Novel karya Paulo Coelho ini judul aslinya adalah O Alquimista yang diterbitkan pada tahun 1988 di Barcelona, Spanyol.
Saduran dalam Bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama dengan ISBN 979-22-1664-2 yang diterbitkan pertama kali bulan November 2005 dan telah mencapai edisi cetakan ketiga pada bulan Mei 2006.
Sudah lama sekali saya tidak membaca novel atau cerita fiksi. Selama ini kebanyakan tulisan yang saya baca terkait dengan bisnis, manajemen, teknologi informasi dan pengembangan diri.
Seingat saya kurang lebih tujuh tahun yang lalu saya membaca tulisan cerita fiksi. Namun novel The Alchemist ini sangat menarik minat saya setelah didorong beberapa teman.
Provokasi terakhir dan mungkin juga terkuat adalah celoteh teman saya yang mengatakan, “Lu belum lengkap baca The Secret kalau belum baca novel The Alchemist!”
Maka saya pun membaca novel yang ternyata sangat menarik itu. Saya benar-benar terhanyut dengan alur cerita yang dipaparkan di dalamnya sehingga menyelesaikan membacanya hanya dalam 2 jam saja!
Sekalipun Paulo Coelho adalah seorang penganut Katholik Spanyol, esensi yang disampaikan dalam novel The Alchemist menurut saya banyak didominasi oleh filsafat dan konsep spiritual Islam.
Suatu hal yang mengejutkan bagi saya karena ternyata hikmah-hikmah terpendam dalam filsafat keislaman dikupas dan disajikan dengan cara yang mudah dicerna oleh seorang Nonmuslim!
Konsep maktub yang terkait dengan ajaran dalam al-Qur’an mengenai takdir yang sudah dituliskan oleh Alloh SWT dalam Lauh Mahfudz dijelaskan secara sederhana oleh Paul Coelho dalam novel ini.
Bagaimana setiap orang harus mempunyai dan mengejar impiannya serta tidak menyalahkan takdir sebagai penyebab kegagalan mewujudkannya. Ditambah dengan ajakan untuk memahami bahwa selalu ada hikmah di balik setiap kejadian dalam hidup yang kita jalani.
Memahami bahwa sebenarnya begitu banyak pertanda yang menjadi perantara dari Sang Maha Pencipta dalam membimbing kita mencapai tujuan-tujuan dalam hidup ini. Pertanda-pertanda yang sering diabaikan sehingga menyebabkan menurunnya kepekaan kita dalam membaca dan memahaminya.
Sehingga kita sering menganggap Alloh SWT sudah meninggalkan kita karena tidak adanya sinyal-sinyal petunjuk dari-Nya. Padahal sinyal-sinyal tersebut selalu ada di sekitar kita tetapi sikap seperti memakai kaca mata kuda menyebabkannya tidak terlihat dan terbaca.
Novel ini pun mengajak kita merenungi apakah kita sudah memiliki mimpi dan berusaha untuk mewujudkannya dengan kesungguhan hati yang penuh. Jika sudah maka segerakanlah untuk mewujudkannya karena sebenarnya impian-impian itu berhubungan erat dengan tujuan diciptakannya kita oleh Sang Khalik di muka bumi ini.
Menikmati perjalanan menempuh upaya mewujudkan impian itu adalah hal yang mutlak kita lakukan. Dengan menikmatinya, segenap keajaiban yang sering kita anggap suatu kebetulan/keberuntungan akan mengantarkan kita semakin dekat ke tujuan tersebut.
Sebenarnya tidak ada keberuntungan/keajaiban karena sesungguhnya semua hal itu adalah takdir yang memang harus kita tempuh dalam menjalani hidup ini.
Pokoknya, rugi deh kalau sampai nggak baca novel ini.
Memangnya kenapa?
Karena ternyata dua jam yang saya habiskan untuk menamatkan menikmati novel The Alchemist betul-betul mengubah hidup saya di setiap kata-kata yang tertulis di dalamnya!
NB:
Sudah beli novel-novel karya Andrea Hirata tapi karena masih terpesona dengan The Alchemist dan rapat di luar kota yang belum beres juga, saya jadikan PR buat akhir pekan nanti.
Popularity: 10% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Review Buku: Sukses Tanpa Batas
- Review Buku: “Hebron Journal”
- Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
- Review Buku “The Art of Innovation”
- Review Buku “Blue Ocean Strategy”
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Review Buku “Kantongi Sang Gajah”
- Review Buku “Rencana Bisnis Lengkap”
- Review Buku: “Rich Game – Cara Kaya dengan Investasi”
- Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
- Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
- Ulasan Buku: “Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami”
- Resensi Buku “The Real Dezperate Housewives”
- Resensi Buku “Hypnotic Writing”
- Resensi Buku: “Home Schooling Keluarga Kak Seto”

jangan heran kalo isinya islami bro, karena emang Coelho dapet inspirasi ( saya ngga berani bilang nyontek ) ini buku dari salah satu karya Jalalluddin Rumi.
@ Duljoni:
Wah.. informasi yang menarik Pak Joni..
Boleh tahu karya Rumi yang mana ya?
Salam..
setuju bung! the alchemist is exceptional!
maaf yah..stauQ c bkn cm islam yk ajarin ajran kea gt bhkan jaoooooohh beabad2 sblum islam lhir ajran bgini mah udh ad..keax tlalu blebihan deh klo smw hal slalu diidentikkan m islam pdhl islm t kn agama yk msi muda bhkan byk isix al-quran yk ikut2n m alkitab (PL-PB) sbgai kitab yk jaoooohh bih tua ripd al-quran jd g ush LEBAY deh cuz KENYATAANNYA g bgt tuh !! sorry yee mgkritik dikit yar ikam g telalu kegeeran..!!
@ ebay:
lho… kok jadi ngarah kemana2… hehehe
kita kan sedang bahas buku karangannya paulo coelho..
bukan membuat perbandingan agama… hehehe
sepanjang yang saya tahu, paulo coelho baru lahir setelah generasi jalaludin rumi..
mengenai isu yang anda sampaikan menurut saya sudah terlalu banyak di bahas di berbagai kesempatan, media & pihak..
plus menurut saya sangat tidak produktif..
selain itu dalam posting ini, saya menghormati paulo coelho yang secara lebih cerdas & bijaksana lebih mampu memahami nilai-nilai keislaman dibandingkan dengan umat islam sendiri..
Menurut saya buku the alchemist kereeeen. Kalao tentang islam, saya akui memang berdasarkan islam. Untuk ebay menganggapa islam agama muda, memang dan krn agama muda, islam disebut penyempurna dr ajaran2 sblumnya, jd ajaran2 sblmnya yg sdh ada dibahas lg dgn sempurna dan keaslian al quran tdk pernah terusik apalagi diubah2. The secret sejenis sama the alchemist. Sederhananya sih menurut saya: “Allah akan bersikap sesuai prasangka umatnya” prasangka=pikiran, keyakinan” dan “Allah tdk akan mengubah nasib suatu kaum hingga dia merubahnya sendiri” maknanya, kita sndiri yg menentukan nasib kita dgn jalan yg berbeda2 , nah jalan berbeda2 itulah yg disebut takdir. Dan Allah maha adil, kita dpt sesuatu sesuai usaha sndiri. Dan paulo sangat cerdas menceritakannya. Ada buku the power, ttg kekuatan perasaan, yyg intinya smakin kita bersyukur akan menambah nikmat. Btw, saya penasaran dgn jalaludin rumi, salah satu karyanya apa ya?