Sebenarnya buku berjudul The Real Dezperate Housewives ini sudah lama saya baca dari jajaran koleksi buku milik isteri tercinta.
Buku yang ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena ini adalah kumpulan curahan hati para isteri yang dipunggawangi oleh Asma Nadia.
Diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa ini dirilis cetakan pertamanya pada Desember 2005 dan yang saya baca adalah cetakan kedua yang dirilis pada April 2006 dengan ISBN 979-3651-70-9.
Terdapat 16 (enam belas) cerita yang dikompilasi dalam buku ini dengan kontributornya adalah Asma Nadia, Hj. Insana Malik, Pipiet Senja, Shinta Yudisia, Dinda Aisyah, Esti Handayani, Dyotami Febriani, Dini Aulia Zh, Rini Nurul Badariah, Dy Rachaju, Nadhira Khalid Bathef, Syifa Aulia, Ihyani Malik, Ines Han dan Labibah Zain.
Buku yang menarik karena ditulis menurut pengalaman nyata masing-masing kontributor yang seperti direkomendasikan oleh Helvy Tiana Rosa sebagai “Sebuah buku yang perlu dibaca para istri, calon istri, para suami, bahkan mertua yang peduli!”
Buku ini penuh dengan warna-warni cerita dari yang ceria, menggemaskan hingga mengharukan dengan gaya penulisan yang enak dibaca, ringan tetapi tidak mengurangi bobot dari pesan yang ingin disampaikan kepada para pembacanya.
Hj. Insana Malik membuka cerita dengan judul “Insiden-Insiden Kecil Itu…” yang disampaikan dengan ceria namun juga mengharukan.
Betapa dia yang awalnya adalah aktivis organisasi dengan prestasi akademik tinggi yang tidak pernah membayangkan akan menikah di usia sebelum menginjak 22 tahun tiba-tiba memasuki dunia baru bernama pernikahan dengan segala kejutannya.
Perbedaan-perbedaan yang menurutnya bagai bumi dan langit dengan sang suami diceritakan dengan lucu hingga saya pun kadang-kadang tertawa geli membacanya.
Seperti misalkan saat dia menceritakan bahwa dirinya yang perfeksionis mendapatkan suami yang digambarkan dapat dengan nyamannya “pakai kolor ijo eh celana ijo dengan atasan orens, nggak matching dengan pribadinya yang lumayan alim” atau “Pernah lihat orang ke kondangan atasnya jas lengkap plus dasi, bawahnya sendal? Suami saya.”
Tapi itu belum seberapa dengan gambaran ini: “Pernah lihat orang jalan-jalan ke mal sendalnya yang kiri biru yang kanan hijau selain orang gila? Suami saya.”
Namun tetap terlihat rasa sayangnya pada sang suami saat menceritakan bahwa saat sedang dinas ke luar kota, dia selalu mengabari via SMS di setiap tahap perjalannya.
Atau saat meminta tolong sang suami untuk mencabuti tanaman liar di halaman belakang rumahnya yang ternyata dalam beberapa menit dapat diselesaikan hingga halamannya bersih berikut beberapa tanaman bunga kesayangannya juga ikut “dibersihkan”!
Tapi ternyata kemurkaannya pada sang suami keesokan harinya sirna karena “munculnya” pot-pot yang tertata rapi dengan bunga-bunga yang lebih bagus, lebih mahal dan banyak berjajar di halaman.
Cerita mengharukan dan inspiratif yang ditulis oleh Pipiet Senja dalam cerita “Kemerlip Langitku” benar-benar menyentuh hati.
Betapa berat perjuangannya dalam menghadapi sikap apatis suaminya serta beban mengurus ibu mertuanya yang sakit-sakitan dan rewel di saat harus pula melawan penyakit talasemia sehingga minimalnya setiap dua minggu harus ditransfusi darah!
Belum lagi ternyata kehamilannya yang ketiga harus keguguran karena kelelahan dan jatuh di angkutan umum ibukota yang digambarkan olehnya diisi para lelaki tidak tahu diri.
Dengan tubuhnya yang kecil dan hamil besar, tidak ada satupun dari mereka yang menawarinya duduk sejak dari perjalanan di Pasar Rebo hingga Lenteng Agung hingga akhirnya dia terjatuh dan mengalami pendarahan!
Namun dia tetap tabah menghadapi segala cobaan itu karena dukungan kasih sayang kedua buah hatinya, Haikal dan Butet.
Buah hati tercintanya yang digambarkan sebagai kerlip bintang di langit yang selalu menyinarinya di kegelapan malam.
14 (empat belas) cerita lainnya dari 13 (tiga belas) penulis lainnya pun tidak kalah inspiratif untuk dibaca.
Benar-benar sebuah buku yang menurut Asma Nadia dalam pengantarnya ditulis sebagai berikut:
diharapkan dapat memberikan gambaran REAL dunia ibu rumah tangga, juga akan membuat Anda, setiap perempuan yang sudah berkeluarga merasa Anda tidak sendiri:
Wajar, jika sering kali Anda sebagai ibu rumah tangga merasa lelah.
Lumrah, jika terkadang Anda merasa cemburu dengan kehidupan keluarga lain.
Normal, jika ada masanya Anda frustrasi, bahkan merasa nyaris meledak karena beratnya masalah-masalah yang harus Anda hadapi.
Inilah dunia kita, dunia ibu rumah tangga.
Dunia yang memberi setiap perempuan yang terlibat di dalamnya, status mulia: sebagai isteri, sebagai ibu.
Status yang menjanjikan surga, jika kita bijak dan sabar menghadapinya.
Ah, benar-benar sebuah buku yang membuat saya lebih menghormati dan menyayangi isteri (sebagai suami durjana
) dan ibu (sebagai anak durhaka
)
PS:
Tulisan ini saya dedikasikan untuk para ibu di seluruh Indonesia, selamat merayakan Hari Ibu 22 Desember nanti..
Popularity: 8% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Resensi Buku “Hypnotic Writing”
- Resensi Buku: “Home Schooling Keluarga Kak Seto”
- Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
- Review Buku: Sukses Tanpa Batas
- Review Buku “Blue Ocean Strategy”
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
- Tinjauan Buku “Blog Marketing”
- Review Buku: The Alchemist
- Review Buku “The Art of Innovation”
- Ulasan Buku: “Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami”
- Review Buku “Rencana Bisnis Lengkap”
- Behind the Process… Buku “Buktikan..! Anda Pasti Kaya-Raya”
- Review Buku “Kantongi Sang Gajah”
- Ulasan Buku: Blink * Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir

tapi jadi housewife tidak selamanya desperate. Saya justru bisa banyak ide untuk nulis ketika jadi ibu rumah tangga. Salam untuk istri
kpn ak bs jd istri ??
mg ja gk dezperado ntar. amin ya Allah..
mbak Asma, aku dah punya buku ini dan beberapa buku anda yg lain.
satu kata…
DAHSYAT !
Aku juga udah punya dan baca buku ini berulang kali. Terutama saat ngerasa dezperate. Tapi setelah baca buku ini, langsung berubah……dezperateku ganti jadi bangga. Betapa beruntungnya Allah mempercayaiku menjadi istri dan ibu untuk anak2ku. Thanks ya teman2 yang sudah berbagi