Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Berhati-hati dengan Personal Branding

Personal branding adalah aktivitas yang lazim dilakukan oleh para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis yang mereka kembangkan.

Namun personal branding memiliki celah kerawanan yang dapat menyebabkan runtuhnya reputasi seseorang dalam berbisnis.

Dari sisi eksekusi, personal branding memang relatif mudah dilaksanakan dibandingkan dengan product/corporate branding, terutama di masa-masa awal pengembangan usaha.

Padahal yang memberikan efek jangka panjang hingga dapat diwariskan sebagai usaha turun-temurun adalah product/corporate brand bukan personal brand.

Bagaimana mewaspadai bahwa personal branding sudah memasuki tahap berbahaya bagi bisnis kita?

  1. Pribadi kita lebih banyak disorot dibandingkan dengan bisnis kita
  2. Coba kita perhatikan sejenak, manakah yang pertama kita kenal: Bill Gates atau Microsoft, Steve Jobs atau Apple, Dji Sam Soe atau klan Sampoerna?

    Bukankah korporasi dan produknya lebih dikenal dibandingkan orang-orang hebat yang mengantarkannya menjadi bisnis yang hebat?

    Setiap saat yang dilakukan oleh seorang Bill Gates semenjak awal merintis Microsoft Corp. adalah mempromosikan produk dan korporasinya. Jarang sekali hal-hal yang terkait dengan pribadinya hingga saat ini disorot dan dibicarakan di media massa.

    Lantas bagaimana dengan orang-orang yang memang menjadi profesional lepas seperti penulis best-seller, motivator kelas dunia, dsb?

    Jangan lupa.. publik lebih dulu mengenal karya-karya mereka sebelum akhirnya personalitas mereka diekspos di masyarakat.

    Bukankah kita lebih dulu mengenal Mickey Mouse dibandingkan Walt Disney, Winnetou dibandingkan Karl May, ESQ leadership training center dibandingkan Arry Ginanjar Agustian?

    Oleh karena itu sebaiknya kita waspada jika ternyata yang lebih banyak disorot oleh publik terutama media massa lebih banyak hal-hal yang terkait dengan pribadi kita dibandingkan dengan produk maupun korporasi bisnis kita.

  3. Lebih senang berpromosi tentang pribadi kita dibandingkan produk bisnis kita
  4. Menjadi kebutuhan setiap pelaku bisnis untuk bersosialisasi dalam upaya mengembangkan jaringan yang diharapkan dapat mendorong akselerasi percepatan usahanya.

    Perlu dipahami bahwa egoisme para pelaku bisnis seringkali menjebak mereka dalam upaya berlebihan dalam membangun citra pribadi mereka dibandingkan membangun korporasi bisnis yang dibangunnya.

    Kesesuaian citra diri dengan identitas korporat adalah hal penting yang harus dilakukan dalam mengembangkan personal branding. Seorang Steve Jobs bisa saja keluar dari Apple dan membangun usaha baru di Pixar, demikian pula dengan Bill Gates yang pensiun dari Microsoft.

    Tapi korporasi mereka tetap beroperasi dan berkembang sesuai dengan visi/misi perusahaannya. Hal ini disebabkan sejak awal masyarakat yang menggunakan produk korporasi mereka mayoritas didorong oleh kebutuhan akan produk tersebut.

    Oleh sebab itu, berhati-hatilah jika kemudian dalam diri kita lebih banyak melakukan ekspos hal-hal yang sifatnya pribadi dibandingkan dengan segala sesuatu yang terkait dengan nilai produk korporat yang dikembangkan.

  5. Publik lebih mengenal pribadi kita dibandingkan dengan bisnis kita
  6. Berhati-hatilah jika ternyata orang lebih banyak mengundang Anda untuk tampil sebagai pribadi dalam upaya menyampaikan informasi dan orasi yang terkait dengan bisnis dibandingkan dengan membicarakan produk bisnis Anda sendiri.

    Bisnis Anda bukanlah diri Anda kecuali memang yang menjadi komoditas adalah pribadi Anda sendiri. Namun hal ini harus Anda sadari bahwa nama personalisasi Anda bukanlah sesuatu yang dapat diwariskan. Hal yang dapat diwariskan adalah bisnis Anda bukan diri Anda sekalipun personalisasi pribadi melekat pada bisnis tersebut.

    Pada intinya, produk dan korporasi Andalah yang harus lebih banyak dikenal oleh publik. Sekalipun biasanya seiring berkembangnya bisnis Anda, publik pun tentunya ingin lebih mengetahui personalisasi orang-orang yang berada di belakang kesuksesannya.

  7. Publik menggunakan produk bisnis kita karena faktor personal kita
  8. Memang tidak salah jika kemudian orang membeli produk yang kita tawarkan karena faktor personalisasi kita.

    Namun waspadalah jika kemudian terjadi masalah yang terkait dengan pribadi kita, bisa-bisa hancurlah bisnis yang kita kembangkan. Padahal besar kemungkinan bisnis kita sudah tidak terkait lagi dengan pribadi kita.

    Contohnya adalah grup usaha yang salah satu pendiri dan pemiliknya adalah seorang da’i kondang. Hampir setiap produk yang ditawarkan oleh unit-unit bisnis di bawah grup tersebut dibeli oleh masyarakat karena faktor nama besar sang da’i.

    Namun saat sang da’i tersebut mengalamai ujian terkait masalah pribadinya, tiba-tiba setiap unit bisnis di dalam grup usaha tersebut ikut mengalami kemunduran yang cukup besar bahkan sebagian ada yang bangkrut.

Saya sendiri pernah diingatkan oleh beberapa teman mengenai bahaya di belakang personal branding.

Salah satu teman baik saya sempat berkata cukup pedas seperti ini, “Kecuali lo emang niat jadi seleb nggak apa-apa seumur-umur jual diri..” :smile:

Popularity: 3% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Berhati-hati dengan Personal Branding
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Hati-Hati dengan Pembajakan Alamat E-mail
  2. Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan
  3. Hati-Hati dengan Preferensi dan Referensi Anda
  4. Review Buku: “Rich Game – Cara Kaya dengan Investasi”
  5. Tanggapan Pribadi Atas Internet Marketing & Motivasi Gabung dengan TDA
  6. Hal-Hal yang Ingin Saya Sampaikan (kalau) Bertemu Bill Gates di Indonesia
  7. Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
  8. Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?
  9. Mungkinkah Ada Makan Siang Gratis dengan Iblis?
  10. Demokrasi Hanya Sekedar Buying Trance?
  11. Kerikil dan Hati
  12. Sebuah Pelajaran Bisnis Berharga dari Seorang Diyan Marandi
  13. Dengan IT Membantu Menyelamatkan Bumi?
  14. Benarkah Memulai Bisnis Bisa Tanpa Modal?
  15. Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda

2 comments to Berhati-hati dengan Personal Branding

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>