Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

    Berikut ini adalah daftar blog yang ditangkap oleh feed agregator blog ini dari sekitar 500 blog yang menarik saya.

    Daftar ini hanya menampilkan blog yang memiliki posting sesuai dengan tanggal hari ini dan dimutakhirkan setiap 30 menit.

    Selamat menikmati tulisan-tulisan menarik dari daftar berikut:

Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!

Pada saat saya menyimak informasi-informasi mengenai negara dan bangsa lain, terbersit rasa syukur yang luar biasa karena saya jadi warga negara dan tinggal di Indonesia.

Jika banyak orang mencibir, memandang rendah dan menganggap Indonesia adalah contoh memalukan sebuah negara maupun bangsa maka sebenarnya yang lain harus lebih malu daripada kita.

Apa yang sering membuat Indonesia dihina?

Budaya korupsi yang jadi masuk 10 besar internasional?

Perusakan hutan yang sangat cepat hingga masuk ke Guinness Book of Record?

Budaya kekerasan dan kerusuhan yang jadi berita terpanas di berbagai media internasional?

Rendahnya indeks kualitas sumber daya manusia?

Morat-maritnya sistem yang ada?

Ah, coba kita kupas satu-persatu tudingan merendahkan itu.

Budaya korupsi yang masuk 10 besar internasional

Diakui bahwa budaya korup di negeri ini sedemikian parah, masif, terorganisir dan dikaderisasi secara ekstensif.

Namun pernahkah kita mempelajari bahwa ternyata negara-negara lain pun ternyata memiliki budaya yang sama?

Amerika Serikat yang sering dianggap dewa sekalipun oleh banyak pakar di negeri ini dan dijadikan model “best-pratices” alias praktik-praktik terbaik ternyata perilaku korupsinya lebih parah dibandingkan di Indonesia.

Hanya saja karena sedemikian terkelolanya dengan baik maka sedikit sekali praktik-praktik korupsi di negeri Paman Sam itu yang terekspos apalagi diproses di meja peradilan.

Yakinkah Anda dari sekian banyak presiden yang pernah dan sedang memimpin Amerika Serikat tidak ada satu pun yang terlibat praktek korupsi?

Mantan Presiden Nixon yang terlibat dalam kasus Watergate saja hanya mengundurkan diri dari kepresidenannya dan tidak pernah menjalani proses hukum atas praktik korupsinya.

Saya malah bersyukur bahwa begitu mudahnya praktik korupsi terpantau oleh lembaga semacam Transparency International hingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di dunia menunjukkan bahwa hal tersebut masih dioperasikan secara amatiran.

Karena kalau sudah profesional semacam di Amerika Serikat tentunya praktek korupsi akan sangat sulit dideteksi oleh publik dan mengindikasikan bahwa korupsi sudah menjerat setiap bagian di masyarakat.

Singapura yang menjadi contoh negara yang bersih dari praktik suap dan korupsi pun sebenarnya terjadi. Hanya saja pelaksanaannya tidak sedemikian vulgar seperti di Indonesia.

Pengalaman saya kemarin menunjukkan bahwa praktik korupsi dan suap-menyuap sudah semakin minim terjadi di negeri ini.

Ternyata masih banyak aparatur negara yang memiliki integritas terhadap pengabdiannya pada rakyat.

Kemarin saat memperpanjang STNK kendaraan saya di SAMSAT DKI, prosesnya berjalan lancar tidak sampai satu jam!

Tidak ada praktik oknum pengemis suap yang biasanya sejak dari tempat parkir hingga di dalam gedung biasanya tampak terlihat selama ini.

Seluruh prosedur diinformasikan dengan jelas dan diproses dengan proporsional.

Terima kasih kepada para bapak/ibu petugas yang sudah bekerja dengan baik, semoga ini menjadi langkah awal yang mencerahkan bagi semakin baiknya negeri ini.

Perusakan hutan yang sangat cepat hingga masuk ke Guinness Book of Record

Perusakan hutan yang terjadi sedemikian cepat hingga masuk dalam buku rekor internasional adalah contoh betapa bangsa lain bisa seenak perutnya menghina negeri ini.

Padahal praktik perusakan hutan di Indonesia banyak disponsori oleh pihak-pihak asing yang sudah semakin kesulitan mendapatkan material kayu yang dibutuhkan oleh industrinya.

Sungguh tidak adil jika kemudian negara kita dituntut untuk melestarikan hutan tanpa dukungan dari negara-negara maju yang sebenarnya menjadi kontributor terbesar perusakan bumi ini.

Lagi-lagi, Amerika Serikat menunjukkan kesombongan bodohnya yang menolak menyetujui konsensus perlindungan alam yang digagas di Bali kemarin.

Menurut Anda, mungkinkah para jagawana dan aparat terkait lainnya dengan sumber daya terbatas mampu mengawasi serta menjaga area hutan yang jutaan hektar luasnya itu?

