Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan

Dua orang sahabat sedang ber-SMS ria yang kronologisnya seperti ini:

I: “Tolong nanti malam ditunggu di kantor. Ada rapat yang penting dan harus dibicarakan.”
II: “Besok ajalah, ditunggu di rumah.”
I: “Maaf, urusan kantor sebaiknya diselesaikan di kantor. Banyak yang harus diselesaikan di kantor. Jika tidak hadir maka Anda dianggap menyetujui setiap hasil rapat. Bagaimana tanggung jawab Anda?”
II: “Wah, hati2 dong. Tolong lihat dulu AD/ART perusahaan sebelumnya. Daripada nanti terjadi masalah hukum.”
I: “Lho, ini hanya rapat konsolidasi, kok jd ke hukum segala? Tolong hargai kami dengan datang ke kantor malam ini.”
II: “Saya sedang di perjalanan mau ke rumahmu. Langsung dari luar kota karena mau membicarakan hal yang sifatnya pribadi hanya dengan Anda berdua.”
I: “Saya sedang sibuk di kantor. Jadi malam ini tidak bisa pulang sebelum semuanya beres. Kami sudah 3 hari ini pulang malam terus membereskan urusan kantor. Jadi tolong hargai kami.”
II: “Sebaiknya kamu pulang saja deh. Istirahat dulu. Terus memangnya nggak kangen nih sama isteri :D

Nah, terlihat sekali betapa tulisan adalah simbol yang bisa ditafsirkan bermacam-macam bukan?

Padahal jika kita cermati, sebenarnya kedua sahabat itu lagi nggak nyambung penafsirannya.

Si I yang mungkin karena sudah sangat lelah dan kurang istirahat mengalami peningkatan kadar sensitivitas emosinya.

Dia merasa sudah bersikap sopan kepada si II dan sangat berharap agar sahabatnya itu mau datang.

Si II yang mungkin sedang dalam perjalanan dan memang sudah berencana ingin bersilaturahmi ke rumah sahabatnya itu mungkin sebenarnya merasa kasihan kepada si I jika harus memaksakan diri datang ke kantor.

Karena mungkin dalam pikiran si II, rapat tidak akan berjalan efektif jika dilakukan malam hari dengan kondisi yang lelah. Dengan alasan tersebut maka si II mengajak sahabatnya rapat keesokan harinya dengan kondisi yang lebih segar. Si II pun mungkin sengaja mengajak sahabatnya untuk datang ke rumah supaya bisa lebih santai dan efektif melakukan rapatnya.

Rupanya si I mungkin merasa disepelekan oleh sahabatnya. Dengan menahan emosi, ditekannya si II untuk tetap datang ke kantor tanpa menanyakan alasan mengapa mengajak rapat keesokan harinya.

Si II pun sepertinya kaget dengan tekanan sahabatnya. Namun si II mungkin memaklumi kondisi sahabatnya yang sedang kelelahan di kantor.

Mungkin karena khawatir nanti mereka mengambil keputusan yang emosional sehingga mengambil kebijakan yang cenderung tidak proporsional maka si II mengingatkan tentang kemungkinan nanti hal tersebut menjadi masalah hukum.

Misalkan dalam rapat tersebut kemudian diputuskan dibuat di atas segel sehingga menjadi dokumen hukum yang mengikat dan ada kemungkinan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Nah, Anda tentunya dapat melihat bahwa bersikap reaktif adalah salah satu tindakan negatif. Padahal tindakan negatif cenderung merugikan tidak hanya kepada pihak yang melakukannya tetapi juga kepada pihak-pihak yang terkait di dalamnya.

Padahal jika setiap pihak dalam berkomunikasi dilakukan secara responsif maka masing-masing akan memperoleh manfaat yang positif dari komunikasi di antara mereka.

Selain itu, tulisan adalah bentuk komunikasi yang cenderung bersifat satu arah dan dapat ditafsirkan sekehendak persepsi pembacanya.

Persepsi negatif tentu akan menimbulkan reaksi negatif kepada penyampai pesan tulisan tersebut. Padahal bisa saja di penulis tidak bermaksud seperti itu.

Contoh sederhana adalah sebagai berikut:

Saat Anda membaca kata “sakit”, apakah kadar dan maksud rasa sakit yang dimaksud oleh si penulis langsung dapat Anda rasakan? Bukankah penafsirannya bisa sangat luas?

Nah, bandingkan saat Anda berhadapan langsung dengan orang yang mengatakan “sakit”. Dari intonasi suara, bahasa tubuh, perubahan suasana dan sebagainya maka setidaknya Anda dapat memperoleh penafsiran yang lumayan lengkap serta tepat atas maksud orang tersebut.

Jadi berhati-hatilah dengan penafsiran Anda terhadap tulisan. Jika persepsi Anda terhadap tulisan tersebut negatif maka sebaiknya mintalah penjelasan.

Juga bagi Anda yang sering menyampaikan pesan melalui tulisan, sebaiknya gunakan kata-kata yang minim penafsiran sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif dari penerimanya.

Tapi yang pasti, salah satu ciri seseorang memiliki positive attitude adalah kemampuannya untuk selalu merespon apapun yang diterima oleh persepsinya.

Berlawanan dengan ciri tersebut, orang yang memiliki negative attitude akan selalu bereaksi dengan apapun yang diterima oleh persepsinya.

PS:

Tahu kan bedanya reaksi dan respon? Nggak tahu? Kira-kira seperti inilah penjelasannya:

Respon secara bahasa dapat diterjemahkan sebagai “penerimaan”. Jadi saat Anda merespon sesuatu maka tindakan yang dilakukan adalah menerima, menyimpan dan mengolah dalam pikiran apa yang direspon. Setelah itu baru Anda dapat menentukan tindakan apa yang harus dilakukan terhadapnya.

Sedangkan reaksi secara bahasa dapat diterjemahkan sebagai “aksi balasan”. Dimana secara hukum alam, aksi = reaksi. Maka reaksi adalah sesuatu yang terjadi seketika saat terjadi tindakan terhadap obyek penerima aksi.

Seorang yang reaktif cenderung melakukan tindakan spontan (tidak berpikir matang dahulu) atas segala sesuatu yang dia terima. Sifatnya seperti sebuah per yang akan memantulkan setiap tekanan yang diberikan kepadanya dengan kadar yang sama.

Popularity: 10% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Hati-Hati dengan Preferensi dan Referensi Anda
  2. Hati-Hati dengan Pembajakan Alamat E-mail
  3. Berhati-hati dengan Personal Branding
  4. Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
  5. Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
  6. Mungkinkah Ada Makan Siang Gratis dengan Iblis?
  7. Kerikil dan Hati
  8. Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
  9. Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda
  10. Tahukah Anda Seorang Penerbang Menggantungkan Hidupnya pada Sebatang Jarum?
  11. Kritikan terhadap UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
  12. Review Buku: “Rich Game – Cara Kaya dengan Investasi”
  13. Bangkitkan Naluri Anda!!
  14. Anda Kurang Usaha Demi Mencapai Kebebasan Finansial dan Pensiun di Usia Muda
  15. Tips Membangun On-line Transaction Portal untuk Mendukung Sales & Marketing Bisnis Anda

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>