Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Tahukah Anda Seorang Penerbang Menggantungkan Hidupnya pada Sebatang Jarum?

Pada saat saya jadi siswa penerbang di Sekolah Penerbang ABRI Skuadron Pendidikan 104 Yogyakarta, hari pertama pada saat akan terbang harus menjalani hukuman push-up 20 kali.

Hukuman ini saya terima karena kelalaian pada saat inspeksi eksterior terhadap kondisi fisik pesawat latih AS Bravo 202 yang akan digunakan bersama sang instruktur yang kebetulan saat itu adalah Komandan Skuadron Pendidikan 104!

Kelalaian yang mungkin sekilas tampak sepele, saya lupa mencabut batang pengaman lubang altitude dari badan pesawat.

Padahal dampaknya bisa mengakibatkan kecelakaan fatal karena jika lubang altitude itu tertutup maka altimeter (pengukur ketinggian) tidak akan berfungsi.

Anda bisa bayangkan kan apa yang akan terjadi jika kita terbang tanpa tahu ketinggian terbang pesawat udara yang sedang dikemudikan?

Dulu sebelum mengalami sendiri pelatihan sebagai pilot, saya sebagaimana orang awam lainnya menganggap lalu lintas di udara lebih bebas dibandingkan di darat.

Pikiran saya waktu itu mengemudikan pesawat bisa seenaknya memilih di ketinggian berapa kita akan terbang dan memilih rute penerbangan yang diinginkan.

Ternyata lalu lintas di udara lebih rumit dan rawan kecelakaan. Demi menghindari terjadinya kesemrawutan lalu lintas udara maka dibangun sistem kontrol lalu lintas udara melalui pusat-pusat pengendali.

Pusat pengendali lalu lintas udara inilah yang menentukan rute dan ketinggian terbang setiap pesawat yang memasuki wilayah kendalinya.

Jadi bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi jika diperintahkan untuk terbang di ketinggian 30 ribu kaki kemudian mengira-ngira ketinggian pesawat karena altimeter tidak berfungsi?

Bisa-bisa pesawat kita menabrak pesawat lain yang sudah melaju di ketinggian tersebut dengan arah yang berlawanan dengan kita!

Maka dari itu jangan heran jika setiap akan terbang, para pilot harus menjalani rutinitas wajib melakukan inspeksi eksterior yang dilanjutkan dengan inspeksi interior.

Prosedur inspeksi ini wajib diikuti alurnya tanpa boleh diubah urutannya. Bahkan kata per kata yang tercantum dalam buku pedoman inspeksi harus dihapal oleh para pilot demi memastikan bahwa inspeksi benar-benar dilakukan sesuai dengan standar prosedurnya.

Sekalipun tim teknisi sudah memeriksa kondisi pesawat yang akan diterbangkan, sang penerbang tetap wajib melakukan inspeksi secara mandiri.

Hal ini ditujukan sebagai penanaman sikap untuk bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi pada diri kita. Jangan sampai jika terjadi masalah saat sedang menerbangkan pesawat, sang pilot menyalahkan orang lain yang menjadi kru darat.

Nah, jika sekedar untuk terbang selama 1 jam saja seorang penerbang harus sedemikian disiplin melakukan persiapan dan inspeksi maka sudahkah kita melakukan hal yang sama dalam menempuh perjalanan dalam hidup yang sedang kita jalani?

Padahal Sang Maha Pencipta sudah menyedikan buku pedoman yang harus selalu digunakan oleh kita sebelum memulai perjalanan yang harus ditempuh sejak mata ini membuka.

Popularity: 4% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Tahukah Anda Seorang Penerbang Menggantungkan Hidupnya pada Sebatang Jarum?
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
  2. Sebuah Pelajaran Bisnis Berharga dari Seorang Diyan Marandi
  3. Posisi Penting Seorang CIO
  4. Mas.. Ngapain Sih Anda Ngeblog?
  5. Hilangnya Mata Pelajaran Bahasa & Sastera Daerah di Sekolah dan Dampaknya pada Kepunahan Seni Budaya Lokal (Tanya Kenapa..)
  6. Minimnya Pendidikan Politik Etis Formal dan Dampaknya pada Krisis Demokrasi
  7. Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
  8. Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda
  9. Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan
  10. Anda Kurang Usaha Demi Mencapai Kebebasan Finansial dan Pensiun di Usia Muda
  11. Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
  12. Di Balik Aturan Menyalakan Lampu Sepeda Motor di Siang Hari
  13. Bangkitkan Naluri Anda!!
  14. Haruskah Kita Menjadi Kaya?
  15. Hati-Hati dengan Preferensi dan Referensi Anda

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>