Rupanya postingan saya sebelumnya yang hanya membahas angklung ditanggapi beragam menurut pesan komentar terhadap topik tersebut.
Ada yang dengan tegas menunjukkan ketidaksenangannya kepada Malaysia dan ada juga yang menganggap kita dapat dikatakan terlalu berlebihan dalam menanggapinya.
Jika melihat perkembangan di rentang waktu di sekitar saat posting itu dipublikasikan hingga saat ini, ternyata perkembangan yang terjadi adalah adanya perang opini hingga melibatkan para blogger dari kedua negara.
Bahkan blog I hate Indon jelas-jelas meneriakkan kebencian yang sangat seorang blogger anonim terhadap Indonesia.
Beberapa blogger asal Indonesia pun banyak yang menyuarakan kegelisahan (jika tidak ingin disebut kemurkaan
) atas keusilan beberapa oknum rakyat Malaysia hingga negeri jiran ini diberi julukan Malingsia.
Sejujurnya saya sebagai seorang Warga Negara Indonesia, sedih bercampur marah dengan kondisi tersebut. Padahal secara kesejarahan dan kekerabatan antara Malaysia dan Indonesia memiliki hubungan yang erat.
Bagaimana tidak erat jika Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badhawi masih keturunan langsung Suku Bugis!
Atau pejabat-pejabat tinggi negara Malaysia dahulunya mayoritas dididik oleh para guru dari Indonesia yang diperbantukan disana!
Jadi alangkah kekanak-kanakannya jika kemudian bertengkar sesama tetangga hanya karena ada beberapa anggota keluarganya bersikap usil kepada kita.
Sebenarnya masalah utamanya adalah minimnya komunikasi antar warga negara jiran ini. Kondisi inilah yang kemungkinan besar dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memancing di air keruh.
Setidaknya kita harus bisa memahami kondisi yang ada di Malaysia.
Secara sosial-ekonomi, terdapat sekitar 4 juta WNI yang bekerja disana baik secara legal maupun ilegal. Bahkan beberapa area di wilayah Malaysia sudah berubah menjadi semacam Kampung Indonesia disana.
Keberadaan mereka pastinya sedikit banyak menciptakan gesekan dengan masyarakat lokal di sekitarnya.
Bayangkan saja, di Bandung saja sempat terjadi gesekan yang berujung pada keributan antara warga lokal Cibadak dan sekitarnya dengan para pedagang asal Sumatera yang berdagang di Cimol (Cibadak Mall).
Jadi Anda bisa bayangkan jika sesama WNI saja masih memungkinkan terjadinya gesekan apalagi dengan warga negara lain.
Kemungkinan akumulasi kegelisahan yang menumpuk bertahun-tahun menyebabkan timbulnya sikap sentimen masyarakat Malaysia terhadap para WNI yang bekerja di negara mereka.
Apalagi mayoritas WNI disana mayoritas bekerja di sektor-sektor seperti buruh di perkebunan kelapa sawit, pembantu rumah tangga, kuli bangunan, dsb. Sehingga citra yang terbentuk di benak kebanyakan Warga Negara Malaysia terlebih yang tidak pernah datang ke Indonesia menganggap bangsa kita tidak memiliki keahlian dan kecakapan intelektual tinggi.
Kita harus memahami bahwa masyarakat Malaysia tidak sebebas masyarakat di negeri ini yang memiliki akses informasi tidak terbatas melalui berbagai media.
Di Malaysia kontrol pemerintahnya sangat ketat dan berjarak dengan para penyelenggara akses informasi. Dengan demikian media di negeri itu begitu berhati-hati dan membatasi diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakatnya.
Bahkan disana kegiatan blogging dikecam oleh pemerintah karena dianggap sebagai media massa liar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Bandingkan dengan atmosfir blogging di Indonesia hingga keberadaannya pun diakui secara terhormat oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan dukungan langsung dari Depkominfo pada Pesta Blogger 2007 kemarin dan hadirnya Menkominfo dalam kegiatan tersebut secara resmi.
Kondisi tata pemerintahan di Malaysia pun sangat kontras dibandingkan dengan Indonesia. Di negeri itu, feodalisme masih sangat kuat dengan sistem kerajaannya.
Sekalipun jarang terdengar di publik, kekuasaan Yang Dipertuan Agong Malaysia cenderung memiliki kekuatan absolut atas jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di sana.