Ah, itu kan alasan saja. Kalau para pejabat berwenang tidak terlibat praktik suap dalam aksi pembalakan hutan tentunya tidak akan terjadi perusakan separah itu (demikian pasti jawaban dari Anda).

Ya, saya sangat setuju dengan hal tersebut.

Tapi saya sangat tidak setuju jika kemudian hanya bisa menyalahkan tetapi tidak berusaha menjadi bagian dari solusinya.

Kita ingin hutan dan alam negeri ini lestari tetapi seringkali tidak peduli dalam pemeliharaannya.

Budaya kekerasan dan kerusuhan yang jadi berita terpanas di berbagai media internasional

Kekerasan adalah bagian dari sisi gelap kehidupan manusia. Tidak pernah ada dalam perjalanan sejarah sebuah bangsa yang tidak pernah mengalami masa kelam kerusuhan di dalamnya.

Perancis dengan Revolusi Perancisnya adalah salah satu contoh betapa bangsa yang dianggap dan menganggap dirinya beradab ternyata rakyatnya tega memancung kepala rajanya.

Bahkan kemarin saat adanya demonstrasi besar-besaran di negara itu, aksi kekerasan dan kerusuhan sempat pecah lebih buruk dibandingkan dengan peristiwa di Jakarta pada tahun 1997 lalu.

Padahal jika kita lihat secara obyektif, peristiwa kekerasan dan kerusuhan yang terjadi tersebut jika diprosentasekan ternyata sangat kecil angkanya.

Rendahnya indeks kualitas sumber daya manusia

Bicara mengenai indeks kualitas sumber daya manusia sebenarnya akan terkait dengan konsep budaya di negeri kita.

Selama ini konsep indeks intelektual lebih ditekankan pada tingginya pendidikan formal yang ditempuh oleh seseorang.

Padahal pendidikan formal baru salah satu indikator.

Media pembelajaran lain seperti misalkan pesantren, masih dianaktirikan dan dianggap tidak layak sebagai tempat menuntut ilmu.

Padahal aspek keilmuan sendiri tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi saja.

Pernahkah kita melakukan riset yang menyeluruh mengenai pendalaman ilmu dan wawasan dari setiap lapisan masyarakat di negeri ini?

Morat-maritnya sistem yang ada

Indonesia adalah negara yang besar secara wilayah dan jumlah penduduk.

Mengelola sebuah negara seperti itu tentunya tidak dapat disamakan dengan sebuah negara yang hanya seluas Provinsi DKI dan jumlah penduduk yang hanya 10 juta jiwa.

Membangun dan meningkatkan sistem tersebut bukan pekerjaan mudah serta memerlukan partisipasi dari semua pihak.

Morat-maritnya sistem tentu tidak lepas dari kontribusi kita juga.

Contoh paling sederhana adalah saat kita di jalan raya.

Sudahkah kita berjalan di trotoar atau menyeberang di tempat yang ditentukan?

Jika hal-hal kecil yang harus kita laksanakan sehari-hari seperti itu saja sulit, lantas bagaimana kita berharap dapat memperbaiki yang lebih besar?

Jadi setelah kita ngobrol kesana-kemari sepanjang ini, tentunya secara jujur dalam diri kita masih tersimpan harapan dan kebanggaan sebagai Warga Negara Indonesia.

Seandainya Anda tidak bangga, mungkin ada baiknya lakukan pertukaran status kewarganegaraan dengan banyak orang asing yang sedemikian mencintai hingga ingin menjadi seorang WNI.

Popularity: 10% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
  2. Indonesia Punya Posisi Tawar yang Kuat Terhadap Amerika Lhoo..
  3. Perang Indonesia VS Malaysia
  4. Dibuka Aib Kemana-Mana? Bersyukurlah..
  5. Menunggu Langkah Pemberantasan Korupsi Setelah Pembubaran Timtas Tipikor
  6. Indonesia Mau Membangun PLTN? (Semburan Lumpur & Sampah Saja Susah Diurusnya)
  7. Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?
  8. Maulid Nabi.. Kok Cuma Jadi Libur Nasional?
  9. The Government of Indonesia Republic will Giving some Free Certification Land for Poor Families
  10. Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
  11. Alhamdulillah.. Mulai Belajar Jadi Social Entrepreneur
  12. Polemik Malaysia “Mengakui Angklung Sebagai Kekayaan Budaya Mereka”
  13. Memanusiawikan Pendidikan di Indonesia (Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2007)
  14. Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
  15. Budaya Indonesia = Budaya Kampungan?

5 comments to Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!

