Malam Minggu kemarin, saya sekeluarga (lagi-lagi
) ditraktir makan malam oleh salah seorang pamannya Rania, Om Bagus.
Lagi-lagi.. ditraktir makanan yang jelas-jelas rawan mengundang penyakit: “Iga Bakar Kambing”
Sasaran kami malam itu adalah “Iga Bakar si Jangkung” di daerah Cipaganti. Tempatnya persis di sebelah Masjid Cipaganti.
Hampir semua menu dibandrol sama Rp 13.000/porsi tanpa nasi karena dikhawatirkan terjadi kebrutalan karbohidrat yang tidak terkendali. Jadi nasi silahkan dipesan menurut kebrutalan Anda pribadi
Kami berlima pun sepakat buat memesan menu berbeda biar bisa membandingkan kenikzatan (kenikmatan dan kelezatan) masing-masing masakan.
Saya sepakat memesan iga bakar sapi, Tante Ndung (Bagus beloved mom) memesan nasi goreng kambing, Desy (Bagus beloved sister) memesan iga bakar kambing dan Bagus sendiri memesan tongseng kambing.
Lah.. kok isteri saya nggak mesen? Ternyata dia lebih tertarik memesan semangkuk Bakso Malang Cipaganti komplit.
Namun malangnya.. seporsi bakso itu malah dieksekusi dengan sukses oleh Rania
Akhirnya pesanan pun datang.. tapi jangan bayangkan iga bakar seperti konro bakar yang terlihat angker dengan tulang iga dibalut daging panggang.
Iga bakar yang kami pesan disajikan hanya potongan daging dan beberapa tulang kecil di dalam piring kenteng (tanah liat) ala hot-plate!!
Nasi goreng kambing pun disajikan dengan tampilan memukau seperti itu.. wah.. yummii..
Sayangnya, hasil benchmark kami menghasilkan permufakatan bahwa tongseng kambingnya masih kurang spektakuler cita-rasanya dibandingkan masakan yang lain.
PS:
Sudah beberapa kali setiap membahas wisata kuliner saya menyampaikan pesan supaya dikirimi versi bungkusannya, hahahahaha..
Sayangnya.. sampai posting ini dibuat, belum ada pengunjung blog ini yang tergerak hatinya untuk melaksanakannya
Nggak lah.. cuma bercanda.. tapi serius juga nggak apa-apa, halah..
Selamat menikmati petualangan kuliner di Bandung..
Popularity: 6% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- THE KIOSK = Tempat Ngumpulnya Jajanan Top di Bandung
- Nasi Bancakan
- Republik Kuliner: “Murah.. Enak.. Nyaman.. Tengah Kota”
- Nasi Goreng Sederhana
- Sup Buntut Dapur Dahapati
- Nasi Uduk Merdeka Bandung & Ayam Aep..
- “The Valley” Salah Satu Tempat Makan Romantis di Bandung
- Sate Madura Baros
- Lho.. Kambing kok Disuruh Bertelur!
- Dapur Keraton “Satu-Satunya Kafe di Cimahi”
- Empati: “Kunci Pemasaran Efektif”
- McDarmo: Ayam/Bebek/Merpati/Kol Goreng Rasa Mantap..
- Seafood Saung Otoy
- Gudeg Ceker Warung Ibu Hartini
- Pesta Tahu Sumedang di Perjalanan Pulang Mudik

1. saya sampe ngantri duduk 10 menit
2. saya sampe nunggu makanan dateng 15 menit
kesimpulan:
rasanya biasa aja, tapi cara penyajiannya luar binasa
NB :bapak udah ikut milis TDA bandung kan?
@ agah suragah:
1. Alhamdulillah, saya nggak sampai ngantri..
2. Nunggu juga nggak terlalu lama (atau nggak kerasa lama kali..)
Ada rekomendasi yang rasanya luar biasa?
Sudah join di milis dan terima kasih sudah disetujui.