Jadi jangan bayangkan ada karikaturnya bisa dibuat di koran-koran seperti para petinggi negara ini
Bahkan seorang Anwar Ibrahim saja lebih banyak diekspos oleh media Indonesia dibandingkan di negerinya sendiri.
Namun tentunya selain kita harus mau dan mampu memahami kondisi internal Malaysia, kitapun harus secara internal melakukan introspeksi dan retrospeksi terhadap kondisi negeri sendiri.
Kita marah saat budaya kita diakui oleh negeri lain tetapi kita sendiri malas untuk melestarikannya. Coba Anda bayangkan, selama hampir sepanjang waktu siarannya, seluruh stasiun teve di negeri ini mayoritas mempertontonkan produk budaya asing.
Sinetron-sinetron tidak bermutu dengan mencontek cerita-cerita dari luar negeri lebih banyak disiarkan daripada tontonan wayang golek, sisindiran, berbalas pantun, apalagi reog dan angklung yang diakui sebagai budaya milik negeri lain.
Bahkan saya sempat malu saat melakukan presentasi di sebuah kantor prospek klien yang bertempat di Gedung BEJ. Saya dan teman-teman yang sudah dengan PD-nya memakai dasi dan berjas ternyata dihadapi oleh bule-bule berbaju batik!
Masalah kedaulatan negeri pun sebenarnya jika direnungkan asalnya adalah karena kecerobohan kita juga. Berpuluh-puluh tahun pulau-pulau terluar negara ini tidak diurus bahkan diberi nama. Padahal ada institusi pemerintah yang sebenarnya mempunyai tanggung jawab untuk mengelolanya.
Maka mungkin ilustrasi berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua:
Almarhum kakek saya adalah seorang purnawirawan TNI-AD. Beliau bisa dikatakan terlibat dalam setiap operasi militer bersejarah di Indonesia.
Operasi Penumpasan PRRI/PERMESTA, TRIKORA, DI/TII bahkan G30S/PKI dan DWIKORA pun beliau alami.
Karena mendapatkan tugas mata pelajaran Sejarah di sekolah, saya “mewawancarai” beliau sebagai narasumber Operasi Dwikora.
Satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah perkataan beliau yang ini:
“Operasi Dwikora adalah kebodohan dan keangkuhan para Sultan di Malaysia dan Bung Karno. Mereka termakan oleh provokasi
Amerika dan sekutunya. Gara-gara operasi itu, kedua negara jadi bergantung pada mereka terutama secara militer dan ekonomi.Pada akhirnya Malaysia dan Indonesia harus mengalami penjajahan gaya baru karena sikap tidak saling menghargai antara saudara serumpun.
Lihat saja, seluruh kekayaan alam kedua negara dihabiskan oleh negara asing dan ditinggalkan dengan segudang bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Kita hanya akan terus-menerus ribut hingga melupakan hal lain yang lebih penting dan menghabiskan sisa-sisa kekayaan yang ada dengan bertengkar.
Seandainya kita mau rukun dan bekerja sama, Indonesia dan Malaysia bisa menjadi negara paling makmur dan maju di dunia.”
Kata-kata yang diucapkan di tahun 1988 (beberapa bulan sebelum wafatnya beliau) dan mulai menunjukkan kebenarannya hampir 20 tahun kemudian. Saat ini.
Topik yang mungkin Terkait:
- Polemik Malaysia “Mengakui Angklung Sebagai Kekayaan Budaya Mereka”
- Dasar Malaysia Biadab!!!
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Indonesia Punya Posisi Tawar yang Kuat Terhadap Amerika Lhoo..
- Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!
- Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?
- The Government of Indonesia Republic will Giving some Free Certification Land for Poor Families
- Indonesia Mau Membangun PLTN? (Semburan Lumpur & Sampah Saja Susah Diurusnya)
- Memanusiawikan Pendidikan di Indonesia (Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2007)
- Freedom or Died: “The Dilemmatic Condition of Separatism in Indonesia”
- Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
- Hebatnya Pak Harto!
- Penerapan IT Management Tools di Indonesia
- Kenapa Nggak Pakai Nama Domain Indonesia?
- Budaya Indonesia = Budaya Kampungan?