  • syafa

    Saya rasa kita hrs bersyukur atas nikmat yg kita dptkan setiap hari, dimanapun kita hidup/tinggal krn semua adalah hasil ciptaan dan anugerahNya. Boleh² saja kita cinta tanah air tp jgn smp menutup mata hati akan kebobrokan yg ada. Tentu saja mbak, tdk ada dimuka bumi ini negara yg bebas dari korup, ttp sayangnya dinegara kita budaya korup sdh melilit terlalu lama dan dalam & sayangnya lagi aparat dan peraturannya belum ditegakkan dgn tegas. Mbak beruntung tdk kena palak saat mengurus surat², kel.saya sdh mengalaminya bbrp kali. Kalau tdk diikuti surat² saya tdk akan selesai dan terbengkelalai pdhl surat tersebut sgt penting, maju kena mundur kena mbak.

  • @ syafa:

    Saya laki-laki tulen lho.. :smile:

    Makanya blog ini diberi titel “Buya’e Rania” karena buya itu artinya ayah.

    Maksud saya memposting tulisan ini adalah mencoba mengajak kita semua melakukan introspeksi terhadap kondisi yang ada.

    Saya sangat setuju bahwa korupsi ada di negara manapun dan sudah sedemikian mengakar kuat dalam sistem birokrasi di negeri ini.

    Tetapi hal tersebut tidak dengan serta-merta menjadikan kita sebagai karakter yang serba boleh dan hanya main tuding kepada aparatur pemerintahan yang ada.

    Alhamdulillah selama ini dalam mengurus dokumen-dokumen legal yang diperlukan dapat dengan cepat diselesaikan tanpa harus mengeluarkan biaya siluman.

    Masalahnya kadang-kadang ada di diri kita sendiri.

    Karena malas melengkapi persyaratan yang ada akhirnya “nodong” petugas supaya memberikan dispensasi dengan kompensasi sogokan yang bisa dinegosiasikan.

    Ini pengalaman pribadi lho:

    Waktu mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan di SAMSAT DKI bulan kemarin, prosesnya tidak lebih dari 1 jam lho!

    Asalkan seluruh dokumen lengkap dan mengikuti seluruh prosedur yang sudah ditetapkan ternyata nggak ribet seperti yang saya bayangkan.

    Padahal selama ini saya selalu menggunakan biro jasa untuk menyelesaikannya karena dalam mindset saya pasti repot mengurusnya.

    Pengalaman lainnya waktu dulu mengurus dokumen-dokumen pernikahan.

    Karena saya ber-KTP Cimahi dan isteri ber-KTP Jakarta Timur maka tentunya KUA tempat kami menikah meminta beberapa dokumen pelengkap.

    Dalam satu hari dokumen yang diminta bisa diperoleh oleh saya di dinas setempat Cimahi dan proses ijin untuk menikah di Jaksel pun keluar tidak lebih dari 2 jam!

    Itu tanpa harus mengeluarkan biaya siluman sama sekali lho..

    Waktu puteri kami lahir sekitar 2 tahun yang lalu, kesempatan itu sekalian kami gunakan untuk mengurus KTP saya menjadi domisili Jaksel dan Akta Kelahiran puteri kami.

    Prosesnya cukup 3 jam saja dan tidak harus mengeluarkan biaya siluman apapun!

    Cukup mengikuti syarat-syarat administrasi yang dicantumkan dalam brosur yang diterbitkan oleh Humas Pemda DKI saja.

    Nah, sebenarnya kalau kita mau patuh hukum dan sedikit saja peduli, tidak harus berbuat dosa dengan menyuap orang kan?

  • Myeongju hae

    Emberr aq setuju banget!karna orang indo biasanya emang males alias ga mau repot ga tertib tapi ga semua orang sih,cuma kalau orang berpendidikan dan punya pengetahuan yang baik pasti akan disiplin iya g@?setuju kan?

  • bagi saya, Indonesia tetap jelek karena permasalahan yang dilihat bukan cuma dari sudah adanya pelayanan yang tidak menggunakan suap akan tetapi masih banyaknya rakyat yang hidup miskin, menderita dan terpinggirkan. soal adanya suap kalau uangnya ada bagi yang punya ya gampang tapi kalo ga punya uang, buat makan saja susah. perekrutan PNS atau juga angkatan tetap masih dengan cara suap dan koneksi, biaya kuliah sangat mahal sehingga akhirnya cuma orang-orang berduit yang bisa kuliah dan akhirnya bisa endapatkan kerja yang layak. sedangkan yang swasta…siap2 aja dapat PHK dan gaji yang tidak sesuai. ya setiap orang punya pendapat dan pandangan tentang Indonesia sesuai dengan apa yang pernah ia alami dan ia lewati selama hidup di Indonesia tapi bagi saya, Indonesia tidak lain adalah negara penjajah yang mencaplok wilayah negeri saya dan bagi saya, selama bergabung dengan Indonesia wilayah negeri saya tidak akan pernah makmur… so bagi saya yang terbaik bagi negeri saya adalah melepaskan dii dari penjajahan Indonesia.thank’s

  • @ orang-orangan sawah:

    Indonesia negara penjajah?

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>