“Ustadz, akankah saya nanti masuk syurga?” tanya seorang laki-laki kepada seorang ulama.
Ulama itu hanya diam dan menghela napas.
“Saya seorang Muslim, setiap Muslim pasti masuk syurga kan ustadz?” sambung laki-laki tersebut karena belum juga memperoleh jawaban.
Namun, ustadz tersebut lagi-lagi hanya menghela napas.
“Saya selalu melaksanakan Rukun Islam lho ustadz, saya pasti masuk syurga kan?” kembali laki-laki tersebut bertanya untuk memperoleh penegasan dari sang ustadz.
Tapi lagi-lagi sang ustadz hanya menghela napas dan tersenyum.
“Ah, ustadz ini bagaimana sih.. Dari tadi kok cuma diam saja.. Saya juga selain selalu melaksanakan Rukun Islam juga sering berinfak, shodaqoh, memelihara tali silaturahmi, menyantuni anak-anak yatim dan banyak menghadiri majelis taklim. Saya akan masuk syurga kan ustadz?” berondong laki-laki tersebut dengan sedikit kesal karena dari tadi pertanyaannya tidak dijawab oleh ustadznya.
Akhirnya sang ustadz menjawab, “Pak, jika ingin masuk syurga berhentilah bicara dan perbanyaklah istighfar..”
Popularity: 8% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Siapa Bilang Orang Nonmuslim Tidak Bisa Masuk Surga?
- Apa Resolusi Saya di 2008?
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Mas.. Saya Kena PHK.. Terus Bagaimana Saya Mencari Nafkah?
- Buruh Bisa Saya Ganti Pake Robot & Mesin!
- I Love You Mom(s)..
- Emang Saya Ini Luar Biasa Dahsyat.. Huahahaha..!!
- Bolehkah Saya Beristri Lagi?
- Seandainya Saya yang Isro Mi’roj (pasti nggak mau balik lagi ke dunia..)
- Benarkah Tuhan Saya adalah Alloh SWT?
- Ternyata Bayi Bisa Menjadi Guru Saya..
- Pria Tangguhkah Kamu?
- Metamorfosis Tukang Obat Keliling Gaya Baru
- Saya TIDAK Terima Bangsa Ini Dihina oleh Yth. Bapak Jusuf Kalla
- Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?

Buya (panggilan ini mirip panggilan [salah] saya ke kakek saya), tulisannya menarik sekali.
Saya ingat tentang syarat diterimanya amal yaitu niat yang ikhlas dan amal shaleh yang sesuai sunnah rasulullah.
Kalau kita mau sorga kita mesti mengekang jiwa dari keinginan-keinginan syetan.
Terima kasih Bang Fikri.
Panggilan buya sebenarnya hadiah (masukan) dari sahabat saya.
berarti ustadznya sendiri masih belum yakin dia sendiri akan masuk surga atau tidak. bagaimana dia mau menjawab pertanyaan orang tadi….
karena itu dia menjawab yg umum-umum ajalah ,karena sama-sama tidak yakin dan tidak ada jaminan.
@ yani:
Halo Bu Yani,
Memangnya ada ya.. orang yang dijamin masuk syurga selain Rosululloh SAW dan beberapa sahabat
Wallohu’alaam..
Benar kata buya, ga ada jaminan tentang itu.
Ikhlas dan Pasrah, ‘pasti’ akan ada pertolongan dari Allah. Klo itu ada jaminan, bukan begitu Buya?
Buya, ga ada ulasan tentang Film Fitna?
Maaf agak OOT.
Tapi menurut Buya gimana? saya sudah melihat film tsb. Memang menonjolkan dengan sengaja kekerasan islam, soalnya yg mereka ambil itu kutipan kecil dari sejarah yg ada di Al-Quran.
To Admin, klo pertanyaan ini dapat mengundang SARA dan perdebatan, mohon ga usah di approve.
@ Vino:
Halo Mas Vino,
Masalah ikhlas dan tawakal (pasrah) memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai hamba Alloh SWT
Mengenai Film Fitna?
Saya rasa sudah tidak perlu lagi dibahas.
Karena hanya akan meningkatkan popularitas dari pembuatnya yang memang “gila” perhatian.
Cara efektif menangkal propaganda semacam itu harus dengan bukti nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan dengan perdebatan yang ujung2nya hanya jadi debat kusir saja.
Islam pasti masuk indah nya Syurga dan Kristen juga Pasti masuk Syurga, Btw Mitos syurga tu lebih di perdalam lagi dunk, ntar pade banyak yang milih neraka karena salah persepsi.
Pernah saya dapat kata2 mutiara:
#1.
“Perbanyaklah shalat sunnah sebelum fajar (salat fajar) karena itu lebih baik daripada dunia beserta isinya”
#2.
“Perbanyaklah shalat sunnah (baik shalat sunnah sebelum/sesudah sholat fardhu) karena itu lebih baik dari Surga beserta isinya”.
–> Pertanyaannya: “Adakah yg lebih baik dari Surga???”
/* — */
Jangan nanya apakah kata2 mutiara tsb ada hadistnya apa ga ya, coz saya ndak tahu…
Salam kenal hmmm (Kang Aries apa Kang Buya’e negh)…??? ^_^