Nah,… yang kaya gini nih… yang bisa bikin negara kita jadi ketinggalan, bodoh, miskin, dll. Harus nya kita perangi kebodohan, kemiskinan, KKN, Pemberontak, preman2 terminal, gank motor yang bisanya hanya konfoy (harusnya konfoy sambil bagi2 duit, makanan, bersih2 dijalan, perbaiki rambu lalulintas yang rusak, melaporkan kepemerintah daerah jika ada jalan yang rusak, MEMBANTU NENEKKU NYEBRANG DI JALAN), jangan bikin resah masyarakat donk… Perangi negara lain terutama Amerika serikat dengan ilmu pengetahuan.
jangan nyalahin negara lain klo kita sendiri yg ga becus…
ngiri sama amerika..???? cape deh,,
aku bangga sebagai anak indonesia tp aku malu punya pemimpin yg korup.
wah! sebenernya pusing juga. indonesia sama malaysia sebenernya kan bersaudara. tapi jadi memanas kayak gini. mungkin ada yang provokasi kayak negara superpower gitu. kan mereka ada kepentingan yg aneh aneh
. kalo mau perang mending jangan deh. soalnya militer indonesia itu masih lemah
sebenarnya saya bingung saya marah kebudayaan kita di aku-aku oleh negara lain tapi saya jdi bingung knapa dinegri saya sendiri(indonesia)kebudayanya saja banyak yang tidak tau bahkan ogah bwat menjaganya dan ketika negara lain mengambilnya kita hanya bisa marah dan dongkol so mari kita jaga negara dan budaya kita sebelum lebih bnyak lagi kebudayaan kita yang berpindah ke negara lain karena budaya kita adalah wajah asli dan jati diri kita sebagai orang indonesia.hidup indonesia
malaysia itu fucking shit country..
liburan ksana sumpah ga enak bgt!!
costumer service nya buruk!
pelayanan hotel2 yg katanya berbintang sama aja kayak losmen di indonesia..
oiya,,,polisinya kmaren pake celana pendek…modal dikit donk!!!
trus satu lagi,,malaysia itu pencuri..
ga punya skil … ga bisa menemukan jati diri bangsanya sendiri,,makanya harus pinte donk kyk orang indonesia..
“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata”
(Salam Dayak Kabupaten Landak, Kalbar,Indonesia)Artinya: “Adil kepada sesama, Bercerminlah kepada Surga, Bernafas Kepada Yang Maha Kuasa”.
Sdr/i ku sebangsa dan setanah air,
melihat situasi dan kondisi negara kita saat ini,perlu kita bertanya kepada diri kita sendiri, baik itu mulai dari pejabat,aparat,hingga saudara2ku yang tidur di bawah jembatan dan emperan kaki lima.
ini adalah permasalahan bangsa dan bukan hanya permasalahan pemerintah semata. sudah sejauh mana kepedulian kita terhadap sesama? si kaya terhadap si miskin? si toke terhadap si kuli? si pejabat terhadap rakyat? dan sebagai-dan sebagainya.
Cita-cita dan semangat pendahulu kita terhadap NKRI sudah bulat. mengapa mereka para pendahulu kita yang dikatakan miskin SDM saat itu dibandingkan sekarang ini,masih bisa memikirkan dengan hati dan pikiran yang sehat dan jernih? apakah memang ini sudah jaman edan?si kaya menindas si miskin? yang kaya semakin kaya,yang miskin semakin sengasara. Menurut saya, ini adalah kesalahan dan kelemahan dari diri kita sendiri selaku anak bangsa yang katanya bermartabat, moderat dan berpendidikan. sejarah sudah mencatat, perjuangan dan sepak terjang anak bangsa terdahulu dalam rangka memperjuangkan dan mengamankan NKRI tercinta. tetapi sekarang?kita yang hanya menikmati saja tidak mampu untuk berbuat. apalagi untuk meneteskan darah perjuangan? KATA KUNCI dari semua permasalahan ini adalah: KEMISKINAN. bangsa kita telah miskin segala-galanya. secara kasap mata kita negara kaya dengan memiliki Sumber Daya yang tidak terhitung. jadi, siapa yang memiskinkan kita semua? ya kita sendiri selaku anak bangsa. kita tidak perlu menyalahkan pihak lain,apalagi dengan teori konspirasi atau apapun namanya. pelecehan lagu kebangsaan adalah cambuk bagi kita semua untuk bangkit,bangun,bahu-membahu berjuang. hilangkan rasa curiga antar sesama anak bangsa, seperti semangat pendahulu kita. mari kita kembali ke tahun 1928. betapa indahnya keberagaman yang ada, betapa indahnya pelangi yang menghiasi langit nan biru semesta. ini adalah karunia yang tiada tara dan tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang memilikinya, hanya kita BANGSA INDONESIA. Syukurilah dan berbanggalah kita,karena kebudayaan kita sudah di claim bangsa lain, biarlah mereka yang punya nama, tetapi kita tetap memilikinya. Karena siapapun yang ingin akan milik sesamanya secara tidak adil,akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.
