sakit yang lain ikut sakit.
    Mari kita bangun bangsa ini dengan kemapuan kita, maju and buat bangsa ini jadi lenih baik.
    “perbedaan adalah keindahan yang TUHAN YME berikan, agar kita saling kenal”
    “BE BETTER INDONESIA”
    Amien

  • king fathullah

    Yang penting kita bersyukur hidup dijaman sekarang…

  • mediator

    untuk Admin : perlunya di kaji ulang sejarah yang Anda utarakan di blog ini, apakah Anda mendapatkannya dari sumber yang terpercaya?…kalau tidak Anda sama saja termasuk orang yang justru ingin memecah belah kesatuan dan persatuan Indonesia Raya…kita sesama bangsa Indonesia sebaiknya mecari solusi untuk menanggulangi polemik-polemik di negeri yang majemuk ini dan tidak perlu memandang RAS ;-)

    untuk Estimate _ pro : kalau Anda merasa suku Anda paling hebat…hmm sepertinya perlu dikaji ulang. Bangsa dan negara Indonesia tidak pantas dipimpin oleh orang-orang yang anarki, brutal, kejam ataupun sadis, karena itu sangat tidak manusiawi. Justru sebaiknya Anda harus bisa membuat citra suku Anda menjadi suku yang maju, modern, berkualitas, ramah tamah dan terhormat. Bahasa Anda juga sangat jauh dari sopan santun dan malah membuat citra suku Anda menjadi tidak baik.

    Terimakasih ;-)
    Salam damai dan bahagia buat semua

  • @mediator:
    Sederhana saja saya tulis ini.
    Saya ingin ada informasi pembanding.
    Tapi tidak ada satupun yang memberikan informasi pembanding kecuali asumsi-asumsi pribadi :smile:

  • Ari Moreno

    Saya keturunan jawa, sunda, aceh dan madura dari kakek dan nenek…saya merasa sebagai org lndonesia…saya lebih berpikir ke-lndonesiaan drpd kesukuan… saya pecinta budaya dan kesenian tradisional dr seluruh nusantara…dan menurut saya perbedaan pandangan ttg Gajah Mada tidak perlu dipertentangkan, bahwa Gajah Mada merupakan salah satu tokoh besar pelaku sejarah…itu kenyataan…kita semua sama dan sederajat, tidak ada suku yg lebih tinggi atau lebih rendah derajatnya dibandingkan dgn suku lain…di hadapan Tuhan hanya ketakwaan dan perbuatan baik yg membedakan…kita semua bersaudara…Kita berpijak di bumi yg sama, kita bernapas dgn udara yg sama dan kita hidup dibawah langit yg sama…

    Salam damai, cinta dan persaudaraan buat pemilik blog dan para komentator di blog ini…

  • rocky

    Satu yang juga menjadi pertanyaan yang menggelitik, “apakah Gajah Mada” itu orang Jawa?

    di masa itu, banyak orang yang bernama depan binatang. Lembu Tal, Kebo Ijo, dll. Nama-nama binatang itu berasal dari Jawa. Tetapi Gajah? Tidak ada gajah di jawa!

    Nama depan Gajah ini dispekulasikan merupakan julukan pangkat atau jabatan setelah Gajah Mada menjadi orang besar, orang kuat. Tetapi ada pula speklasi yang mengatakan kalau Gajah Mada itu berasal dari Sumatra, tempat di Indonesia yang memang banyak gajah nya.

    So, apakah Gajah Mada itu orang Jawa Timur, atau orang Sumatra? (mungkin orang Lampung, Palembang atau suku Batak).

  • cuy/..semua orang kl dblng prmtf.pasti marah.baca sejarah cuy.indnonesia merdeka.semua serentak dengn kata allahu alkbar allahu akbar.tdk pernah membedakan jawa,sunda.dari barat sampai ketimur.

  • tyo

    ibu saya orang sunda-bapak saya orang jawa..dan saya sangat bangga di sebut orang INDONESIA

  • Mas2 e jgnlh trus2an utk slalu mggnakn akl dlm brekspresi/kemukakn pndapt libatkan hati..

  • andi alamsyah

    buat saya GM adalah pahlawan indonesia yang sesunggunya, karena wilayah indonesia saat ini merupakan ikrar sumpah dari seoarang patih GM yang seharusnya kita malu kepada dia GM dan sumpahnya, karena tidak bisa mempertahankan wilayah yang sudah di buatnya.. contoh akhir adalah malasah TIMOR-TIMOR yang akhirnya lepas dari INDONESIA, belum lagi masalah PAPUA saat ini yang sedang in di berita yang ingin merdeka sendiri :(

  • almarhum

    aduh……terjawab sudah pertanyaanku selama ini,kenapa bangsaku tercinta ini ampe berabad abad di jajah belanda ,.bahkan sampai sekarang di jajah asing dalam segala lini………………..karena ego kesukuan yang masih besar,.gak jawa gak batak gak sunda dan lainya sama…………mudah di peralat dan di adu dengan alasan harga diri suku….oh Tuhanku aku cinta negaraku beserta segala isinya termasuk semua manusianya…………………………….

  • lebai

    setuju….. ide awal pembentukan NKRI bukan krn majapahit… dalam lontara bugis yg menceritakan ditahun yang sama dgn masa kerajaan majapahit tidak pernah disinggung tentang majapahit jadi kerajaan induk yang menguasai kerajaan bone, luwu dan goa tallo. sy jadi berfikir bahwa penulis2 dr jawa suka mengarang dan tidak pernah ikut dalam pertempuran, klo majapahit menguasai nusantara… armada lautnya pasti sangat hebat, buktinya mana?……….

  • sim pei

    hahahahaha
    agan2 kok pada berantem,,,
    klo mw unjuk gi2 daerah masing2 bleh2 ja,,,
    dari sya kecil sampai skrang yang saya ketahui, sejarah dari jawa lah yg bnyak bergerak untuk mengusir penjajah,,, tp suku2 lainnya juga,,, hanya saja tidak segempar pulau jawa,
    hahahahahahaagan2 lah yang penjilat,,,
    kwkwkwkwk,, udh merdeka pun banyak bacot,,,,,

  • donny

    TARIK NAFAS KALIAN SAMBIL UCAPKAN “ASTAGHFIRULLAHAL’AZIIM”..SEMUAAA..2X,..NAAAH..pada tenang kaaan…lanjuut”..=

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>