Judul postingan di atas adalah petuah salah satu instruktur saya dulu. Saya tidak tahu apakah kalimat itu orisinal hasil pemikiran beliau atau mengutip dari kata-kata seorang panglima.
Namun petuah tersebut memberikan makna mendalam mengenai konsep kepemimpinan. Ternyata semakin tinggi jenjang kepemimpinan seseorang maka semakin generalis pula pola mental serta keahliannya.
Saya tidak tahu apakah hal tersebut yang kemudian menjadikan pangkat General sebagai jenjang tertinggi di militer. Sebab saat menjadi pemimpin di seluruh pasukan, seorang bintang empat dituntut untuk memiliki pola mental dan keahlian menyeluruh namun tetap dibingkai dalam satu kerangka yang utuh.
Hal ini tidak lepas dari konsep kepemimpinan dalam diri kita yang bukan dari lingkungan militer.
Sebagaimana dikisahkan saat seorang Henry Ford dihujat sebagai bos besar yang tidak tahu apa-apa dan hanya tinggal main perintah saja.
Kemudian Henry Ford mengumpulkan seluruh wartawan yang menghujatnya dalam satu tempat. Dia menghadapi mereka dengan tenang dengan sebuah pesawat telepon di atas meja di depannya.
Saat dia mulai mempersilahkan para wartawan menanyakan apapun kepadanya, dia kemudian mengangkat telepon dan berkata, “saya akan menelepon dahulu beberapa orang yang tahu tentang yang Anda tanyakan. Setelah itu baru saya akan menganalisis jawaban mereka serta mengambil keputusan tentang bagaimana saya menjawab pertanyaan Anda tersebut.”
Nah, Anda bisa melihat bukan?
Bahwa semakin tinggi tingkat kepemimpinan seseorang maka dia akan semakin dituntut untuk menjadi seorang yang berpikir menyeluruh.
Hal penting baginya adalah dukungan informasi yang akurat, benar, siap digunakan dan terbaru. Dia tidak perlu mengetahui segala hal karena yang pengetahuan tersebut akan dicarinya pada saat diperlukan untuk mengambil keputusan.
Maka terlihatlah bahwa kemampuan tersebut berdampak pada kemampuannya mengendalikan segala hal yang terkait dengan lembaga yang dipimpinnya.
Bagi seorang pemimpin, tanggung jawab terbesarnya adalah membawa seluruh kepentingan setiap elemen yang dipimpinnya mencapai sasaran-sasarannya.
Sedangkan hal tersebut hanya mungkin dicapai jika kita berfikir pada hal-hal strategis dan bukan berkutat pada hal-hal yang teknis.
Dengan memahami hal tersebut maka kita dapat mencapai pola kepemimpinan dengan manajemen makro yang efektif.
Popularity: 4% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?
- Kesejahteraan VS Kekayaan = Target Infaq VS Income yang Harus Dicapai
- Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
- Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
- Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Seminar (padahal beberapa kali jadi pembicara di seminar)
- Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
- Hidup Ini Memang Tidak Adil
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Main Game Tidak Produktif?
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Benarkah Memulai Bisnis Bisa Tanpa Modal?
- Masihkah Ada Alasan untuk TIDAK Berkurban?
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- Tidak Selamanya Inflasi itu Buruk dan Deflasi itu Baik

10 Komentar Terakhir