Sdr/i ku sebangsa dan setanah air yang berbahagia,
saya menyadari dan memahami, berbagai tafsir akan timbul sebagai dampak dari ini semua. kita menghargai pendapat dan pikiran dari sdr/i kita. sah-sah saja kita menafsir dengan pola pikir dan imajinasi kita masing-masing, karena itu adalah bagian dari HAM dan demokrasi. kita menghargai hak untuk berbicara dan berpendapat. tetapi yang paling penting sekarang adalah, kalau saya boleh mengutip dari seorang tokoh dunia,mari kita bertanya ke lubuk hati kita yang paling dalam… jangan tanya apa yang negara berikan kepada mu, tetapi tanyalah kepada dirimu sendiri apa yang sudah/bisa saya berikan kepada negara tercinta ini..
Jawaban dari ini semua adalah :
1. bangun, bangkit, berpikir, bertindaklah dan berjaga-jagalah karena kita tidak tahu kapan waktunya akan tiba;
2. Fluralis bukanlah hal yang menakutkan, tetapi perlu kita sadari bahwa ini adalah suatu kekuatan besar yang tidak dapat ditandingi oleh meriam ataupun rudal,bom atom bahkan bomnya Si Nurdin M. Top.
3. untuk para penerus dan penerima tonggak estafet bangsa, nasib bangsa ada dibahumu, “makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang”, apalagi sampai dimuntahkan itu sudah bukan masanya. marilah kita kembali kepada dasar diri manusia yang seutuhnya. karena apapun yang kita miliki di dunia ini,apalagi yang diperoleh dari saudara-2 kita yang terhina sekalipun, tidak akan anda bawa ke alam baka. insyaflah, karena itu hanya semu belaka. yang paling penting adalah berbuatlah walau sekecil apapun untuk sesama anak bangsa, yang saat ini sedang dalam keterpurukan,cacian dan hinaan dari berbagai pihak.
mari kita tanggapi secara arif dan bijaksana, ini semua adalah untuk memicu kita untuk bertindak dan berbuat untuk lebih baik lagi, sebagai bentuk investasi kita kepada Sang Penguasa yang di Atas segala penguasa. karena disitulah akhirnya semua yang kita lakukan akan kita pertanggungjawabkan dengan segala konsekwensi yang harus kita terima nantinya.
BANGKITLAH BANGSAKU, JAYA TANAH AIRKU……………………….
BERSATU KITA MENANG…………………………………………………..
KALAU BERANI, JANGAN TAKUT-TAKUT, KALAU TAKUT, JANGAN BERANI-BERANI……
ALLAH MEMBERKATI, AMIN.
Saya pikir saatnya kita sama-sama berpikir jernih dan lebih mendalam dalam menyikapi konflik ini..jangan saling terbawa emosi dengan artikel dan komentar-komentar yang ada dalam berbagai media,forum,dan blog..satu hal yang pasti : ADA YANG DIUNTUNGKAN DARI PERTIKAIAN INDONESIA-MALAYSIA..jadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk lebih memahami kasus ini lebih jernih!!!
SEDIKIT OPINI YANG MUNGKIN BISA KITA RENUNGKAN SEJENAK DALAM MENYIKAPI KASUS INI..
Pihak Ketiga dalam Konflik Indonesia Malaysia
perang oh perang,,,,,,,sepat aku mco tulisanmu kabeh.koyo wani perang ae,,,,taek.wes ta gakusah kakean cangkem ayo duel ae karo aku. njajal,,,? call me 085732151534
ehh kok pas hari kemerdekaan malaysia upacara kemerdekaannya tertutup ya ???
pasti malu karna lagu kebangsaannya ngejiplak dr Indonesia.
Terus lambang negara malaysia aja ada harimau sumatranya yang sudah pasti berasal dari Indonesia.
bendera malaysia aja di jiplak dari USA . hahaha anak-anak malaysia ga ada otaknya.
yuk perang yuk …
jengkel sama malaysia !!!!!!!!!!!